Memelihara Anjing

Pertanyaan:

Saya memiliki seekor anjing (untuk berburu). Dan anjing tersebut selalu berada didalam rumah hingga pun waktu tidur dia tidur bersama saya di dalam satu kamar. Apakah saya berdosa karena memasukkan anjing di tempatku? Berilah penjelasan yang berfaidah untukku, Jazakumullah khairan!

Jawaban:

Nabi #n telah melarang memelihara anjing melainkan untuk 3 hal; untuk berburu, penunjuk jalan, dan menjaga. Apabila kita memlihara anjing untuk salah satu tujuan tersebut maka tidak mengapa. Namun keberadaannya di satu tempat yang sama denganmu di dalam rumah dan di dalam kamar, maka kami memandang hal itu tidak ada satu tuntutan. Maka buatkanlah untuknya tempat tersendiri karena hal tersebut membawa keburukan terhadap kesehatan dan tidak ada kepentingan(satu tempat denganmu).

Rasulullah #n bersabda, “Malaikat (rahmat) tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing.” (Riwayat Al-Bukhari  7/64, dari hadits Abu Thalhah)

Tidak ada pengecualian bagi anjing pemburu, anjing penunjuk jalan, dan anjing pennjaga. Dan ini tidak dipahami keberadaan mereka tinggal dirmah (pemiliknya).(Al Muntaqa min Fatawa Asy Syaikh Shalih Al fauzan Juz 5, Kitab Ath’imah(16) soal no 441)

Teringat Belum Wudhu

Pertanyaan:

Aku telah selesai melakukan shalat, namun setelah beberapa saat aku ingat bahwa aku belum berwudhu. Bagaimana hukum shalat saya?

Jawaban:

Wudhu merupakan salah satu syarat shanya shalat, berdasarkan sabda Nabi #n, “Allah tidak menerima shalat diantara kalian apabila berhadats hingga dia berwudhu.” (Riwayat At-Tirmidzi I/81, Abu Daud I/15,16, dari hadits Abu Hurairah)

Maka kewajiban wudh tidak bisa gugur karena lupa atau tidak tahu. Maka kewajibanmu(penanya)  adalah menggati shalat yang kamu lakukan tanpa wudhu tadi. Dan wudhu dilakukan dengan mengguanakan air suci, apabila tidak ada air atau tidak kuasa menggunakan air maka bertayammum dengan debu yang suci. Jika tidak dijumpai air ataupun debu maka shalat sesuai dengan kondisinya tanpa wudhu dan tanpa tayamum.

Berdasarkan firman Allah #l, “Bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian.”(At Taghabun: 16) dan firman-Nya, “Allah tidak membebani jiwa melainkan sesuai dengann kemampuannya.” (Al Baqarah: 286)
(Al Muntaqa min Fatawa Asy Syaikh Shalih Al fauzan Juz 5, Kitab As Shalat no. 50)

Edisi Terbaru