Ikatan Ghaib

Orang yang terikat pasti sulit bergerak. Walau sekedar diikat pake tali rafia. Nggak nyaman. Lantas bagaimana jadinya bila diikat oleh setan? Tidak sekedar nggak nyaman tapi juga ngerii!!

Tubuh yang diikat dengan tali tentu tak enak. Bisa membuat sesak nafas. Meski tali yang digunakan tipis dan kecil. Itu bila diikat dengan tali sungguhan. Ikatan yang abstrak pun tak kalah menyesakkan. Paling tidak dari segi beban tanggung jawab. Contohnya , terikat janji. Ada beban berat di pundak hingga janji tertunaikan. Terikat hutang juga demikian. Tidur jadi tak nyenyak. Makan tak enak. Terikat jabatan (harusnya) juga berat. Intinya, diikat sesuatu itu seringkali memberatkan.  Mungkin termasuk juga terikat hati. eeaaa..

Ikatan Ghaib

Sebenarnya, ada ikatan lain yang lebih mengerikan. Yaitu diikat oleh setan. Naudzubillah min dzalik. Yang tanpa sadar, kita boleh jadi pernah diikat olehnya. Atau mungkin sering. Ikatan yang tak kasat mata. Tidak terasa ikatannya. Ghaib! Tak nampak wujudnya. Kalau tak kelihatan lantas bagaimana kita tahu setan membuat ikatan? Tentu karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam memberitahukannya. Beliau memperoleh wahyu dari Allah. Mengabarkan pada kita. Dan perkataan beliau pasti benar dan dibenarkan oleh Dia Ta’ala. Dalam sebuah hadits beliau bersabda,

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ علَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إذَا هو نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ، فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فإنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فإنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فأصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وإلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ

 

“Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang diantara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan. Di setiap ikatan setan sambil mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah lagi.” Jika orang itu bangun lalu berdzikir pada Allah maka satu ikatan terlepas. Kemudian bila ia berwudhu maka ikatan berikutnya terlepas.  Kemudian bila ia shalat maka terlepas ikatan terakhir. Hingga ia memasuki waktu pagi dalam kondisi bersemangat dan bergembira. Bila tidak demikian, maka ia memasuki pagi dalam kondisi jiwanya sedih lagi malas.” (HR. Muttafaq alaih)

Perjuangan untuk bangun, berdzikir, berwudhu dan shalat tidak mudah. Apalagi bagi yang biasa begadang malam. Jika seorang berhasil melakukannya maka di pagi hari akan merasa bersemangat. Gembira karena diberi taufiq Allah untuk beramal ketaatan. Dijanjikan memperoleh pahala. Lepas dari ikatan setan. Berbeda dengan orang yang tak mampu bangun. Ia akan memasuki pagi dalam kondisi jiwa mudah bersedih dan malas.  Semoga Allah mudahkan kita untuk melepaskan ikatan-ikatan setan. Di setiap malamnya. Aamiin.

8 sya’ban 1442 H

 

 

Referensi:

-Adabul istiqazh. Al-Laa-il bahiyyah syarh shahihul adab al islamiyyah. Dr. Khalid bin Mahmud al-Juhani

-Keutamaan Bangun Subuh. Muhammad Abduh Tuasikal dalam Rumaysho.com

 

Related posts

Leave a Comment