Sebelum Terlambat

Kisah tentang kehancuran umat-umat pendurhaka tidak sekali dua kali disebutkan dalam al-Quran. Cukup banyak. Misalnya kaumnya Nabi Nuh. Mereka dibinasakan dengan banjir besar. Kaum Nabi Luth lumat dengan hujan batu. Kaum Aad dibinasakan dengan angin kencang yang berhawa dingin. Fir’aun dan pasukannya tenggelam di laut merah. Mereka diazab karena dosanya. Melanggar larangan Allah Ta’laa. Menentang para Nabi yang diutus.

“Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku.” (Qaf:14)

Itu semua kisah nyata. Bukan legenda apalagi mitos. Bekas-bekas tempat tinggal beberapa dari mereka masih tersisa. Bisa disaksikan hingga hari ini. Tidak semua kisah turunnya azab disebutkan secara rinci di dalam al-Quran. Ada Kota Pompeii misalnya. Sebuah kota pusat perzinaan di masanya. Azab tiba, seluruh penduduknya binasa tertimbun letusan gunung Vesuvius pada 79 M.  Di tingkat lokal, tidak jauh dari tempat tinggal kita, ada peristiwa Legetang. Sebuah dusun di daerah Dieng yang tertimpa longsoran Gunung Pangamun-amun. Lenyap dalam satu malam.

Untuk Tujuan Apa

Sudah banyak ayat yang mengisahkan turunnya azab bagi kaum pendosa. Bukti-bukti kasat mata juga masih terlihat hingga saat ini. Tujuannya tidak lain agar umat belakangan bisa mengambil ibrah-pelajaran-. Tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena bila diulangi, boleh jadi akan terulang pula kehancuran yang sama. Allahul musta’an. Hanya pada Allah tempat meminta pertolongan.

 “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (suatu mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (Al- Isra’:16)

Bila kemaksiatan seperti perzinaan, homoseksual, miras, perjudian dan yang lain dilegalkan dikhawatirkan azab besar akan turun. Tak beda jauh dengan yang sudah pernah terjadi pada umat terdahulu. Sebelum semuanya terlambat, sudahilah semua perbuatan yang mengundang murka Allah Ta’ala. Semoga Allah memberikan hidayah pada kita. (**)

Related posts

Leave a Comment