Mengusir Was Was Setan

Pertanyaan:

Saya adalah seorang pemuda. Terkadang saya di hinggapi rasa was-was (godaan dan keraguan) dari setan. Apa yang harus saya lakukan untuk mengusir was-was tersebut?

Jawaban:

Was-was setan bisa diusir dengan memohon perindungan kepada Allah #l dari godaan setan dan diiringi sikap berpaling dari was-was tersebut. Was-was setan tidak akan membahayakan selama tidak diberitahukan kepada orang lain, maka kewajiban bagi seorang muslim terhadap was-was setan  adalah meninggalkannya dan tidak mengindahkannya dan mestinya dia selalu memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

(Fatwa syaikh Al Fauzan dalam Al Muntaqa jilid ke-3, bab kitab Al jaami’ lil Ahkam, soal no. 508)

Boleh Meninggalkan Shalat?

Pertanyaan: Keadaan apa saja yang  bisa menjadikan manusia diperbolehkan meninggalkan shalat(wajib) semuanya?

Jawaban:

Tidak seorangpun diperkenankan (meninggalkan shalat) secara total selama akalnya masih genap(tidak sakit), yang diperkenankan baginya adalah shalat sesuai dengan keadaannya, shalat berdiri jika tidak mampu maka dengan duduk, jika tidak mampu maka shalat sambil berbaring. Tidak diperbolehkan seorang pun meninggalkan shalatnya jika dia sudah baligh dan berakal.
Adapun jika dia masih kecil belum sampai usia baligh, atau dalam keadaan gila atau hilang akal total maka (golongan) ini tidak terkena beban pelaksanaan shalat, berdasarkan sabda Rasulullah #n, “Diangkat catatan amal dari tiga golongan; anak kecil hingga dia baligh, orang tertidur hingga dia bangun, dan orang gila hingga dia sembuh (dari gilanya).” (Riwayat Abu Daud di dalam sunannya; 4/137-139)

Walhasil, kewajiban pelaksanaan shalat tidak pernah akan gugur dari seoraang muslim yang baligh lagi berakal selama akalnya masih sehat, namun pelaksanaan shalat menurut kondisi orang yang melaksanakannya.

(Fatwa syaikh Al Fauzan dalam Al muntaqa jilid ke-3, bab kitab As shalah, soal no. 43)

Edisi Terbaru