Malu Ke Surga Pede Ke Neraka

Alhamdulillah. Shalawat dan salam semoga terlimpah pada Rasulullah, shahabat, dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Rasa malu sebagian dari iman. Rasa malu juga selalu mendatangkan kebaikan. Itulah malu yang menjaga kemuliaan diri manusia dari perbuatan nista, keburukan dan yang melanggar kesopanan. Perasaan malu yang demikian sudah seharusnya jadi mahkota indah yang selalu dikenakan oleh setiap muslim. Namun kini, rasa malu tersebut seringkali diletakkan bukan pada tempatnya. Orang justru malu melakukan perbuatan baik, sementara pede banget melakukan keburukan. Misalnya malu ikut pengajian, malu bersedekah, memakai hijab, malu mengajak orang lain berbuat baik dan lain sebagainya. Akhirnya, banyak amalan ketaatan ditinggalkan gara-gara malu dengan orang lain. Kebaikan pun menjadi semakin asing di tengah-tengah masyarakat. Sebaliknya, orang cenderung enggan untuk lepas dari keburukan karena alasan

malu pada orang lain. Ikut-ikutan nyontek karena seluruh siswa di kelas nyotek. Ikut nggak pake hijab karena teman-teman tidak ada yang berhijab. Bila kondisi demikian dibiarkan, maka keburukan akan semakin unjuk gigi dan mendominasi. Tentu saja, rasa malu seperti yang disebutkan tadi tidak berada pada tempatnya. Salah tempat. Seorang yang beramal kebaikan dan meninggalkan dosa sebenarnya demi keselamatan dan kebaikan dirinya sendiri. Kalau ia tidak mau melakukannya karena alasan malu, sama artinya ia malu untuk selamat. Mudahnya, ia malu masuk surga tapi pede ke neraka. Nauzubillah min dzalik. Dari sini, kita selayaknya menata ulang tentang  malu yang benar dan tidak benar. Agar diri kita tidak salah dalam bersikap yang berujung pada keselamatan diri kita sendiri. Baiklah sobat muda, selamat membaca bahasan seputar malu ini. Jangan lupa, baca juga bahasan-bahasan lain yang tidak kalah menariknya.

Edisi Terbaru