Sebelum Semuanya Berakhir

Kusmiran. Teman satu kelas Mahmud. Umur keduanya sebaya. Beda kota asal. Belum lama keduanya bertemu ketika naik bus menuju kota Solo. Walau usia tak jauh beda, namun takdir Allah berkata lain. Kusmiran lebih dahulu menghadap ilahi. Kata ibunya, Kusmiran meninggal mendadak. Sehabis pulang dari praktikum di kampus kedokteran, ia bilang kelelahan. Lalu masuk kamar dan tidur. Ternyata malaikat maut menjemputnya. Innalillahi wa inna ilaihi raajiun.

Sob, kematian datang nggak milih-milih usia. Tidak harus nunggu tua dulu. Tidak mesti sakit duluan. Bisa pula menjemput di usia remaja seperti kita. Datangnya enggan meminta ijin. Tak mengucapkan permisi atau pemberitahuan. Kirim sms atau WA juga enggak. Pokoknya serba mendadak. Sehingga siapa pun baik semestinya bersiap. Yang tua maupun muda. Setiap saat. Kematian sesuatu yang pasti. Kalaupun dia kelak datang pada kita, harapannya kehidupan ini ditutup dengan kebaikan. Khusnul khatimah. Semoga saja.

Tentang Khusnul Khatimah

Apa sih yang dimaksud khusnul khatimah? Yaitu, seorang hamba diberikan taufik oleh Allah untuk menjauhi hal-hal yang dimurkai-Nya, di akhir hidupnya, sebelum ajalnya tiba. Ia bertaubat dari dosa dan maksiat. Menjalankan ketaatan dan beramal kebaikan. Dia meninggal dalam keadaan begini. Ajal yang seperti inilah yang kita cita-citakan. Tentangnya, Nabi pernah bersabda. “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya maka Allah akan membuatnya beramal.” Mereka bertanya, “Maksud membuatnya beramal?” Jawab Nabi, “Allah memberikannya taufik untuk beramal shalih sebelum kematiannya.” (Riwayat Imam Ahmad, At Tirmidzi, dan dishahihkan oleh al-albani dalam silsilah as-shahihah)

Di hadits lain, Nabi berkata,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعَبْدٍ خَيْرًا عَسَلَهُ قِيلَ وَمَا عَسَلُهُ قَالَ يَفْتَحُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ عَمَلًا صَالِحًا قَبْلَ مَوْتِهِ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ

“Jika Allah ‘azza wajalla menginginkan kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan memberinya madu.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Apa maksud memberinya madu.” Beliau menjawab, “Allah ‘azza wajalla akan membukakan baginya kesempatan untuk beramal shalih sebelum ia meninggal, setelah itu Allah mewafatkannya.” (Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh al-Albani dalam silsilah as-sahihah 1114)

Arti assalahu, memberinya madu, yaitu menjadikan baik pujian dan manis sebutan orang itu di hati para manusia dengan amalan shalihnya. Tentu setelah kematian orang-orang memuji dirinya. (akh fata)

Related posts

Leave a Comment