Derap Langkahku di Beograd

Serbia, hampir lima tahun sudah saya bermukin di negara ini. Hari silih berganti, musim pun demikian dan selalu ada yang berubah.

Sejak SMP saya memang kerap tertarik dengan tempat-tempat yang masih asing menjadi tujuan perjalanan ataupun sekolah, setidaknya saat catatan ini saya tulis di tahun 2013.  Saat ini di tahun 2017, sudah mulai banyak yang mengetahui dan tertarik untuk melanjutkan studi di Serbia. Saya sendiri merupakan generasi ketiga dari penerima program beasiswa World in Serbia.

Berawal Dari Mimpi

Jika orang bertanya mengapa saya memilih Serbia, tentunya karena memang saya tertarik sekolah sekaligus tinggal di negara yang penutur bahasanya bukan bahasa Inggris dan masih cukup jarang menjadi tujuan prioritas belajar. Bukan untuk menjadi

Read more ...

Jadi Muslimah di Korea, bag terakhir

sumber: kompasiana photo: Alfan FarizkiSiapa bilang tinggal di luar negeri itu enak? Justru meninggalkan Indonesia berarti meninggalkan zona nyaman. Tetapi merantau seringkali memberikan banyak hikmah dan mengajarkan makna rindu akan rumah. Merantau adalah perjalanan pulang.

Shalat di sela-sela kuliah

Berbeda dengan saat di Indonesia, jadwal kuliah di Daejeon University tidak memperhitungkan waktu shalat. Saat kuliah di UGM setidaknya kami mendapat jeda perkuliahan pada waktu shalat zuhur, ashar, dan maghrib. Pada saat berkuliah di Daejeon, saya dan beberapa teman muslim harus meminta izin di tengah perkuliahan untuk pamit shalat beberapa menit.

Berada di negara dengan empat musim juga membuat waktu shalat cukup berbeda antara pada satu musim dan musim lainnya. Misalnya saja, saat musim dingin matahari terbenam lebih awal sedangkan pada musim panas, matahari baru

Read more ...

Edisi Terbaru