Sekolahku Membosankan

Assalamu’alaikum…Puji syukur kehadirat  Allah dan shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad. Kak Yasmine, aku punya masalah dengan sekolahku. Sebenarnya aku ingin bersekolah di pondok atau di madrasah untuk melanjutkan sekolahku.Tapi ayahku tidak menyetujuinya, Kak. Ayahku memang pengetahuan agamanya kurang sehingga beliau menyekolahkanku di SMP negeri. Sekarang aku kelas 2 SMP dan aku merasa bosan sekolah, aku selalu mengandai-andai sekolahku madrasah. Kehidupan sekolahku sekarang sangat berbeda dengan kehidupan sekolahku dulu. Temanku sekarang banyak yang berpacaran, memfitnah dan masih banyak lagi, sehingga aku merasa malas untuk bersekolah. Aku tahu pada akhirnya kita hidup untuk Allah semata. Apa yang harus aku lakukan Kak Yasmine? Aku ingin belajar banyak tentang ilmu agama Islam..Aku rindu dengan Bahasa Arab. Terkadang aku cemburu dengan sahabat-sahabatku yang mahir berbahasa Arab. Sekian Kak Yasmine. Mohon jawabannya ya..Waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh.

Riana via email

Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah. Dear Riana…memang tidak semua orang dapat menjalani kehidupan seperti keinginannya. Seperti halnya dirimu yang sangat ingin bersekolah di madrasah atau pondok dengan latar belakang lingkungan agamis ternyata harus bersekolah di sekolah negeri untuk memenuhi keinginan orang tua .

Riana, saat ini kamu sudah kelas dua, dengan demikian sebentar lagi kamu akan segera naik kelas tiga dan menghadapi kelulusan. Oleh karena itu buanglah rasa bosan. Pikirkan masa depanmu.

Kakak memahami adanya perasaan tidak suka kamu terhadap pilihan sekolah orang tua kamu. Namun jangan sampai adanya perasaan ini mematahkan semangat belajarmu atau bahkan membuat hidupmu seolah tak ada gunanya. Setiap orang tua tentu memikirkan yang terbaik untuk anak-anaknya sepanjang pengetahuan dan pengalaman mereka, walaupun terkadang berbenturan dengan keinginan sang anak.

Riana, Kakak lihat dari caramu memandang bagaimana pergaulan temanmu, kamu adalah anak yang tegar memegang prinsip agama. Ini adalah modal yang kuat bagimu untuk bisa menghadapi dunia luar nanti. Karena mungkin suatu saat kelak ketika sudah dewasa dan berumah tangga kamu bisa saja berada dalam lingkungan masyarakat yang majemuk. Dengan demikian kamu akan lebih banyak menghadapi ujian keimanan. Maksudnya, salah satu  hikmah dari bersekolah di sekolah negeri adalah kamu dapat berlatih lebih awal menjaga keistiqamahan dalam memegang prinsip agama. Yang terpenting adalah jagalah selalu  akidah,akhlak, ibadah, dan muamalahmu. Di manapun seseorang berada selama ia mau istiqamah menjaga keimanan  maka insya Allah, Allah akan menjaganya dan justru akan menguatkannya. Sebaliknya, orang yang tinggal di tempat yang agamis sekalipun namun tak ada keinginan untuk memegang prinsip agama dengan kuat maka ia akan mudah terjerumus juga dalam perbuatan buruk.

Oleh karena itu, pertama kali yang dapat kamu lakukan adalah memohon kemudahan dari Allah agar selalu terjaga dan mendapat kekuatan untuk menghadapinya. Kemudian, ikutlah kegiatan kerohanian Islam di sekolah (biasanya disebut rohis) untuk memperbanyak interaksi dengan teman-teman yang sepaham karena bagaimanapun kamu tidak bisa sendiri, tetap membutuhkan orang-orang yang dapat membantu menjaga agamamu. Carilah sahabat yang mempunyai kesamaan minat dengan kamu walaupun dari kelas yang berbeda. Kak Yasmine rasa pasti ada teman-teman satu sekolahmu yang merasakan kegundahan yang sama seperti dirimu. Tinggal bagaimana caranya mempersatukan kalian dalam sebuah wadah ukhuwah Islamiyah. Semoga Riana bisa menemukan caranya. Kemudian, buatlah study club bahasa arab, kajian tahfidz, tahsin, dll bersama teman-teman satu sekolah yang mempunyai semangat yang sama untuk kemajuan Islam. Untuk mengatasi kerinduanmu terhadap bahasa arab,jika memungkinkan, mintalah orang tua untuk mengikutkan kursus bahasa Arab yang dapat kamu ikuti di luar jam sekolah atau mendatangkan guru privat di rumah, agar kemampuan bahasa Arab yang pernah kamu pelajari waktu dahulu menjadi terasah kembali dan tidak terlupakan.

Mulai sekarang… bangkitkan semangatmu untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang di sekelilingmu. Jika kamu dapat sedikit demi sedikit membuka pandangan temanmu tentang bagaimana prinsip pergaulan yang benar dalam Islam, kenapa enggak? Ingat, mereka mungkin kurang beruntung tidak berada dalam lingkungan sekolah yang agamis sebelumnya sehingga belum memahami bagaimana pergaulan yang benar dalam ajaran Islam. Bukankah kamu bisa membantu mereka membuka pandangan mereka sedikit demi sedikit? Mulailah dari teman terdekat, ajaklah berbicara dari hati ke hati dengan ucapan yang baik. Sampaikan ilmu yang telah kamu ketahui walaupun masih sedikit, tanpa kesan menggurui. Kamu bisa membawakan mereka majalah-majalah Islami seperti Elfata-mu ini kepada teman yang kamu rasa punya ketertarikan lebih terhadap ajaran Islam. Berawal dari satu teman terdekat lebih dahulu, kemudian bertambah sedikit demi sedikit. Buatlah komunitas kecil pecinta ajaran Islam, salah satunya sebagaimana yang Kak Yasmine sebutkan di atas.

Intinya, berhentilah menyesali kamu bersekolah  di tempat yang salah. Jadikanlah dirimu orang yang berarti bagi teman-teman di sekelilingmu. Insya Allah semua kejadian, seburuk apapun, ada hikmah di bailknya yang bisa kita petik. So, tetaplah bersyukur, bersemangat dan jadikan diri bermanfaat bagi orang di sekitarmu.

Demikian ya, Sayang…Semoga nanti Riana bisa menemukan indahnya ukhuwah islamiyah di sekolah negeri. Amin.. Salam ukhuwah dari teman-teman Elfata..

Related posts

Leave a Comment