Pintu Surga Tinggal Sehasta

Alhamdulillah. Sejak awal hingga akhir pujian hanya layak dipersembahkan kepada Allah. Segala nikmat yang ada pada makhluk hanya berasal dari anugerah-Nya, bukan yang lain.
Orang yang terbaik adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya.Seorang muslim yang diberi panjang umur tentu wajib bersyukur. Kenapa  demikian? Bila umur panjang berarti kesempatan untuk menambah amal shalih terbuka lebar. Ini jelas baik. Demikian pula bila umur panjang, peluang untuk memperbanyak taubat masih besar.
Pinginnya setiap kita tentu dikaruniai usia yang panjang. Tapi ajal merupakan rahasia dari Allah Ta’ala. Kematian bisa datang kapan-pun sesuai kehendak Allah. Maut sering berkunjung tanpa memilah dan memilih usia. Mati tak harus menunggu sakit atau tua. Kawula muda pun berpotensi untuk disapa oleh malaikat maut.


Karenanya terlalu gegabah bila banyak remaja mengatakan “Ngapain rajin ibadah, masih muda kok.” “Yang tua itu lho yang disuruh tobat. Aku sih masih belum bau tanah.” Padahal zaman sekarang, justru peluang datangnya kematian di usia muda semakin besar. Di antaranya karena kecelakaan saat di jalan raya, atau mungkin karena gaya hidup yang tak sehat sebagian remaja.
Bagaimanapun kalau disuruh memilih antara panjang umur dan pendek umur tentu kita akan memilih panjang umur. Namun, ada yang lebih penting dari panjang atau pendeknya umur yaitu bagaimana akhir dari kehidupan kita. Akhir kehidupan yang baik merupakan dambaan dari setiap muslim. Sebaliknya, akhir yang buruk adalah mimpi buruk yang kita mesti berlindung darinya. Mengenaskan bila umur pendek, mendapat su’ul khatimah lagi.
Nah, bahasan tentang akhir baik dan buruk bagi seorang remaja muslim yang akan diangkat pada edisi kali ini. Seiring harapan semoga Allah memberikan akhir kehidupan yang baik bagi kita. aamiin.



Edisi Terbaru