Tolonglah, Kau akan Ditolong

Seorang tidak bisa dikatakan beriman secara sempurna bila tidak cinta pada sesama kaum mukminin. Bukti cinta yang benar pada  sesama kaum muslimin apabila hati, lisan dan anggota tubuh merasa ringan untuk saling menolong. Siapa  yang menolong saudara sesama mukmin maka Allah pun akan menolongnya.

Nabi mengungkapkan hubungan indah seorang muslim dengan muslim yang lain, “Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain.”

Ini merupakan persaudaraan di dalam agama. Persaudaraan yang mengumpulkan kaum muda dengan tua, pria dan wanita, bangsa Arab dan non Arab. Persatuan yang menghilangkan batas-batas negara, suku, warna kulit, hingga bahasa. Nabi menjelaskan bentuk persaudaraan tersebut dengan tidak mencuekkan orang lain ketika mereka tertimpa musibah, tidak membiarkan bila ada pribadi lain yang menyusahkannya. Bahkan ia berusaha mencegah agar saudara itu tak terkena bencana. Sebagaimana Nabi mengungkapkan, “Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain, tidak mengkhianatinya, tidak berbohong padanya dan tidak menghinakannya.”

Enggan menolong saudara  yang membutuhkan bukanlah perbuatan yang  terpuji. Nabi sendiri memberikan arahan, “Bantulah saudaramu yang zalim ataupun yang dizalimi.”

Orang yang dizalimi dibantu agar ia mendapatkan hak-haknya. Sedangkan orang yang zalim ditolong dengan cara menasehatinya atau menghentikannya dari perbuatan zalimnya. Allah Ta’ala berkata kepada Nabi Musa agar mengingatkan kaumnya kepada hari-hari Allah.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, dan Kami perintahkan kepadanya):”Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah” (Ibrahim: 5)

 

Yaitu tentang takdir Allah dan kisah-kisah kejadian masa lalu berupa azab yang menimpa orang-orang zhalim. Dengan begitu orang-orang yang berbuat zhalim hari ini bisa mengambil pelajaran.

 

Beragam bantuan

Bukan dengan  satu cara saja! Yah, membantu saudara sesama muslim  bisa  dilakukan dengan berbagai cara dan sarana. Salah satunya, dalam bentuk harta. Kisah  Ustman bin Affan yang membantu kaum muslimin dan perjuangan Islam sudah tak asing lagi terbaca.  Ustman pernah datang kepada Nabi n lalu memberikan seribu dinar yang diletakkan di pangkuan Nabi. Dia juga membeli  sumur  Ruumah untuk  kaum mukminin. Sebelumnya Nabi bersabda, “Barangsiapa yang  menggali sumur ruumah maka balasan  baginya surga.” Demikian pula Utsman  membekali pasukan perang kaum muslimin ketika terjadinya kekeringan dan kesulitan yang menimpa kaum muslimin.

Tidak sebatas pada Utsman, Nabi n pernah melihat seorang pria yang  tidak memiliki tunggangan dalam perjalanan. Orang itu berdiri celingukan ke kanan dan kekiri. Maka Nabi n pun bersabda, “Barangsiapa yang punya kelonggaran pada kendaraannya  hendaknya membantu yang  tidak punya kendaraan. Serta barangsiapa yang memiliki kelebihan bekal hendaknya membantu orang yang tidak punya bekal…”

Nabi menganjurkan untuk bersikap dermawan pada  orang lain, serta memberikan yang dimiliki lebih dari hajat kebutuhan. Janji beliau, siapa yang  menutupi kebutuhan saudaranya niscaya Allah akan menutupi kebutuhannya. Bila engkau dengan ringan membantu saudaranya sesama muslimin niscaya  Allah akan senantiasa membantumu. Entah dengan mencukupi kebutuhan muslimin, memberikan manfaat, dan menghilangkan bahaya dari mereka. Dengan itu semua, pertolongan ilahiyah akan senantiasa membersamamu.

Demikian halnya orang yang membebaskan kaum muslimin dari  kesusahan maka Allah akan membebaskannya dari kesusahan.

Siapa yang membebaskan kesulitan orang lain maka Allah akan  memberikan kemudahan baginya. Kemudahan yang lebih-lebih lagi diharapkan adalah ketika berada di hari kiamat kelak. Karena setiap orang di hari kiamat akan berharap jalan keluar dan kemudahan. Bila ia termasuk orang yang biasa berbuat kebaikan dan memenuhi hajat kebutuhan kaum muslimin maka Allah Ta’ala akan berikan jalan keluar  baginya. Hal ini semua juga akan didapatkan oleh siapa pun yang membantu kebutuhan saudaranya dengan cara memberikan ilmu yang bermanfaat, menyumbangkan pemikiran yang baik, memberi pinjaman uang, bersedekah, memberi nasehat, atau menutupi kesalahan saudaranya.

Doa juga Bantuan

 

Salah satu bentuk bantuan yang dapat diberikan pada orang lain berupa doa. Sebagian orang menganggap bahwa doa merupakan bentuk bantuan yang sangat lemah. Dan hanya dilakukan oleh orang  yang lemah. Padahal kenyataannya tidak seperti yang mereka sangka. Nabi sendiri ketika telah berhijrah ke kota Madinah selalu berdoa untuk kaum muslimin lemah yang masih tertinggal di  kota Makkah. Bahkan beliau mendoakan mereka satu demi satu, dengan nama-namanya. “Ya Allah selamatkan Iyas bin Abi Rabi’ah. Ya Allah selamatkan Salamah bin Hisyam. Ya Allah selamatkan Al-Walid bin Al Walid. Ya Allah selamatkan kaum mukminin yang lemah…”

Perhatian Nabi pada kaum lemah, fakir miskin terhitung istimewa. Beliau mengajarkan bahwa keberadaan kaum  dhuafa dengan doa-doa mereka itulah yang menjadikan pertolongan Allah jadi dekat. Beliau bersabda, “Tidaklah kalian ditolong dan diberikan rezeki dengan keberadaan orang-orang lemah diantara kalian?”

Allah Maha  berkuasa atas segala sesuatu. (**)

Related posts

Leave a Comment