Agar Hati Tak Salah Berharap

Alhamdulillah, pujian dan syukur hanya layak disanjungkan pada Allah semata. Sejak awal  hingga  akhir seluruh pujian miliki hanya milik Allah saja. Tiada sekutu bagi-Nya.

Meski telah terpisah selama bertahun-tahun dengan Yusuf, harapan Nabi Ya’kub tak pernah punah. Ia perintahkan anak-anaknya untuk mencari Yusuf hingga ketemu. Jangan putus dalam berharap kebaikan kepada Allah, demikian semboyan yang diberikan oleh Ya’kub kepada putra-putranya.

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Yusuf:87)

Bila rasa harap telah pupus maka putus asa akan jadi kendaraan. Kalau rasa harap telah mati, tiada semangat untuk berusaha. Hari-hari akan

dijalani ala kadarnya, sekadar menunggu ajal tiba. Yah, karena adanya rasa harap maka hidup akan terasa hidup. Sesuatu yang berat akan terasa lebih ringan, dan doa pun akan berhenti  dipanjatkan. Akan tetapi, janganlah pernah salah dalam mencari tempat mencurahkan segala harapan. Seperti berharap rahmat, ampunan, kemudahan rezeki, jodoh, dan segala perkara dunia dan akhirat.

Hanya Allah tempat berharap, bukan yang lain. Karena Dia Ta’ala saja yang memiliki sifat sempurna sehingga paling layak menjadi tumpuan harapan. Segala sesuatu di langit dan di bumi hanya milik Allah. Tiada sesuatu pun yang lepas dari kekuasaan-Nya. Dia Maha berkuasa atas segala sesuatu. Berharap kepada Allah, tentu saja mesti diikuti dengan aktivitas dan amal yang nyata. Harapan tanpa usaha yang benar hanyalah angan kosong tiada berguna. Nah, bahasan tentang rasa harapan ini yang akan diangkat oleh elfata kali ini. Jangan lupa, baca pula bahasan-bahasan lain yang tak kalah menariknya.  Semoga bermanfaat.

Edisi Terbaru