Bukan Casing Teroris

Alhamdulillah. Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan pada Rasulullah Muhammad shalallahu ’alaihi wassalam, shahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Sobat Fata, bagaimana kabarmu? Semoga Allah selalu mencurahkan rahmatNya kepadamu. Sobat, banyak berita yang kurang nyaman disimak yang disuguhkan oleh media-media sekuler negri ini dan pihak tertentu. Lebih-lebih bila terkait dengan umat Islam dan ajaran Islam. Rupanya terlalu sulit untuk berlaku adil pada umat ini, meski jadi mayoritas negri ini.

Korban pun banyak berjatuhan dari berita dan opini yang dibuat oleh media-media itu. Mayoritasnya dari kalangan yang masih begitu awam dengan ajaran Islam. Salah satunya terkait masalah tindakan teror dan pelaku terornya.

Umat Islam tentu sangat benci dan mengutuk seluruh tindakan teror yang ada. Namun yang disesalkan adalah stigma teror dan sebutan teroris selalu saja dialamatkan pada umat Islam. Dengan dalih pelakukan adalah muslim. Lebih-lebih bila pelakunya ada pria berjenggot, istrinya berjilbab besar dan bercadar.

Sementara bila pelakunya bukan muslim sebagian besar media ada begitu keberatan menyebutnya sebagai teroris. Makanya, kita hingga hari masih menunggu pihak-pihak tersebut untuk menyebut gerakan separatis OPM dan RMS sebagai teroris. Karena tindakan organisasi separatis itu jelas-jelasan merupakan teror yang terorganisir.

Tindakan teror jelas adalah kejahatan besar, sebagaimana mengidentikkan ajaran Islam sebagai sumber teror juga merupakan kejahatan besar. Nah, bahasan seputar kesalahan dalam mengidentikkan teroris dengan simbol-simbol Islam yang dibahas oleh Elfata edisi kali ini. Jangan lupa baca pula artikel-artikel menarik yang lain.

Bukan Cinta Musiman

Alhamdulillah, seluruh pujian dan syukur hanya layak dipersembahkan pada Allah Ta’ala. Dengan karuniaNya semata majalah elfata kembali dapat menyapamu hingga detik ini. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasulullah Muhammad n, shahabat serta seluruh pengikutnya hingga akhir jaman.

Bulan Ramadhan terus berjalan hingga penghujungnya. Ia segera pergi dan akan digantikan terbitnya bulan baru, Syawal. Ya Ramadhan memang hanya akan hadir satu bulan dalam satu tahunnya. Meski demikian keindahan dan semangat bulan Ramadhan bisa menghiasi 11 bulan berikutnya.

Di bulan Ramadhan manusia bersemangat dalam menjalankan beragam amalan ketaatan, dari yang bernilai wajib hingga yang sunnah. Masjid-masjid dipenuhi kaum muslimin untuk menunaikan shalat. Kepala para yatim diusap dengan penuh kelembutan dan diberikan santunan. Banyak kaum fakir yang ikut tersenyum bahagia karena saudaranya kaum kaya begitu dermawan di sepanjang Ramadhan.

Kata dan pandangan lebih terjaga di bulan mulia ini. Rasa kasih sayang banyak ditebarkan oleh manusia. Sebuah pemandangan yang sedemikian indah. Tak ingin rasanya memisahkan semua keindahan tersebut dari pandangan mata dan jiwa.
Yah, bulan Ramadhan boleh jadi berlalu dan pergi namun keindahannya tak layak dibiarkan pergi begitu saja. Beragam amal ketaatan, akhlak yang mulia hendaknya tetap dihadirkan di bulan-bulan lainnya. Bahasan seputar menjaga ritme ibadah dan keimanan setelah Ramadhan ini yang akan diangkat oleh Elfata edisi kali ini. Jangan lupakan rubrik-rubrik menarik lain yang dihadirkan di dalamnya. Selamat membaca!

Edisi Terbaru