Singkat, Banyak Manfaat

Berkah! Merupakan karunia Allah. Tak bisa dihitung secara matematis. Bila Allah memberkahi umur seseorang, maka dia jadikan bilangan umur yang sedikit bernilai seperti ratusan tahun.

Kalau seseorang diberi umur yang berkah niscaya banyak manfaatnya. Mungkin usianya tak terlalu panjang, tapi kebaikannya bertebaran. Allah jadikan orang itu banyak berbuat taat. Atau ia melakukan banyak kebaikan pada orang lain. Jika sebuah amalan diberkahi maka Allah jadikan pengaruh kebaikannya banyak. Besar manfaat dan kebaikannya.  Kebaikannya bersambung dan bertambah. Keberkahan juga bisa diberikan pada umur dan waktu. Satu orang melakukan sebuah aktivitas tapi manfaatnya seperti dilakukan oleh ribuan orang. Subhanallah!! Benar-benar membuat kita tercengang. Kita akan menemukan fenomena itu ketika membaca kisah kehidupan tokoh yang melakukan amalan besar. Mereka mencapai puncak kejayaan dalam waktu yang singkat. Apakah ia ulama, da’i, ilmuwan dan penemu dan lain sebagainya. Sebagian dari mereka hidup tak lebih dari 40 tahun. Bahkan ada yang kurang dari itu.

Diantara Sosok Itu

Sobat, banyak manusia istimewa. Tapi jangan lupakan seorang yang paling istimewa. Dengan umurnya, Allah sampai bersumpah,

لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ

“(Allah berfirman):”Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”. (Al-Hijr:72)

Nabi shallallahu alaihi wa sallam hidup dalam usia yang terhitung pendek dibanding sebagian umatnya. Apalagi dibanding umat-umat terdahulu. Nabi meninggal dalam usia 63 tahun. Beliau umurnya tidak panjang. Tapi lihat saja. Kehidupan beliau yang singkat membawa perubahan yang spektakuler dalam kehidupan manusia. Allah mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Beliau memiliki kepribadian yang istimewa. Tidak ada pada orang lain. Nabi adalah pribadi teragung yang pernah ada dalam sejarah. Pribadi paling sempurna yang dikenal manusia secara umum. Seorang shahabat, Abu Dzar  berkata, “Rasulullah meninggalkan kami, tidaklah burung yang mengepakkan sayapnya di udara kecuali beliau telah menyebutkan pada kami ilmunya.” Sejarah islami terdahulu dan sekarang  telah menulis banyak nama anak manusia yang amal mereka banyak meskipun umur mereka pendek. Di bidang masing-masing.

***

Diantaranya, Khalifah Abu Bakr. Usianya tak beda jauh dari usia Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Dengan tangan dinginnya, Allah jadikan kaum muslimin bersatu kembali. Padahal sebelumnya, bangsa Arab banyak yang murtad, keluar dari Islam. Selepas Nabi wafat. Abu Bakr juga mengirim pasukan membuka berbagai negri hingga penduduknya banyak masuk Islam. Abu Bakr peletak landasan khilafah ar-rasyidah. Dalam waktu dua tahun tiga bulan, kurang lebih.

Shahabat yang lain, Sa’ad bin Muadz. Meninggal dalam usia cukup muda. 36 tahun. Hanya 6 tahun setelah dia masuk Islam. Meski usianya singkat, ketika ia meninggal Arsy Ar-Rahman berguncang. Dibukakan pintu langit saat itu. Tujuh puluh ribu malaikat mengiringi jenazahnya. Padahal para malaikat tersebut belum pernah menginjakkan kakinya ke bumi sebelum itu. Hingga Jibril berkata, “Siapa sebenarnya hamba shalih yang meninggal ini?”

(**)

Related posts

Leave a Comment