Ilmu yang Hilang

Ilmu tak akan hilang begitu saja dari muka bumi ini. Misalnya tiba-tiba seluruh ahli ilmu dan ulama terlupakan dari ilmunya. Bukan seperti itu prosesnya, namun ilmu jadi berkurang dan hilang dari bumi dengan meninggalnya para pembawa ilmu.

Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma, berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

 

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Lalu orang-orang bodoh itu ditanya, dan mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Para ulama adalah pewaris Nabi. Mereka yang mengajarkan al-Quran dan hadits-hadits Nabi Muhammad kepada manusia. Mengajarkan hukum-hukumnya yang terdapat didalam keduanya. Mereka ibarat pelita dalam gulita kebodohan. Kematian mereka tak sekedar musibah untuk keluarganya. Namun untuk umat Islam, manusia secara umum dan makhluk hidup yang lain. Dengan wafatnya ulama, semakin berkurang pada para pengajar kebaikan dan keadilan. Ketika hidup, para hewan pun turut mendoakan kebaikan untuk mereka. Sahabat Abu Umamah al-Baahili radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, hingga semut dalam sarangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan ampunan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia.(HR. At Tirmidzi dan Ath-Thabrani. Syaikh al-Albani menyatakan keshahihannya)

Beberapa hari lalu telah wafat ulama hadits terkemuka, 𝐀𝐥-‘𝐀𝐥𝐥𝐚𝐚𝐦𝐚𝐡 𝐀𝐥-𝐌𝐮𝐡𝐚𝐝𝐝𝐢𝐭𝐬 𝐒𝐲𝐚𝐢𝐤𝐡 ‘𝐀𝐥𝐢𝐲 𝐁𝐢𝐧 𝐇𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐁𝐢𝐧 ‘𝐀𝐛𝐝𝐢𝐥-𝐇𝐚𝐦𝐢𝐢𝐝 𝐀𝐥-𝐇𝐚𝐥𝐚𝐛𝐢𝐲 𝐀𝐥-𝐀𝐭𝐬𝐚𝐫𝐢𝐲, 𝐑𝐚𝐡𝐢𝐦𝐚𝐡𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡. Beliau adalah murid senior dari pakar hadits abad ini 𝐀𝐬𝐲 𝐒𝐲𝐚𝐢𝐤𝐡 𝐍𝐚𝐬𝐡𝐢𝐫𝐮𝐝𝐝𝐢𝐧 𝐀𝐥 𝐁𝐚𝐧𝐢 𝐑𝐚𝐡𝐢𝐦𝐚𝐡𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡. Qadarullah Beliau wafat setelah terjangkit virus Covid-19. 𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 merahmati dan mengampuni segala dosa-dosanya. Dan 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 surga-Nya. Aamiin.

Related posts

Leave a Comment