Teladan Keberkahan Umur

Muadz bin  Jabal meninggal dalam usia tak lebih dari 33 tahun. Meski demikian ia punya kedudukan istimewa di hati Nabi Muhammad. “Wahai Muadz, sungguh aku menyintaimu.” Rasulullah shallahu alaihi wa sallam juga pernah menyatakan, “Umatku yang paling berilmu tentang masalah halal dan haram adalah Muadz bin Jabal.” Karena itulah Umar bin Khatab sampai berpesan, “Siapa yang ingin mengetahui tentang fikih maka belajarlah pada Muadz bin Jabal.”

Read More

Singkat, Banyak Manfaat

Berkah! Merupakan karunia Allah. Tak bisa dihitung secara matematis. Bila Allah memberkahi umur seseorang, maka dia jadikan bilangan umur yang sedikit bernilai seperti ratusan tahun. Kalau seseorang diberi umur yang berkah niscaya banyak manfaatnya. Mungkin usianya tak terlalu panjang, tapi kebaikannya bertebaran. Allah jadikan orang itu banyak berbuat taat. Atau ia melakukan banyak kebaikan pada orang lain.

Read More

Kitab Tauhid, Sebagai Hak Allah atas Para HambaNya

Selamat tidaknya seseorang di akhirat ditentukan dengan tauhidnya. Bila lurus tauhidnya, ia akan selamat. Terhindar dari neraka, masuk surga. Sebaliknya, bila tauhidnya hancur, ambyar juga masa depan akhiratnya. Pantaslah ini yang jadi kerisauan para nabi pada umatnya. Bagaimana caranya supaya umatnya bisa selamat. Sehingga fokus utama dakwah mereka sepanjang zaman pada sisi tauhid. Termasuk tentu saja Nabi akhir zaman, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Mengajak untuk menyembah hanya pada Allah, meninggalkan ibadah pada selainnya. 

Read More

Nasehat Orang Tua

“Aja kuminter mundak keblinger. Aja cidra mundak cilaka…..” Salah satu petuah orang tua zaman dulu yang selaras dengan petunjuk agama. Menasehatkan kepada kita untuk tidak bersikap sombong, merasa lebih hebat dibanding orang lain dan merendahkan mereka. Demikian pula agar kita menjauhi dusta dan curang dalam bermuamalah dengan sesama manusia. Ya, itu petuah orang tua zaman dulu khususnya dari daerah Jawa. Yakin, di daerah-daerah lain di negri ini juga memiliki petuah yang serupa. Intinya, agar setiap kita menghindari sikap sombong.

Read More

Imam As-Sakhawi, Ahli Fatwa di Usia Remaja

Imam as-Sakhawi, lebih dikenal sebutan ini. Nama dan gelarnya adalah Syamsuddin Abu al-Khair Muhammad bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abi Bakar bin Utsman bin Muhammad as-Sakhawi asy-Syafi’i. Ulama yang telah berfatwa sejak remaja. Awal kehidupannya diawali dengan belajar ilmu syariat. Di usia belianya, ia telah hafal Al-Quran dan hukum-hukum bacaannya. Kitab para ulama dihafalkan di luar kepala.

Read More

Bila Bersyair Ia Laksana al-Mutanabbi

Pribadi yang sangat alim. Ahli tafsir. Muhammad bin Amin bin Muhammad al-Mukhtar Asy-Syinqithi. Bila membahas tentang tafsir, ia bak Imam Ath-Thabari. Jika bersyair ia laksana al-mutanabbi. Apabila menguraikan tentang hadits ia seolah Ibnu Hajar al-Asqalani. Yah, dia pakar dalam tafsir, syair, sastra. Dan berbagai ilmu agama.

Read More

Syaikh Muhammad bin Amin Asy-Syinqithi Dan Teh Hijau Itu

Syaikh Athiyah Muhammad Salim, salah satu murid syaikh asy-Syinqithi- pernah mendapat cerita dari sang guru. Kata Syaikh asy-Syinqithi,“Suatu hari, aku datang untuk belajar pada guruku. Beliau menjelaskan pelajaran padaku sebagaimana biasanya. Akan tetapi aku mendapatkan kehausanku pada ilmu belum hilang.

Read More

Bukan Musibah Tapi Anugerah

Kamu mungkin tidak suka dengan sesuatu. Padahal boleh jadi hal tersebut baik untuk dirimu. Sebaliknya, bisa jadi ada perkara yang  kamu sukai namun hakikatnya justru  buruk bagimu.   Umumnya manusia akan sedih ketika tertimpa musibah, kesulitan atau kegagalan. Kamu begitu juga kan? Sedih itu wajar kok asalkan tidak berlebih-lebihan. Contoh berlebih-lebihan seperti mengumpat takdir, menangis meraung-raung, membanting barang-barang, menjambak rambut atau merobek-robek pakaian. Kenapa kita kok bisa merasa sedih dan terpukul saat mendapat cobaan hidup di dunia ini.

Read More