Niat Sedekah Agar Gampang Jodoh?

Pertanyaan:

  1. Bolehkan saya berniat dalam satu sedekah dengan beberapa niatan? Seperti misalnya, saya bersedekah dengan niatan agar dimudahkan menikah dan disembuhkan dari sakit dalam satu waktu?

Jawaban: Syaikh Muhammad shalih al-Munajjid mengatakan, “  Alhamdulillah. Tidak masalah mengumpulkan lebih dari satu niat dalam bersedekah. Karena keutamaan dari Allah luas, dan Allah  menganjurkan pada hamba-Nya untuk mohon keutamaan-Nya, serta berusaha meraih kemuliaan-Nya. Allah Azza wa jalla berfirman tentang NabiNya Nuh alaihis salam,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا * وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh: 10-12)

Ibnu Katsir mengatakan: yaitu, “Apabila kalian bertobat pada Allah dan memohon ampunan serta menaati-Nya maka Dia akan memperbanyak rezeki kalian dan menurunkan hujan sebagai berkah dari langit dan menumbuhkan keberkahan bumi untuk kalian. Menumbuhkan tanaman bagi kalian, memberikan hewan ternak, menambahkan harta dan anak-anak, menjadikan bagi kalian kebun-kebun yang di dalamnya berbagai macam buah-buahan, serta menjadikan sungai-sungai di dalamnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir 8/233.

Apabila seorang hamba meminta ampun dan bertaubat pada Rabbnya, dan berharap mendapat semua yang disebutkan Nuh tadi, maka hal tersebut tidak mengapa, insya Allah. Qatadah berkata, “Nabiyullah mengetahui bahwa mereka merupakan orang-orang yang bersemangat terhadap dunia. Oleh karena itu beliau berkata, “Marilah menuju ketaatan pada Allah. Karena dalam ketaatan pada Allah, dunia dan akhirat akan teraih!!”

“Ibnu Shabih berkata, “Seseorang mengeluh pada Al Hasan tentang kekeringan, maka dia menyarankan, “Mintalah ampun pada Allah.” Orang yang lain mengeluh juga pada Al Hasan tentang kefakirannya, saran Al Hasan, “Mintalah ampun pada Allah.” Seorang yang lain lagi mengeluh tentang kemiskinannya, Hasan pun mengatakan, “Mintalah ampun pada Allah.” Yang lain lagi meminta, “Doakan aku agar dikaruniai anak.” Jawabnya, “Mintalah ampunan pada Allah.” Ada pula yang mengeluhkan tentang kebunnya yang tak panen, Hasan juga berkata, “Mintalah ampunan pada Allah.” Maka aku pun bertanya tentang hal tersebut.Ia menjawab, “Aku tidak mengatakan sekadar dari diriku sendiri. Allah sungguh telah berfirman,

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراً
Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Manusia apabila menginginkan dari amalannya dua kebaikan yaitu kebaikan di dunia dan kebaikan akhirat: maka tidak ada masalah dengan hal tersebut. Karena Allah berfirman, Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Ath-Thalaq: 2,3)

Ini merupakan penyemangat untuk ketaqwaan terkait dengan masalah dunia.”

Pengharapan hamba dengan amalannya pada luasnya rahmat Rabbnya di dunia dan akhirat termasuk bentuk husnudzdzan terhadap Allah.  Akan tetapi, jangan sampai dengan tujuan dunia dan keinginan Anda meraihnya, membuat  Anda berpaling dari akhirat dan tidak memiliki tujuan padanya. Allah azza wa jalla berfirman,

فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ * وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ * أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa:”Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Al-Baqarah: 200-2020

Syaikh Ibnu Sa’di berkata, kebaikan yang diinginkan di dunia mencakup terwujudnya semua hal yang baik bagi seorang hamba, berupa rezeki yang mudah, lapang dan halal, anak-anak yang menyenangkan hati, ketenangan, ilmu yang bermanfaat, amalan shalih dan semua hal yang diinginkan, dicintai lagi diperbolehkan. Sedangkan kebaikan akhirat adalah keselamatan dari azab di kubur, di padang mahsyar. Diperolehnya ridha Allah, sukses dalam kenikmatan abadi, dekat dengan Ar Rabb ar Rahiim. Maka jadilah doa ini permohonan yang lengkap dan sempurna dan layak untuk didahulukan. Wallahu a’lam. Bisa dilihat lebih lengkap dalam islam-qa.com pertanyaan nomor 154236.

Related posts

Leave a Comment