Teladan Keberkahan Umur

Muadz bin  Jabal meninggal dalam usia tak lebih dari 33 tahun. Meski demikian ia punya kedudukan istimewa di hati Nabi Muhammad. “Wahai Muadz, sungguh aku menyintaimu.” Rasulullah shallahu alaihi wa sallam juga pernah menyatakan, “Umatku yang paling berilmu tentang masalah halal dan haram adalah Muadz bin Jabal.” Karena itulah Umar bin Khatab sampai berpesan, “Siapa yang ingin mengetahui tentang fikih maka belajarlah pada Muadz bin Jabal.”

Zaid bin Tsabit. Usianya baru belasan tahun. Nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam mengajarinya al-Quran ketika ia berusia 12 tahun! Kemudian dia diperintahkan Nabi belajar bahasa Ibrani saat berusia 14 tahun. Ia pun menjadi penerjemah Nabi di usia 16 tahun.  Menjadi penulis wahyu yang turun di hadapan Nabi ketika berusia 17 yahun. Di usia 19 tahun ia menjadi penanggung jawab masalah warisan. Dan ditugasi mengumpulkan al-Quran ketika berusia 21 tahun. Subhanallah!

Khalifah Umar bin Abdul Aziz t. Seorang pembaharu dalam sejarah Islam. Mengembalikan kejayaan negri islam seperti di masa Khulafaur-Rasyidin. Menegakkan keadilan, mencegah kezhaliman, menjaga harta kaum muslimin. Padahal kekuasaannya hanya berlangsung selama dua setengah tahun. Sedangkan usianya ketika meninggal dunia baru mencapai 38 tahun!

Tidak terlupakan pula, Al Imam Asy-Syafi’i. Ulama besar, peletak dasar madzhab syafi’i, yang banyak diikuti manusia. Imam dalam tafsir dan hadits. Ishaq bin Rahuyah berkata, ‘Imam Ahmad bertemu denganku di Mekah. Dia mengatakan, “Kemarilah aku tunjukkan dengan seseorang yang kamu belum pernah melihat tandingannya.”  Maka dia menunjukkan padaku Imam Syafi’i. Bila dia membahas masalah hadits, maka aku dapatkan dia paling pakar tentangnya. Lalu ia membahas masalah fikih, maka dia paling pakarnya. Kemudian dia membahas masalah Al Quran, dia paling pakarnya. Kemudian dia membahas masalah bahasa, dia paling pakarnya. Mataku belum pernah melihat orang sehebat dia.” Ulama besar ini pun hidup tidak terlalu panjang. 50 tahun umurnya.

**

Berupaya memberikan manfaat pada orang lain adalah jalannya para nabi dan rasul. Dan para pengikut mereka. Yang jadi pertanyaan. Dan kita sendiri yang mesti menjawabnya. “Apa peninggalan kebaikan yang akan kamu tinggalkan setelah meninggalmu?” Mari segera siapkan jawabannya. (**)

Related posts

Leave a Comment