Peter Pan Syndrome

Assalamualaikum Kak Yulia,
Apa kabar,Kak ? Semoga Kakak senantiasa dalam lindungan Allah. Aku mau berbagi cerita dengan Kakak, semoga Kakak bisa bantu aku.

Singkat cerita, beberapa bulan lalu aku dikenalkan dengan pria oleh teman ibuku. Hubungan kami berjalan kurang bagus, sehingga dia mengakhiri hubungan kami. Aku pikir hubungan ini berakhir karena aku bukanlah wanita salihah. Oke, aku akui aku bukan wanita sempurna. Profesi dia adalah calon pengacara perdata dan ingin belajar tentang hukum pidana . Kebetulan teman ibuku adalah seorang pengacara. Beliau juga sedang menangani kasus perceraian adik iparnya. Karena pria tadi (mantan) berniat belajar kasus hukum, diajaklah dia ke pengadilan agama. Awalnya kami semua tidak tahu kalau dia memiliki perasaan terhadap calon janda tersebut. Kami pikir dia adalah laki laki yang baik, taat agama. Tapi kami kaget, setelah kami menyimpulkan cerita bahwa dia menyukai si janda karena penyakit Peter Pan Sindrom. Aku pikir hubungan kami selama ini karena dia memang menyukaiku. Tapi ternyata, setelah kami ulas dia lebih menyukai ibuku bukan aku.

Pertanyaaku:
☆Bisakah penyakit Peter Pan Sindrom disembuhkan ?
☆Siapakah yang dapat berperan dalam proses penyembuhannya ?
☆Bagaimana cara terapi penyakit tersebut ?
☆Apakah ada kemungkinan dia menyukai gadis? Jujur aku terlanjur menyayanginya dan berharap dia kembali

Itu saja Kak.Tolong sarannnya ya, Kak..
Wassalamu’alaikum

Vita
Via email

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..
Hai Vita…salam kenal. Alhamdulillah kabar Kakak baik, terima kasih untuk doanya.

Vita yang baik..Kakak akan menjelaskan lebih dulu tentang apa itu  Peter Pan Syndrome. Sindrom ini merujuk pada orang dewasa yang secara psikologis, sosial, seksual tidak menunjukkan kematangan.  Secara psikologis, kedewasaan ditandai dengan kemampuan mengambil keputusan, memahami identitas diri, mampu berempati, inisiatif, mandiri, berani bertanggung jawab dan mampu mengontrol emosi. Orang dengan sindrom ini memiliki hambatan untuk menjadi dewasa. Sindrom ini biasanya dialami oleh pria.

Pada orang yang mengalami sindrom Peter Pan dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari di mana si pria sulit mengambil keputusan dan sangat tergantung pada orang lain /pasangan hingga hal sekecil apapun. Mereka takut berkomitmen, tidak

Read more ...

Capek, Tidak dipercaya Lagi…!



Assalamu’alaikum Kak Yulia, gimana kabarnya? Semoga selalu dalam lindungan Allah yah Kak.

Kak langsung saja ya, saya mau curhat tentang masalah yang sudah menjadi beban saya selama kurang lebih tiga tahun. Semenjak kecil orang tua saya sudah mendidik saya tentang agama apalagi masalah pacaran, namun sewaktu saya memasuki usia 13 tahun saya mulai mengenal yang namanya cinta, hingga saya memberanikan diri untuk pacaran. Saya tidak pernah berpikir tentang risiko yang akan saya dapatkan ke depannya. Yang  saya tahu,  intinya saya bahagia bersamanya.

Namun menjelang usia 14 tahun, akhirnya semua terbongkar. Orangtua saya sungguh marah besar, hingga ia melarang saya berteman dengan lawan jenis. Bahkan di HP saya, tidak boleh ada kontak laki laki, siapapun itu. Semenjak kejadian itu, orangtua saya selalu curiga jika saya main HP. Sedikit- sedikit mereka memeriksa HP saya.  Saya pasang status tentang cinta, mereka curiga lagi, bahkan marah. Saya sangat capek, Kak, dengan keadaan seperti ini. Saya merasa sudah tidak dipercaya lagi, namun saya sebagai remaja yang sekarang telah berusia 15 tahun ingin juga merasakan kebebasan dalam berteman. Semenjak peristiwa itu, saya juga sudah berjanji untuk tidak pacaran. Saya juga menyesal, tapi bagaimana Kak dengan berteman lawan jenis? Saya sangat tidak suka dibatasi seperti itu.

Mohon solusinya ya, Kak, dan sebelumnya saya mengucapkan terima kasih.

Zahra
Via email

Wa’alaikumussalam wa rahmtullahi wa barakatuh

Hai Zahra, terima kasih doanya, semoga Zahra pun selalu mendapat lindungan Allah. Zahra yang baik…di usiamu sekarang ini, sangat wajar jika kamu mendambakan kebebasan. Sangat wajar pula merasakan getar getar suka dengan lawan jenis karena ini adalah bagian dalam perkembangan hidup.Setiap orang tentu menginginkan kebebasannya dengan caranya sendiri sendiri sehingga sangat wajar bila merasa terganggu bila dikekang /diberi aturan yang mengekang kebebasan tersebut.

Sekarang Zahra sudah berumur lima belas tahun. Itu artinya, Zahra diharapkan mulai berpikir dewasa dan bijak. Ada baiknya, Zahra belajar melihat dari sudut pandang orang tua terlebih dahulu. Sebagai orang tua zaman sekarang, tanggung jawab

Read more ...

Edisi Terbaru