Ya Rabb…Begitu Banyak Cobaan dariMu

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Kak…namaku Ikhsan…aku ingin curhat kepada Kakak atas hal-hal yang aku alami. Kebetulan Allah memberi hidayah kepadaku, lewat aku bersekolah di ma’had. Abiku (bapakku-red) adalah seorang yang sudah cukup lanjut usia. Ummiku (ibuku-red) adalah seorang petani yang masih dan saya masih memiliki adik yang masih kecil. Beberapa bulan lalu, abi di PHK oleh bossnya. Aku juga tidak  tahu apa penyebabnya.

Akhirnya abiku mencoba berdagang makanan yang membutuhkan gerobak. Abi membeli gerobak dengan hasil dari pinjaman teman dan sanak keluarganya. Saat semua persiapan dagang Abi telah terpenuhi tinggal tahap terakhir, yaitu tahap pemasaran, abi mendapat cobaan. Baru beberapa meter beliau mendorong gerobaknya, tiba-tiba terjadi kerusakan bagian roda depanya. Semua modal habis basi. Abi mengalami kerugian yang besar sehingga tinggal beberapa gram tepung dan sedikit bumbu lain. Abi mencoba membuat makanan kecil-kecilan dari bahan bahan yang tersisa. Malam harinya beliau  menjualnya di  keramaian manusia. Namun, hasilnya tetaplah nihil. Abi sempat tanya sana-sini tentang lowongan kerja kepada teman-temannya. Tetapi, teman-temannya tidak tahu mana terdapat lowongan kerja. Akan tetapi ummi memberi saran untuk berjualan ikan. Berjalanlah pekerjaan itu dengan modal sepeda motor yang ia miliki. Tak lama kemudian sepeda motor itu rusak.

Abi sudah jauh-jauh hari bermuhasabah. Memohon kepada Allah. Selembar koran menawarkan lowongan pekerjaan. Itupun berada di seberang pulau. Saat Abi beberapa bulan bekerja di sana, ternyata gaji tak memadai. Jangan pun untuk mentransfer ummi, untuk keperluannya sendiri pas-pasan. Hingga saat ini ummi bekerja sebagai tukang cuci untuk memenuhi kebutuhannya dan adek. Sedangkan aku disekolahkan oleh kakak dari abi. Aku terus terang sangat iba kepada mereka. Sekarang apa yang harus saya perbuat, Kak? Sedangkan abi tak bisa keluar dari sana, kecuali dengan menebus beberapa lembar seratusan. Tolong sarannya ya, Kak…

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Ikhsan via email

Wa’alaikumussalam  warahmatullah wa barakatuh

Ikhsan yang baik…semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan karuniaNya kepadamu dan keluargamu….

Kakak sangat prihatin terhadap apa yang dialami keluargamu. Semua orang, termasuk orangtuamu tentu menginginkan mendapatkan kemudahan dan kebahagiaan dalam kehidupannya.

Ikhsan…Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuan hamba-Nya. Dengan banyaknya cobaan yang Allah berikan, yakinlah bahwa ada sesuatu yang besar dan indah yang akan Allah berikan  kepada orangtuamu selama beliau berdua selalu bersabar dan memegang teguh keimanan. Percayalah, Allah tidak akan menelantarkan hambanya yang berserah diri dan  beriman kepadaNya. Bersabarlah menunggu waktu itu tiba.

Ambillah hikmah dan pelajaran berharga di balik cobaan ini. Wallahu A’lam, terkadang cobaan diberikan oleh Allah dalam rangka untuk  membersihkan dosa-dosa hamba di  masa lalu, terkadang cobaan merupakan bentuk tanda cinta Allah kepada hamba-Nya, sebagaimana penjelasan dari Rasulullah. semga dengan cobaan tersebut menjadikan beliau berdua termasuk orang-orang yang sabar dan mulia di sisi Allah. Dengan adanya cobaan-cobaan ini, insya Allah, Allah akan memberikan ganti pahala yang berlipat-lipat yang bisa dipetik di kemudian hari atau di akhirat kelak. Semoga Allah berkenan mengangkat derajat orangtuamu di akhirat kelak. Amiin..

Ikhsan..banyak kita jumpai, orang –orang yang banyak mendapat kenikmatan dunia dengan dikaruniai rizki yang melimpah, namun ternyata hatinya tetap merasa hampa, selalu merasa kekurangan, haus akan kenikmatan dunia, lupa akan akherat sehingga ketika meninggal ia tidak membawa bekal apapun  untuk kehidupannya di akherat..

Oleh karena itu walaupun orang tuamu hidup dalam kesederhanaan, namun jika beliau berdua bisa selalu  mensyukuri apa yang ada, berserah pada Allah, dan tetap merasa bahagia, maka sebenarnya mereka kaya. Kaya hati dan iman , yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Jika demikian, tak perlu bersedih lagi. Penuhilah senantiasa, pundi pundi ‘kekayaan’ mereka dengan memberikan kebahagiaan sebanyak-banyaknya untuk mereka. Caranya? Tunjukkan baktimu selalu kepada mereka, hormati mereka, doakan kebahagiaan mereka, rendahkan suara (lemah lembut) saat bertutur kata kepada mereka, layani kebutuhan mereka semampumu, berjuanglah jadi anak sholeh agar dapat membahagiakan  mereka di dunia dan menyelamatkan mereka di akherat kelak. Ingatlah, bahwa salah satu rizki terbesar yang dimiliki seseorang adalah memiliki anak yang sholeh, yang senantiasa mendoakan mereka, membahagiakan mereka saat susah dan senang, yang tulus merawat mereka hingga mereka renta tanpa mengeluh sedikitpun. Tentu kebahagiaan memiliki anak sholeh seperti ini tak dapat disamakan dengan memiliki rumah mewah dan  hidup serba berkecukupan, yang hanya kenikmatan duniawi saja.

Ikhsan..jalanmu terbuka lebar untuk membuat mereka semakin ‘kaya’ dengan membahagiakan mereka lewat bersekolah di ma’had. Niatkan untuk ibadah dan berbakti pada orangtuamu.Tunjukkan prestasimu. Jadilah orang yang bermanfaat bagi dirimu dan orang lain. Kakak yakin kebahagiaan memiliki anak sholeh sepertimu tentu sudah  lebih dari cukup bagi mereka. Sedikit demi sedikit buatlah usaha kecil-kecilan yang dapat kamu tekuni. Semoga dengan niat baikmu membahagiakan abi ummi,Allah memudahkan rizkimu dan segera dapat membantu menopang materi keluargamu…

Ikhsan…janganlah bersedih lagi, yakinlah  Allah selalu bersama kita…

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

Related posts

Leave a Comment