Nikah Muda Surga Yang Tak Dirindukan

nikah muda surga yang tak dirindukan
nikah muda surga yang tak dirindukan

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga terlimpah para Rasulullah. Dunia tak pernah berhenti menayangkan kisah cinta anak-anak Adam. Kisah yang selalu mengharu biru dunia dan menghias bumi dengan bunga-bunganya.  Hingga rembulan ikut tersenyum mengiringinya. Meski tak  jarang cinta mengalirkan hujan air mata, hingga perasaan cemburu yang membakar bak api. Cinta juga melahirkan seribu satu perasaan lain yang berkecamuk di dalam hati. Saat cinta dipadu dalam ikatan yang kokoh, maka keindahan jadi sempurna. Sakinah, mawaddah wa rahmah merekah. Namun ketika cinta tak diikat dengan ikatan yang benar, ia

berubah jadi liar. Cinta manusia dapat menjadi lebih liar dan rendah dibandingkan binatang. Ikatan yang paling tepat untuk mengikat cinta anak manusia bernama pernikahan.  Begitu menginjak usia remaja, perasaan cinta mulai menyapa. Membisikkan irama indah di telinga, menampakkan bunga-bunganya, serta menjanjikan madu dan nektarnya. Sayangnya, ada saja penghalang untuk memetik cinta. Ketika perasaan itu telah mekar di hati, orang pun bilang belum waktunya untuk dipetik. “Jangan terburu-buru, toh bunga itu akan selalu mekar.” Menikah muda untuk mengikat cinta sejalan waktu nyaris dianggap tabu, kecuali bila mahkota bunga telah terlanjur layu. Sebagai gantinya, kehidupan modern menawarkan ikatan lain bagi para pencinta, yaitu pacaran. “Jangan buru-buru menikah, pacaran dulu saja. Masa depan kalian berdua masih panjang”. Surga bernama nikah muda pun akhirnya pudar. Mengenaskan! Nah, bahasan seputar nikah muda yang akan diangkat oleh elfata edisi kali ini. Agar para remaja  punya gambaran yang benar tentang nikah muda dan tak lagi salah sangka. Jangan lupa, baca juga tulisan-tulisan lain di elfata kali ini yang tak kalah menariknya. 

Edisi Terbaru