Akhir yang Terindah

Meski masih muda, kita nggak salah bercita-cita untuk khusnul khatimah. Meraih akhir hidup yang terindah. Bahkan sudah mestinya. Karena ajal tak selalu datang di usia senja manusia. Sementara, kondisi akhir hidup tuh sangat menentukan bagi kehidupan di alam berikutnya.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda,

إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيْمِ

“Sesungguhnya amalan itu hanyalah ditentukan dengan akhirnya.” (Riwayat al-bukhari)

Setiap hamba diperintahkan untuk beramal ketaatan. Dan dilarang dari berbuat keharaman di setiap waktu. Lebih-lebih lagi di akhir usia menjelang ajal tiba. Lantas, apa usaha yang mesti kita lakukan agar bisa meraihnya. Bukankah segala sesuatu itu ada sebab-sebabnya? Nah, para ulama mengungkapkan kiat-kiat untuk meraih khusnul khatimah. Diantara sebab khusnul khatimah adalah niat yang baik dan ikhlas karena Allah dalam beramal ketaatan. Amalan shalih yang dilakukan secara ikhlas-lah yang akan diterima Allah. Lakukan semua amalan shalih untuk cari ridha Allah saja, jangan untuk yang lain. Termasuk dalam berbuat baik pada orang lain, niatkan karena meraih pahala dari Allah.

Sebab berikutnya, menjaga Shalat-shalat lima waktu. Bagi laki-laki dianjurkan untuk menjalankannya secara berjama’ah di masjid. Di dalam hadits, Nabi Muhammad bersabda, “Barangsiapa yang shalat ‘bardain’ akan masuk ke dalam surga.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dengan shalat bardain adalah shalat subuh dan ashar. Maka barangsiapa yang menjaga shalat lima waktu termasuk subuh dan ashar dijanjikan Nabi memperoleh surga.

Taqwa pada Allah saat sendiri maupun dalam keramaian. Ini menjadi sebab berikutnya seseorang diberikan taufik mendapatkan khusnul khatimah. Lakukan ketaatan dan jauhi larangan Allah, baik dalam saat sendirian maupun dalam keramaian. Terus lakukan yang demikian hingga akhir hayat.

تِلْكَ الدَّارُ الآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لاَ يُرِيدُونَ عُلُوًا فِي الأَرْضِ وَلاَ فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi.Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Qashas:83)

Termasuk sebab khusnul khatimah adalah menjauhi berlaku zhalim pada sesama manusia. Kata Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Seorang muslim yang hakiki itu ialah yang orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (Riwayat al-Bukhari)

Hati-hati dari kezaliman karena Nabi bersabda,

“Takutlah kamu dari doa orang yang terzalimi. Karena sungguh tidak ada penghalang antara doa itu dengan Allah” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Di sisi yang lain, berupayalah untuk berbuat baik pada manusia. Sekali lagi, lakukan semata mengharapkan ridha Allah.

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُم بِالَّليْلِ وَالنَّهَارِ سِرًا وَعَلانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah:274)

Yang tak boleh dilupakan juga ialah berdoa. Mohonlah pada Allah agar menganugerahkan akhir kehidupan yang baik untuk kita. (**)

Related posts

Leave a Comment