Dari Gelap Menuju Cahaya

Yuk, banyak-banyak bershalawat pada Nabi. Mengucapkan shalawat pada Nabi sangat istimewa. Amalan ini sederhana, tapi berlimpah keutamaan dan pahala. Sangat rugi, bila kamu enggan apalagi malas-malasan untuk mengucapkannya.

Perbanyak saja bershalawat pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alai wa sallam. Agar nasibmu beruntung. Di dunia dan akhirat. Yah, karena banyak sekali keutamaan membaca shalawat Nabi. Misalnya seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Abu Hurairah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Balasannya Allah Ta’ala akan bershalawat padamu. Nggak cuma sekali, bahkan 10 kali. Dahsyat sekali. Namamu akan disebut-sebut oleh al-Khaliq dihadapan para malaikat yang mulia. Dengan ini berarti Allah sedang memuliakanmu. Mengangkat derajat dan kedudukanmu. Demikian pula menunjukimu. Allah berfirman,

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّور

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang)..” (Al-Ahzab: 43)

Ini diantara pengaruh shalawat Allah pada hambaNya. Allah akan mengeluarkan hamba tersebut dari gelap gulita menuju cahaya. Gelapnya kebodohan, gelapnya hawa nafsu, kebid’ahan dan kekufuran. Menuju cahaya iman, hidayah, cahaya sunnah dan cahaya ilmu.

 

Orang yang bershalawat pun akan didoakan oleh malaikat. Malaikat akan memintakan ampunan dan rahmat untuk mereka. Nabi bersabda,

 

ما مِنْ عبدٍ يُصَلِّي علَيَّ إلَّا صَلَّتْ عليه الملائكةُ ، ما دامَ يُصَلِّي علَيَّ  فلْيُقِلَّ العبدُ مِنْ ذلِكَ ، أوْ لِيُكْثِرْ

“Tidaklah seorang hamba bershalawat padaku kecuali malaikat akan bersholawat padanya selama ia terus bershalawat padaku, tergantung sedikit atau banyaknya ia bershalawat.”  (HR. Ahmad. Syaikh al-albani menyatakan hasan dalam shahih al Jami’)

(**)

Related posts

Leave a Comment