Bahagia Hati Tanpa Membully

majalah elfata edisi 09 oktober 2016

Alhamdulillah, segala pujian hanya layak disanjungkan pada Allah, Rabb al-Alamin. Dengan pertolongan-Nya segala kebaikan dapat teraih dengan sempurna. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan pada Nabi dan Rasul terakhir, Muhammad bin Abdillah. Teriring kepada para shahabatnya yang mulia dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Canda dan tawa tidak lepas dari obrolan kita dengan sahabat dan teman. Baik obrolan secara langsung, face to face atau lewat media. Terkadang saling ngerjain, itu hal yang biasa. Asalkan tidak kelewat batas, tampaknya hal itu sah-sah saja untuk dilakukan. Meski demikian, tetap saja satu dua ketika kita lupa. Demikianlah watak manusia. Kita jadi kebablasan dalam bercanda dan ngerjain teman. Ucapan yang tak

terkendali baik lewat lisan atau tulisan membuat hati orang pun terluka. Terlukanya hati oleh kata-kata yang menyakitkan memang tidak nampak dari luar, namun bisa dirasakan. Hubungan pun jadi renggang gara-gara kata yang berlebihan. Sakitnya hati tak jarang butuh waktu berbulan hingga bertahun untuk pulih kembali. Oleh karena itu, setiap kita perlu hati-hati dalam berkata dan bercanda. Kebiasaan membully apalagi yang berlebih-lebihan bukan perkara yang baik untuk dilakukan. Jangan anggap wajar sesuatu yang berbuah dosa dan kemaksiatan. Membully hingga kebablasan bisa saja dikategorikan bentuk kezaliman. Sementara kezaliman hanyalah akan membuat suram masa depan. Nah, bahasan tentang masalah bully-membully ini yang akan diangkat oleh elfata edisi kali ini. Harapannya agar setiap remaja muslim selalu waspada dan hati-hati. Baca pula bahasan-bahasan lain elfata edisi kali ini yang tak kalah menarik. Baiklah sobat muda, selamat membaca!

Edisi Terbaru