Bersama Para Pecinta di Ujung Senja

Alhamdulillah. Seluruh pujian hanyalah layak dimiliki oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana syukur hanya pantas dipanjatkan kepada-Nya. Karena seluruh nikmat yang ada pada diri kita berasal dari-Nya semata. Bila lisan kita telah beribu kali memuji-Nya, maka itu seluruhnya belum lagi mampu berimbang dengan banyak nikmat yang telah dicurahkannya pada kita.

Sobat fata, semoga Allah selalu merahmatimu. Pribadi shalih selalu berusaha untuk berdekat-dekat dengan Rabbnya. Menyebut namaNya, memuji dan mengagungkan Allah Ta’ala. Tak ada kesempatan yang istimewa untuk bertaqarrub denganNya kecuali si shalih akan memanfaatkannya. Karena berdekat dengan Allah, mengingatNya merupakan hal yang sangat membahagiakan hati seorang yang bertakwa.

Kebahagiaan tersebut jauh lebih nikmat dibandingkan seluruh nikmat dunia yang dirasakannya. Sehingga di siang dan malam hari ia berdiri, rukuk dan bersujud berdialog dengan Tuhannya. Shalat wajib tak pernah dia tinggalkan, sebagai amalan yang paling dicintai Rabbnya. Lisannya selalu basah dengan dzikir pada Allah. Akhir malam bagi orang lain adalah waktu ternyaman untuk menikmati waktu istirahat. Namun baginya, saat itu justru menjadi waktu-waktu paling membahagiakannya.

Termasuk waktu yang tak dia tak sia-siakan adalah di pagi dan petang hari. Yah, kedua waktu itu begitu istimewa baginya untuk mencari keridhaan Allah Ta’ala. Nah, bersama orang-orang shalih yang memanfaatkan waktu pagi petangnya untuk berdzikir pada Allah inilah yang elfata angkat kali ini. Agar pagi dan petang hari menjadi sebab turunnya keridhaan Allah Ta’ala. Jangan lupa baca pula materi-materi lain yang tak kalah menariknya. Selamat membaca!

Edisi Terbaru