Allah dibatasi Tempat?

Pertanyaan :

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin pernah ditanya, “Bagaimana pandangan hukum terhadap jawaban sebagian orang: ”Allah berada di mana-mana,” bila ditanya :”Dimana Allah ?” Apakah jawaban seperti ini sepenuhnya benar?

Jawab :

Jawaban seperti ini adalah batil sepenuhnya. Apabila seseorang ditanya, Dimanakah Allah #n? hendaklah ia menjawab, ”Di langit,” seperti dikemukakan oleh seorang (budak) perempuan yang ditanya oleh Nabi #n, ”Dimana Allah ?”, (maka dia)menjawabnya, ”Di langit.”

Sedangkan orang yang menjawab dengan perkataan, ”Allah itu ada,” maka jawaban seperti ini sangat samar dan menyesatkan(orang lain). Orang yang mengatakan bahwa Allah itu ada dimana-mana dengan pengertian dzat Allah ada dimana-mana adalah kafir karena ia telah mendustakan keterangan-keterangan agama, bahwa dalil-dalil wahyu dan akal serta fitrah. Allah berada diatas segala mahluk. Dia berada di atas semua langit, bersemayam di atas Arsy.

Sumber : Majmu’ Fatawaa wa Rasaail, juz 1 halaman 132-133, Syaikh Ibn Utsaimin

Kencing Berdiri

Pertanyaan :
Asy Syaikh Abdullah Bin Baz pernah ditanya, “Bolehkah seseorang kencing sambil berdiri bila hal itu tidak mengenai dirinya ataupun pakaiannya ?”


Jawaban :

Beliau menjawab, “Tidak apa-apa kencing sambil berdiri apabila hal itu memang dibutuhkan, dengan syarat, tempatnya tertutup sehingga tidak ada orang lain yang melihat auratnya serta tidak terkena percikan air seninya. Hal ini berdasarkan riwayat dari Hudzaifah rodiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘laihi wasallam berjalan menuju ujung tempat pembuangan sampah suatu kaum, lalu beliau buang air kecil sambil berdiri .

Namun demikian, lebih baik dilakukan dengan duduk/jongkok, karena seperti itulah yang mayoritas dilakukan oleh Nabi#n, dengan tetap menutup aurat dan hati-hati agar tidak terkena percikan air seni.”

(Sumber : Majalah al-buhuts, nomor 38,hal. 132, syaikh Ibn baz)

Edisi Terbaru