Edisi 1 vol 09: Jilbab Di Cafe

Jilbab Di Cafe

PERMOHONAN MAAF!

Sehubungan dengan pemuatan gambar wanita berjilbab yang tidak sesuai ketentuan syariat pada majalah Elfata edisi 1 volume 09 tahun 2009 maka kami pimpinan redaksi majalah elfata memohon maaf kepada seluruh pembaca elfata di tanah air atas pemuatan tersebut. Pemuatan gambar tersebut terjadi karena lolosnya satu tahap koreksi yang harus dilalui oleh redaksi. Ustadz Khalid Syamhudi sebagai staff ahli elfata, telah memberikan teguran dan nasehat atas kekeliruan kami dan pemuatan gambar tersebut. Kami mengucapkan jazahullah khairan kepada Al ustadz yang telah memberikan teguran dan nasehat membangun tersebut. Kami beristighfar kepada Allah atas kesalahan tersebut dan memohon maaf kepada para pembaca Elfata di tanah air. Kesalahan tersebut hendak kami jadikan cambuk dan pelajaran agar tidak terulang kembali di kemudian hari.
PIMPINAN REDAKSI


Muslim muda, ketemu lagi. Bagaimana kabarmu? Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan dan rahmat-Nya untukmu semua. Kita semua memang selalu butuh pada kasih sayang Allah dalam menjalani kehidupan. Termasuk dalam hal menjalankan ibadah yang merupakan tugas utama kita hidup. Ingat kan?Muslim muda, salah satu bentuk ibadah  yang mesti kamu laksanakan adalah memakai jilbab. Emm, tentu saja untuk kamu para muslimah.

Jilbab adalah kewajiban sebagaimana kewajiban-kewajiban lain yang kudu dilaksanakan. Jadi ia seperti shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, dan kewajiban yang lainnya. Namanya kewajiban, ya kudu dilaksanakan. Meninggalkan shalat lima waktu itu berdosa. Meninggalkan puasa di bulan Ramadhan tanpa halangan juga berdosa. Begitu juga meninggalkan syariat berjilbab. Banyak muslimah di negri ini belum tahu bahwa memakai jilbab itu merupakan kewajiban. Jadinya, mayoritas muslimah tidak memakai jilbab.

Di samping tidak paham, ada juga yang nekat mengatakan 'yang penting kan hatinya baik tidak berjilbab tidak mengapa'.Pemahaman seperti ini tidak benar. Orang yang hatinya baik adalah yang taat pada syariat Islam. Padahal syariat Islam menyuruh seseorang untuk berjilbab. Tidak mau berjilbab berarti tidak taat dengan syariat Islam. Orang yang tidak taat pada Allah mengapa mengaku baik?Ada juga yang sudah berjilbab namun ternyata jilbabnya belum sesuai aturan yang ditetapkan oleh syariat Islam. Bentuk, ukuran dan gaya-gaya pemakainya masih jauh dari harapan Islam.

Kalau dibilang 'kan dah mending daripada tidak berjilbab'. 'Sudah mendingan daripada tidak' itu bukan berarti benar. Dalam beragama kamu kan harus cari yang benar, sesuai yang diinginkan oleh Allah supaya Dia cinta padamu.  Belakangan ini muncul juga istilah jilbab modis, jilbab trendi, jilbab artis dan lainnya. Nah, bagaimana kamu menyikapi semua fenomena ini. Simak dalam Elfata edisi kali ini!

Harga Majalah El Fata edisi ini Rp 1,000* dengan ongkos kirim ditanggung pembeli. Silahkan menghubungi 081329639639


Edisi 2 vol 09: Layanan Pesan Antar Cinta

Layanan Pesan Antar SMS Cinta
Sobat muda, Allah masih memberi umur pada kita sampai detik ini. Alhamdulillah. Kesempatan kita untuk bertobat dan beramal kebajikan berarti masih terbuka lebar. Makanya semasa kesempatan itu terbuka, yuk semangat untuk menjadi seorang yang bertakwa.Sobat yang baik, ada banyak peristiwa penting di bulan-bulan terakhir ini.
Sejak bulan Januari kemarin, saudara-saudara kita di Palestina diserang oleh tentara Yahudi. Tentara zionis menggempur siang malam dengan membabi buta. Sasarannya serampangan, termasuk anak kecil, ibu-ibu, orang tua dan masyarakat sipil lainnya. Tindakan brutal itu tentu menyisakan penderitaan dan korban pada saudara kita di Palestina.
Yang gugur tak sedikit, lebih lagi yang terluka. Luka dan penderitaan mereka adalah luka kita juga. Para ulama Islam turut merasa sakit dengan penderitaan saudaranya. Mereka mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk membantu saudara seislam yang terzalimi dengan kekuatan materi maupun non materi. Berbagai lembaga Islam pun menggalang dukungan dan bantuan untuk kaum muslimin Palestina.
Sobat muda, jangan lupa turut andil membantu mereka dengan harta dan juga doa. Salurkan bantuanmu pada berbagai lembaga atau yayasan Islam yang membuka program bantuan untuk rakyat Palestina, agar bantuanmu tepat dan sampai sasaran.
Semoga Allah memberikan kesabaran untuk saudara kita, sekaligus membukakan pintu kemenangan untuk mereka. Aamiin.Sobat muda, simak beragam sajian elfata edisi kali ini. Di antaranya fatwa para ulama tentang Palestina di rubrik dunia Islam. Demikian pula bahasan tentang comblang yang menjadi perantara cinta di sajian utama. Serta bahasan lain yang tak kalah menariknya. Selamat membaca, semoga Allah senantiasa menunjuki kita

 

Harga Majalah El Fata edisi ini Rp 1,000* dengan ongkos kirim ditanggung pembeli. Silahkan menghubungi 081329639639


- Lebih Siap Nikah Dini 

obat muda, menikah adalah salah satu tahap kehidupan yang akan dilampaui oleh manusia. Bukan tabu berbincang tentangnya meski usia masih belia, asalkan tak keluar dari aturan dan batas-batas syariat. Pernikahan dalam usia yang masih muda bukan sesuatu yang terlarang dalam agama kita. Meski demikian pernikahan tersebut sudah semestinya disiapkan dengan baik dan matang agar semakin bermakna. Belakangan, orang terlalu sering memandang sinis pada pernikahan usia muda yang dilakukan oleh mereka yang berusaha taat pada agama.
Ada banyak alasan disuguhkan demi menjegal keberadaan nikah dini yang syar’i. Usia masih kurang dewasa, sekolah belum selesai, pekerjaan belum mapan,  dan beragam alasan lain yang masih bisa dibuat dan ditambah lagi. Pintu pernikahan yang tertutup ini ternyata memberikan peluang terbukanya pintu lain yang buruk dan berujung pada kerusakan dan kejahatan. Bukan berita baru bila ditemukan ada remaja putri yang hamil sebelum nikah. Tidak sedikit remaja belia melakukan hubungan perzinaan. Bukan merupakan barang langka ditemukan pasangan remaja bermesraan yang tak diikat oleh tali pernikahan.

Data-data yang pernah kita baca juga menyebutkan banyaknya remaja putri yang melakukan aborsi akibat hubungan di luar nikah. Daripada membiarkan remaja terjebak pada perbuatan nista dan bejat, tentu lebih bijaksana bila melempangkan jalan menikah untuk mereka. Karena jalan pernikahan itu baik, halal dan menenangkan, berbeda dengan jalur perzinaan. Baiklah, masalah seputar pernikahan dini inilah yang akan dibahas oleh elfata pada edisi kali ini. Jangan lewatkan juga bahasan-bahasan lain yang tak kalah menariknya.

      
 

- Gila Makanan Gaul 

Ada banyak pilihan makanan di sekitar kita. Mau pilih makanan apa saja, dari berbagai propinsi sampai dari berbagai negara bisa dibeli, tentu saja bagi kamu yang memiliki kelebihan uang. Sedangkan bagi yang tak punya uang lebih cukuplah bersyukur dengan makanan lokal yang ada, karena bagaimanapun masih banyak orang yang tak bisa menikmati makanan seperti kamu.  Apalagi makanan lokal yang ada tak kalah hebat kandungan gizinya dibanding makanan dari negri yang jauh.

Sebagaimana busana yang berulang kali mengalami perkembangan dan mengenal mode-mode terbaru, demikian pula makanan.  Ada banyak daftar makanan-makanan baru yang belum kita kenal beberapa tahun yang lalu, namun sekarang sudah banyak bertebaran. Begitu pula ada  makanan yang disuguhkan oleh pemain bisnis makanan yang sudah lama. Bisnis makanan boleh jadi sangat menjanjikan  sehingga dilirik oleh para bisnisman.  

Urusan perut memang  sesuatu yang penting, sehingga Islam mengajak orang-orang yang berpunya untuk memikirkan nasib perut orang-orang miskin. Namun kini, kadang orang makan tak sekadar ingin mengisi perut, namun ada gengsi yang mulai dimanjakan. Karena gengsi, wah, atau ‘ngetren’ dipaksakan untuk  berdampingan dengan makanan yang mengganjal di perut. Makanan ala barat yang tak mesti sehat pun dipaksa menjadi sebuah trend hebat di sebagian kalangan. Remaja tentu saja salah satu konsumennya. Mengonsumsi makanan-makanan import, barat atau timur apakah terlarang? Bagaimana menyikapi trend memakan makanan seperti itu di sebagian remaja? Baca seutuhnya di elfata edisi kali ini.


- Fitnah Kamera     
Menjadi seorang yang populer tidak selalu harus lewat perantara sorot kamera. Namun tak bisa dipungkiri bahwa  sorot kamera lebih memudahkan orang menjadi tenar, paling tidak di jaman ini. Populer bisa saja menjadi sesuatu yang bermanfaat meski bisa juga menjerumuskan seseorang pada beragam kubangan problematika yang tak ringan.
Banyak orang yang bercita-cita menjadi sosok yang popular dengan menempuh berbagai cara yang lazim dan tak lazim. Meski telah banyak orang yang akhirnya mendapat bertumpuk masalah dengan kepopulerannya, namun tetap  saja berjubel orang yang ingin jadi populer. Audisi ini dan  itu yang diselenggarakan pun tak ketinggalan dipadati oleh manusia yang ingin populer. Gila popularitas bukan hal yang terpuji. Apalagi sekadar ingin populer sehingga menghalalkan segala macam cara, ini tambah tidak terpuji.
Kamera yang bisa mendukung kepopuleran seseorang ternyata menyimpan beragam kemudharatan  disamping kemanfaatan yang dimilikinya.  Tentu saja peranan kamera tak sebatas pada mempopulerkan orang, hewan atau tumbuhan.  Ada banyak manfaat dan kelebihan yang bisa didapat dari keberadaan kamera dan turunannya. Meski tetap saja ada sisi negatif yang  mencuat dan menonjol disamping manfaatnya.
Prostitusi remaja dan anak via dunia maya yang belakangan ini terbetik beritanya juga tak bisa dilepaskan  dari peran kamera, foto dan sejenisnya. Begitu juga konsleting antara laki-laki dan perempuan juga terjadi salah satunya karena hal ini.  Bersikap waspada dengan terhadap peran buruk kamera sudah mesti dilakukan, walau tetap saja kita tak mampu menolak kegunaannya. Ambil manfaatnya tinggalkan keburukannya.

 

 

 

 

 


 

-Ketika Dia Terlalu Menarik
Berlawan dari harapan. Yang terjadi adalah kebalikan dari yang diharapkan. Begitulah yang terjadi apabila seseorang meninggalkan ajaran Islam dalam meraih kebaikan.  Inginnya memperjuangkan nasib kaum Hawa, agar  memperoleh kebebasan dengan sebebas-bebasnya. Namun yang terjadi adalah kaum perempuan malah semakin terpuruk dalam berbagai keburukan dan  semakin menggali kuburnya sendiri.  
Gerakan mengangkat derajat kaum wanita lebih cenderung merendahkan kaum wanita.  Bebasnya wanita dimaknai sebagai bebas dari aturan-aturan baku yang telah digariskan oleh ajaran Islam. Kebebasan yang kebablasan ini memunculkan beragam masalah-masalah baru tidak terbatas pada dunia wanita sendiri bahkan berkembang lebih luas. Diantaranya memunculkan permasalahan yang  terkait dengan dunia laki-laki.
Pada asalnya dunia lelaki dan perempuan adalah dunia yang mandiri. Masing-masing memiliki dunia  tersendiri yang tak bercampur antara satu dengan yang lain. Namun karena emansipasi-salah satunya- membuat dua dunia ini membaur tanpa ada batasan. Dan ini memunculkan problem serius bagi umat ini. Di sinilah setan dengan begitu mudahnya bermain tanpa penghalang. Mengaduk-aduk  isi hati lelaki dan perempuan.
Menyimpangkan manusia dari tujuan asasi kehidupan untuk beribadah demi melampiaskan nafsu. Membuang batasan-batasan yang telah terpampang jelas dalam syariat Islam. Menumbuhkan cinta yang prematur sebelum layak datang masanya. Membingkai cinta lelaki dan perempuan dalam hawa nafsu yang berkobar tak ada batasannya. Suka terhadap lawan jenis jelas sesuatu yang wajar dan tak bisa dihalangi. Namun bila kesukaan dibingkai dalam hawa nafsu maka akan menimbulkan petaka yang tak ada habisnya.  Nah, bagaimana membingkai sebuah rasa suka pada lawan jenis dalam kebaikan sehingga berakhir dengan kebahagiaan?  Mari baca dengan tuntas di edisi elfata kali ini!

 

 

 

 


 

- Catwalk Jalanan  

Setiap orang berhak untuk lewat di jalan umum. Namanya juga jalan umum maka ia tidak dikhususkan untuk orang-orang tertentu. Tua muda, wanita lelaki, gendut kurus, bahkan bayi sekalipun boleh melewatinya-tentu saja dengan orang tuanya bukan jalan sendiri. Saat kita terpaksa nongkrong di jalan, bukan di tengahnya tentu saja,  ada beberapa hal yang harus kita lakukan.

Mata tak boleh jelalatan memandangi setiap yang lewat. Siap untuk menunjukkan arah bagi yang salah jalan dan jalur. Gak usah lama-lama bernongkrong ria karena akan menghabiskan waktu. Karena yang lewat adalah orang maka ada banyak macam ragam bentuk dan penampilan yang bisa disaksikan. Ada yang berkopyah dan bersarung karena pulang pergi ke masjid. Ada yang berseragam putih abu-abu, putih biru tua, biru merah hati. Mereka tentunya anak sekolah. Banyak lagi tampilan-tampilan yang lain.

Yang putri sering ditemukan berpakaian dan berpenampilan bermacam-macam. Berganti tampilan sesuai dengan mode yang lagi ngetren saat itu. Saat di rumah memang tak terlalu macam-macam berbusana. Namun begitu keluar rumah, di jalanan, tampilan pun berubah aneh-aneh. Seakan sedang menawarkan busana dan dandanan terbaru yang lagi ngetren. Seolah seorang model yang tengah memeragakan busananya di atas catwalk. Ya, catwalk jalanan. Nah, apa yang mesti kita lakukan dengan tren semacam ini? Baiklah, baca seutuhnya di elfata edisi kali ini!

 

 

 

 

 


 

- Demi Waktu
Waktu yang telah berlalu bukan lagi milik kita. Sudah berakhir dan  tak akan kembali lagi.  Masa-masa yang lalu juga tinggal kenangan atau akan menjadi sejarah bagi manusia yang hidup di masa belakangan.  Segala yang telah kita lakukan di masa lampau mungkin akan terlupa, hilang begitu saja dari ingatan. Meski sebenarnya ia tak akan hilang dari catatan malaikat  raqiibun atiid. Tinggal bagaimana aktivitas yang kita lakukan di masa lalu, apakah kebaikan atau keburukan.

Bila kebaikan yang kita lakukan maka beruntunglah diri kita. Namun bila sebaliknya alangkah celakanya kita. Syukurnya kita masih punya waktu sekarang, waktu yang lagi kita miliki ini. Artinya bila kita berbuat kejelekan di masa lampau, masih ada kesempatan bagi diri kita untuk bertobat dan memperbaiki diri. Bila masih sedikit kebaikan yang kita buat maka masih terbuka kesempatan untuk menambah jumlah amal shalih kita.

Namun demikian, ingatlah kembali bahwa sekarang adalah masa lampau bagi masa depan. Apa yang kita lakukan di masa sekarang akan menjadi masa lalu bagi masa mendatang. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita memanfaatkan waktu yang ada sekarang ini dengan beragam amal shalih. Agar catatan amal kita terisi penuh dengan kebaikan bukan keburukan. Wallahu a’lam.

 

 

 

 

 


 

- Edisi 03 Vol 09: Layanan Pesan Antar Cinta    
Sobat muda, Allah masih memberi umur pada kita sampai detik ini. Alhamdulillah. Kesempatan kita untuk bertobat dan beramal kebajikan berarti masih terbuka lebar. Makanya semasa kesempatan itu terbuka, yuk semangat untuk menjadi seorang yang bertakwa.Sobat yang baik, ada banyak peristiwa penting di bulan-bulan terakhir ini.
Sejak bulan Januari kemarin, saudara-saudara kita di Palestina diserang oleh tentara Yahudi. Tentara zionis menggempur siang malam dengan membabi buta. Sasarannya serampangan, termasuk anak kecil, ibu-ibu, orang tua dan masyarakat sipil lainnya. Tindakan brutal itu tentu menyisakan penderitaan dan korban pada saudara kita di Palestina.
Yang gugur tak sedikit, lebih lagi yang terluka. Luka dan penderitaan mereka adalah luka kita juga. Para ulama Islam turut merasa sakit dengan penderitaan saudaranya. Mereka mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk membantu saudara seislam yang terzalimi dengan kekuatan materi maupun non materi. Berbagai lembaga Islam pun menggalang dukungan dan bantuan untuk kaum muslimin Palestina.
Sobat muda, jangan lupa turut andil membantu mereka dengan harta dan juga doa. Salurkan bantuanmu pada berbagai lembaga atau yayasan Islam yang membuka program bantuan untuk rakyat Palestina, agar bantuanmu tepat dan sampai sasaran.
Semoga Allah memberikan kesabaran untuk saudara kita, sekaligus membukakan pintu kemenangan untuk mereka. Aamiin.Sobat muda, simak beragam sajian elfata edisi kali ini. Di antaranya fatwa para ulama tentang Palestina di rubrik dunia Islam. Demikian pula bahasan tentang comblang yang menjadi perantara cinta di sajian utama. Serta bahasan lain yang tak kalah menariknya. Selamat membaca, semoga Allah senantiasa menunjuki kita

 

Edisi Terbaru