Dia Campakkan Aku, setelah….

dia campakkan aku setelah
dia campakkan aku setelah

Assalamu’alaikum wr.wb
Kak, saya masih seorang mahasiswa di Surabaya. Saya mau curhat, Kak dan mohon solusinya, Kak ..
Begini, saya  pernah menjalin hubungan  dengan seorang laki-laki yang sudah bekerja selama setahun lebih. Ketika masih berpacaran saya kehilangan kehormatan saya sebagai wanita karena kebodohan saya. Saya tidak mau mengulanginya lagi tapi pacar saya tidak mau dan memaksa saya. Lama-lama saya tidak betah. Saya memberanikan diri untuk memutuskan dia, Kak. Setelah sebulan tidak ada komunikasi, tiba-tiba dia mengirim pesan ke saya dan mengajak saya balikan tapi saya tidak mau karena saya khawatir harus berbuat dosa itu lagi. Setelah itu kita putus komunikasi lagi dan tiga bulan kemudian dia menghubungi saya lagi, Kak dan memberi kabar akan menikah setelah melakukan hal yang sama dengan wanita itu. Hati saya sakit rasanya ,Kak. Saya tanya bagaimana dengan aku ? Dia menjawab kalau dia sudah tidak mengharap saya lagi karena terakhir kali tidak mau diajak ‘balikan’ dan hanya mengabarkan kalau dirinya mau menikah.

Kak,  saya lebih memilih meninggalkan dia karena takut dosa meskipun saya tidak tahu apa akan ada yang mau menerima saya kelak. Apa yang saya pilih itu keputusan yang benar tapi hati saya dendam, Kak, tidak rela rasanya. Saya tidak mempunyai ketenangan hati, Kak. Meskipun saya selalu berpikir bahwa akan ada yang menerima saya tapi terkadang hati saya berontak. Saya takut tidak ada yang mau dengan saya ... Dia baru mau menikah Kak. Apa yang harus saya lakukan. Apa saya juga harus meminta pertanggungjawaban padanya? Dengan cara apa, Kak. Atau saya harus ikhlas begitu saja? Mohon solusinya, Kak
Terima kasih
Rina (nama samaran)-Via email

Waalaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh
Rina…kita semua tahu bahwa Islam adalah agama yang sangat agung dan mulia. Begitu banyak ajaran agama Islam yang menjaga kehormatan penganutnya. Salah satunya adalah adanya larangan berpacaran. Mengapa dilarang? Salah satunya, karena berpacaran lebih banyak mendekatkan pelakunya ke perbuatan maksiat. Lebih jauh lagi, banyak model berpacaran zaman sekarang yang sudah melampaui batasan hingga melakukan perzinahan dan itu dilakukan dengan

perasaan biasa-biasa saja, tanpa ada rasa dosa sedikitpun. Seolah-olah demikianlah seharusnya perilaku orang yang berpacaran. Kenyataan seperti ini banyak sekali terjadi, apalagi dengan adanya kebebasan dunia maya.Na’udzubillahi min dzalik..

Rina…bersyukurlah masih ada rasa berdosa dalam dirimu saat dipaksa melakukannya karena rasa inilah yang membantumu keluar dari lingkaran tersebut. Kamu sekarang terlepas dari perbuatan maksiat tersebut. Allah masih menjagamu, Sayang. Allah masih berkenan memberimu kesempatan memperbaiki diri. Manfaatkan ini dengan sebaik-baiknya.

Kakak tahu kamu sangat kecewa, marah, terluka, sakit hati karena merasa dikhianati, merasa hanya dimanfaatkan, dendam dan segala perasaan negatif lainnya kepada mantan pacarmu itu. Itu sangat wajar. Akan tetapi jangan sampai rasa dendam kepada lelaki tersebut justru lebih memenuhi pikiranmu daripada keinginan untuk memperbaiki diri.

Rina, kamu ikut terjebak dalam  perbuatan dosa besar karena pengaruh lelaki itu. Oleh karena itu, akan lebih baik bagimu memikirkan bagaimana agar Allah berkenan mengampuni dosa tersebut daripada memikirkan membalas perbuatan lelaki tersebut karena merasa tak rela. Ketenangan diri  bukan diperoleh  dengan membalaskan dendam akan perbuatan lelaki tersebut akan tetapi dengan mendekatkan diri pada Allah, mengharapkan ampunan Allah dan perkenan-Nya untuk mengangkat beban di hatimu.

Karenanya, saran dari kakak curahkan semua ungkapan hatimu kepada Allah dalam doa sesudah shalatmu. Ungkapkan semuanya termasuk bagaimana perasaanmu pada lelaki tersebut. Lakukan hingga merasa lega. Kemudian bertaubatlah dengan sungguh-sungguh. Mohonlah ampun kepada Allah dengan sepenuh hatimu dan berjanji tidak akan terjebak lagi. Ucapkan syukur karena Allah masih memberi peringatan kepadamu dan memberimu kesempatan. Mulai sekarang, mari belajar Islam lebih dalam lagi. Agar keyakinan lebih tertanam kuat dalam hatimu dan tidak akan mudah terjerumus lagi. Perbanyaklah bergaul dengan teman teman yang shalih shalihah agar pergaulan selalu  terjaga.

Lalu bagaimana dengan laki-laki tersebut? Tak perlu bersedih … Sebenarnya kamu berhak meminta kepada Allah untuk membalasnya. Akan tetapi jika kamu berkenan memaafkan, mendoakan kebaikan, meminta pengampunan dan hidayah untuknya, ini lebih mulia. Itu jika kamu mau. Akan lebih baik serahkan urusannya kepada Allah. Biarkan Allah yang memutuskan untuknya. Jadi lepaskanlah dia. Semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah,bukan?

Sekali lagi, akan lebih baik bagimu untuk lebih fokus memperbaiki diri. Mulailah dari sekarang.
Rina, saat kamu tinggalkan dia karena takut berdosa, insya Allah, Allah akan memberikan ganti atas pengorbanan itu. Yakin dan percayalah dengan memperbaiki diri, menjadi muslimah yang bertaqwa, akan ada seseorang yang tepat untukmu. Insya Allah. Semoga Allah berkenan mengampuni dan memberikan barakahNya untuk kita semua…

Edisi Terbaru