Menerangi Tanpa Membakar Diri (2)

Akhlak Nabi adalah al-Qur’an. Apa maknanya? Yaitu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengamalkan isi al-Quran. Beliau berjalan di tengah-tengah manusia dengan al-Qur’an.  Hidup  dengan mempraktekkan al-Quran dalam kehidupan nyata. Akhlaknya  Al-Quran karena senantiasa mengamalkan al-Quran tersebut. Tidak sekadar sekali dua kali saja mengamalkan. Namun sudah menjadi akhlaknya, yang berarti kebiasaan yang berkelanjutan.

Hukuman berat

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menyebutkan ancaman pada orang-orang yang enggan beramal dengan ilmunya, “Pada Hari Kiamat nanti akan ada seorang lelaki, kemudian dilemparkan ke neraka hingga ususnya terburai keluar. Dia berputar-putar di neraka, seperti keledai mengitari alat penumbuk gandumnya. Kemudian penduduk neraka akan bertanya, ‘Hai Fulan! Apa yang menimpamu, bukankah dulu kau memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran?’ Dia menjawab, ‘Benar. Dulu saya memerintahkan kebaikan namun tidak saya lakukan. Dulu saya melarang kemungkaran, namun justru saya jalankan.’” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Karena ngerinya hukuman bagi orang yang berilmu namun tidak mengamalkan ilmunya, sebagian orang bilang, “Kalau begitu aku nggak usah menuntut ilmu saja, supaya aku tidak dituntut karena ilmu yang kumiliki.” Untuk orang yang demikian dikatakan padanya, “Maka kamu akan dihukum karena kejahilanmu. Kamu akan mendapatkan azab karena menolak ilmu. Allah tidak akan memberimu alasan karena kejahilanmu, karena kamu sebenarnya mampu menghilangkan kejahilan tapi engkau tidak mau melakukannya.”

Kita nggak punya pilihan lain dalam masalah ini. Menuntut ilmu itu wajib dan wajib pula mengamalkannya. Kita beramar ma’ruf nahi munkar dan kita konsisten berbuat kebaikan dan meninggalkan larangan. Bila orang tahu ilmu namun tidak mengamalkannya maka ini diantara ciri-ciri ‘agama menjadi asing” di akhir zaman. Ibadah merupakan perpaduan dari ilmu dan amalan. Oleh karena itu setiap individu mesti berjihad untuk mempelajari petunjuk dan agama yang benar. Kedua, setiap orang bersungguh-sungguh untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajarinya. Ketiga berjihad untuk mendakwahkan yang sudah diilmui dan diamalkan. Keempat bersabar atas gangguan dalam menjalankan semua hal tadi. (**)

Related posts

Leave a Comment