Adikku yang ‘Easy Going’

Assalamu’alaikum Kak Yulia. Apa kabar? Semoga sehat selalu, langsung aja yah Kak Yulia yang baik…Sekarang saya tengah bingung menghadapi dua persoalan berikut, mohon solusinya ya Kak..
1.) Saya punya adik-adik perempuan yang sudah besar. Namun mereka punya sifat easy going dalam segala hal. Di sekolah, mereka tak pernah mendapatkan prestasi padahal mereka tergolong cerdas. Sementara ketika holiday tiba, mereka suka enjoy dan bersikap acuh tak acuh dengan pekerjaan rumah. Sulit sekali bagi mereka untuk turun tangan membantu saya mengurusi rumah. Saya ingin mereka berubah agar kelak bisa menggantikan peran saya. Masalahnya Kak, mereka tak juga mau meninggalkan sifat malas mereka, padahal sudah sering saya jelaskan kepada mereka agar terbiasa rajin dalam segala hal.
2.) Sebagai anak perempuan tertua, orangtua saya melimpahkan banyak tanggung jawab kepada saya, Kak. Sayalah yang selalu dipertanyakan untuk setiap kesalahan yang dilakukan oleh adik adik saya. Bahkan terkadang saya tidak punya waktu maksimal untuk kuliah dan aktivitas pribadi saya. Di satu sisi, saya merasa bangga menjadi harapan yang diandalkan orangtua. Saya senang bisa meringankan beban orangtua. Tapi di sisi lain, kalau boleh jujur, terkadang saya merasa tertekan di bawah kehendak orangtua. Bagaimana seharusnya sikap saya, Kak Yulia..?

Mohon sarannya ya Kak..Sebelum dan sesudah saya ucapkan Jazaakillah khairan, terimakasih, Kak..

Wassalaamu’alaikum..

Ifa

Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh

Dear Ifa yang baik…sebelumnya kak Yulia ucapkan terima kasih ya untuk doanya…

Ifa…menjadi dewasa memerlukan sebuah proses. Pendewasaan diri ini juga berawal dari pembiasaan perilaku yang baik. Sedangkan pembiasaan untuk perilaku atau perbuatan yang baik, termasuk dalam hal ini adalah pembiasaan mengurus rumah dan diri sendiri, sangat dianjurkan diberikan sedini mungkin. Pembiasaan perilaku yang baik ini dapat membantu anak untuk terlatih mengurus keperluan dirinya sendiri dan lingkungan terdekatnya saat dewasa kelak. Sebenarnya, sangat disayangkan jika orangtua Ifa hanya memberikan tanggung jawab itu hanya kepada kakak tertua yaitu Ifa seorang.

Ifa…karena adik-adik Ifa sekarang sudah besar, sudah waktunya mereka mengenal sebuah tanggung jawab. Bukan berarti karena posisi  mereka adalah seorang adik maka mereka boleh berlepas diri dari tanggung jawab di rumah, menyerahkan sepenuhnya kepada sang kakak tertua. Oleh karena itu kini saatnya Ifa bersikap tegas kepada mereka untuk melatih tanggung jawab mereka. Namun tentu saja Ifa tak bisa melakukannya seorang diri. Sebenarnya orang tualah yang seharusnya memberikan pendidikan ini secara langsung kepada mereka. Karenanya, alangkah baiknya Ifa berkomunikasi dengan orang tua lebih dahulu. Mohonlah kerja sama dari orang tua agar bersedia memberikan tanggung jawab kepada adik-adik untuk  mengurus rumah dan perhatian terhadap sekolah mereka. Peran orang tua di sini sangat besar. Oleh karena itu, usahakan agar orang tua bisa menerima apa yang kamu sampaikan demi perubahan perilaku adik-adik menjadi lebih baik.

Langkah selanjutnya adalah menyampaikan kepada adik-adik bahwa mulai sekarang mereka bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri. Pada awalnya, berikan mereka tugas untuk mengurusi keperluan mereka sendiri. Misalnya, mencuci piring dan gelas mereka sendiri. Untuk itu sediakan gelas dan piring makan sejumlah orang yang ada dalam rumah yang mempunyai ciri sendiri-sendiri, lalu sembunyikan yang lain. Tiap orang tidak boleh memakai milik orang lain. Dengan demikian bila mereka belum mencucinya pada waktu jam makan berikutnya, mereka mau tidak mau harus mencuci piring dan gelasnya terlebih dahulu. Untuk baju, setelah Ifa ajari cara mencuci baju yang benar, sedikit demi sedikit mintalah mereka mencuci beberapa baju harian mereka hingga mereka terbiasa, baru kemudian ditambah porsinya. Ingat, ajari dahulu sebelum meminta mereka melakukan sendiri karena ada beberapa orang tua yang melakukan kesalahan dengan langsung memerintahkan anak melakukan sesuatu yang baru namun lupa mengajarkannya. Untuk  kamar mereka masing-masing, biarkan mereka mengurus dan menata kamar mereka sendiri. Sediakan tempat sampah (kalau bisa yang tertutup) agar mereka tidak malas membuang sampah karena terlalu jauh tempat sampahnya.

Katakan pada mereka bahwa Ifa tidak akan lagi mencuci piring gelas mereka, mencucikan baju mereka, dan menyapu atau membersihkan kamar mereka karena semua ini sekarang telah menjadi  tanggung jawab mereka. Jika mereka sudah terbiasa, beri sedikit demi sedikit tanggung jawab bersama seperti menyapu seluruh rumah bergantian, mencuci baju orang tua, membuatkan minum orang tua, memasak dan lain sebagainya. Ini contoh konkritnya, Ifa bisa mengembangkannya sendiri…

Sebenarnya, anak usia SD sudah bisa diajarkan bertanggung jawab sendiri seperti ini. Karena adik-adik Ifa sudah besar, tentu diharapkan lebih mampu mengurus dirinya sendiri. Walaupun mungkin terasa agak sulit di awal karena mereka sudah terlanjur menginjak dewasa, namun tidak ada kata terlambat. Terus sampaikan bahwa ini untuk kebaikan mereka..

Demikian ya Ifa..semoga adik-adik Ifa bisa lebih bertanggung jawab dengan dirinya…

Related posts

Leave a Comment