Membaca Al Quran dan Ibadah Sunnah

Pertanyaan :

Lajnah daimah, sebuah Komisi fatwa Ulama negeri saudi Arabia pernah ditanya tentang masalah membaca al-Qur’an, ibadah nafilah/sunah, berdo’a, manakah yang paling afdhol/utama di sisi Allah #l?

Jawaban :

Maka komisi tersebut menjelaskan bahwa membaca al-Qur’an adalah keutamaan, ibadah nafilah juga keutamaan, dan berdoa juga merupakan keutamaan dan dia adalah inti ibadah. Dan keutamaan masing-masing ibadah tersebut berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kondisi, zaman, dan sebab-sebab yang bisa menjadikan amalan itu lebih utama dari yang lain. Oleh karena itu kami mewasiatkan kepada Anda untuk memperbanyak membaca al-Qur’an, ibadah nafilah, dan berdo’a sesuai kemampuan tentunya disertai keikhlasan dan ketulusan dalam beramal karena Allah Ta’ala dan berbahagialah dengan kebaikan dan pahala yang banyak. wabillahi taufiq wa shallatu wa salamu ‘ala Nabiyina Muhammad wa alihi wasalam.
(Lajnah Daimah lil buhuts wal ifta’,  IV/ 201)

Memohonkan Ampun bagi Non Islam?

Pertanyaan:

Seseorang tadinya muslim kemudian murtad ( keluar ) dari Islam dan mati dalam keadaan murtad, maka apakah dapat kita katakan bahwa dia kafir, dan apakah hukum orang murtad dalam Islam, dan bolehkan kita memohonkan ampunan baginya seperti berdo'a : Ya Allah ampunilah baginya dosa-dosanya …. ?

 

Jawaban :

Barangsiapa yang tadinya muslim ( memeluk agama Islam ) kemudian ia murtad maka dia telah kafir dan harus diminta untuk bertaubat dan diberikan waktu selama tiga hari, jika tidak bertaubat maka dibunuh. Dan tidak boleh memohon ampunan untuknya jika ia mati dalam keadaan murtad, berdasarkan firman Allah, “Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasannya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam.” (At Taubah: 113)
 ( Lajnah Daimah lil buhuts wal ifta’,  III/424-425)

Edisi Terbaru