Berinteraksi dengan Lawan Jenis

Pertanyaan:
Assalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh. Ustadz mohon penjelasan tentang masalah yang terkait dengan komunikasi dengan lawan jenis yang bukan mahram apakah harus dari balik satir/penutup? Bagaimana jika kita mengadakan rapat di suatu lembaga pendidikan yang isinya pria dan wanita, apakah diperbolehkan berkumpul dalam satu ruangan meskipun peserta wanitanya sudah menutup aurat bahkan bercadar? Mohon penjelasannya.
Abdurrahman di S

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Bismillah. Alhamdulillah washshalatu wassalam ‘ala Rasulillah. Ada dua pertanyaan yang ditanyakan pada pertanyaan pertama ini, yaitu:
(1) Jika ingin berkomunikasi dengan lawan jenis yang bukan mahram apakah harus dari balik tabir/penghalang?
(2) Bolehkan beberapa orang laki-laki berkumpul dengan beberapa orang wanita dalam satu ruangan dalam keadaan laki-laki bisa memandang wanita dan sebaliknya?

Untuk pertanyaan pertama, Allah subhanallahu wa ta’ala mengatakan di dalam Al-Qur’an:
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Apabila kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka.” (Al-Ahzab: 53)
Ini adalah dalil yang sangat jelas bahwa apabila para sahabat Nabi #n ingin meminta suatu hal kepada istri-istri Nabi, maka

Read more ...

Menjaga Hati, Menundukkan Pandangan

Pertanyaan:
Assalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh.
Usatadz mohon penjelasan:
1.    Bagaimana hukum menggabungkan penyembelihan qurban dan aqiqah bagi anak yang baru lahir?
2.    Bagaimana kiat kita agar bisa menundukkan pandangan dari yang diharamkan Allah?
Abdurrahman di S

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Bismillah. Alhamdulillah washshalatu wassalam ‘ala Rasulillah.
Allahu a’lam. Pada asalnya ibadah qurban atau udhhiyah berbeda dengan ibadah ‘aqiqah.  Keduanya memiliki beberapa perbedaan yang sangat jelas, di antaranya:
1.    Qurban kaitannya adalah dengan hari raya ‘Idul-Adha dan hari-hari Tasyriq (11, 12 dan 13 Dzulhijjah) sedangkan ‘aqiqah kaitannya adalah dengan kelahiran bayi.
2.    Qurban tidak sah kecuali di waktu-waktu di atas, sedangkan ‘aqiqah tidak terikat dengan hari-hari tersebut.
3.    Qurban diniatkan untuk orang yang ber-qurban dan bisa mengikutkan keluarganya dalam pahala, sedangkan ‘aqiqah adalah untuk anaknya sebagai rasa syukur kepada Allah dan tidak bisa mengikutkan siapa pun.
Dari perbedaan-perbedaan di atas kita ketahui bahwa qurban dan ‘aqiqah adalah dua ibadah yang berbeda sehingga tidak bisa digabungkan pelaksanaan keduanya hanya dengan menyembelih satu hewan. Inilah yang menjadi pegangan di dalam madzhab Malikiyah dan Syafi’iyah.

Berkaitan dengan pertanyaan kedua, Rasulullah #n menyebutkan bahwa sepeninggal beliau kaum Adam akan banyak

Read more ...

Edisi Terbaru