Kapan Wabah Covid-19 Berakhir (3)

Nasihat dari Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid dalam menghadapi wabah virus covid-19. Patut kita praktekkan dalam keseharian. Diantara nasehat dan solusi yang beliau tawarkan adalah:

  1. Mengucapkan shalawat untuk Nabi. Adalah sebab terbesar dihilangkannya kesedihan dan kesulitan.

Diriwayatkan oleh Ahmad (21242) at-Tirmidzi (2457) dan lafalnya darinya. Dari Ubay bin Ka’ab dia berkata, ‘dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika dua pertiga malam telah berlalu beliau berdiri dan berkata,“Wahai manusia berdzikirlah kalian pada Allah, berdzikirlah kalian pada Allah. Karena telah datang guncangan yang diikuti oleh guncangan.  Telah datang kematian dengan apa yang ada padanya, telah datang kematian dengan apa-apa yang ada padanya. Ubay berkata, “Wahai Rasulullah sungguh aku hendak memperbanyak bershalawat untukmu. Berapa bagian aku jadikan shalawat di dalam doaku?” Nabi menjawab, “terserah engkau.” Ubay berkata, aku berkata, “Seperempat.” Nabi menjawab, “terserah engkau, jika engkau tambah maka itu lebih baik bagimu.” Aku katakan, “Separuh.” Beliau berkata, “Sekehendakmu, jika engkau tambah maka itu lebih baik untukmu.” Aku katakan, “Dua pertiga.” Beliau berkata, “Sekehendakmu, jika engkau tambah maka lebih baik bagimu.” Aku pun berkata, “Aku akan jadikan seluruh doaku untuk bershalawat padamu.” Nabi pun berkata, “Jika demikian akan dicukupi keinginanmu dan diampuni dosa-dosamu.”

Dalam lafal hadits yang disebutkan imam Ahmad: Ubay bin Ka’ab dari ayahnya dia berkata. Seseorang berkata, “Ya Rasulullah, menurut Anda bagaimana jika aku jadikan seluruh doaku  untuk shalawat padamu?” Nabi bersabda, “Bila demikian, Allah akan mencukupi seluruh kebutuhan dunia dan akhiratmu.” Hadits ini dinilai hasan oleh al-Albani dan para pentahqiq musnad.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya-seperti yang dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam jala’ul afham hal 79- tentang tafsir hadits ini. Beliau menjawab, “Ubay bin Ka’ab dulu memiliki doa yang isinya untuk (meminta kebutuhan) dirinya sendiri. Ketika ia berkata kepada Nabi bahwa ia akan menjadikan shalawat seperempat dari doanya. Maka Nabi bersabda,”Jika engkau menambahnya maka itu lebih baik untukmu.” Ubay mengatakan, “Separuh” . Nabi bersabda, “Jika engkau menambahnya maka itu lebih baik untukmu.” Hingga Ubay berkata, “Aku jadikan seluruh doaku berisi shalawat untukmu.” Yaitu aku jadikan doaku seluruhnya berisi shalawat atasmu. Maka Nabi bersabda, “Bila demikian, keinginanmu akan dicukup. Dan dosa-dosamu akan diampuni.” Karena siapa yang bershalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam satu kali niscaya Allah bershalawat padanya sepuluh kali. Dan barangsiapa yang Allah bershalawat padanya, niscaya Allah cukupkan kebutuhannya dan Allah ampuni dosa-dosanya. Selesai.

  1. Meminta keselamatan pada Allah adalah perkara yang disyariatkan untuk dipraktekkan di pagi dan petang hari. Lebih-lebih lagi ketika wabah tengah tersebar.

Dari Abdullah bin Umar, ia berkata,”Rasulullah tidak pernah meninggalkan doa-doa berikut  ketika pagi dan petang hari,

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu ‘afiat (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan di akhirat. Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu pemaafan dan ‘afiat pada agamaku dan kehidupan duniaku, keluarga, dan hartaku. Ya Allah tutuplah aurat-auratku, berikan rasa aman padaku. Ya Allah jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dari atas, dan aku berlindung pada keagunganMu agar aku tidak terperosok dari bagian bawahku.”  (Riwayat Ahmad (478), Abu Dawud (5074), Ibnu Majah (3871))

Ibnu Umar menafsirkan terperosok dari “bagian bawahku” dengan gempa bumi.

Dan diriwayatkan oleh Ahmad (20430), Abu Dawud (5090) dari Abdur Rahman bin Abi Bakrah, dia berkata pada ayahnya: ‘Wahai Ayahanda, aku mendengarmu berdoa setiap pagi hari

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau…”

Ayahanda ulang sebanyak tiga kali ketika pagi hari, dan tiga kali ketiga sore hari? Ia menjawab, “Aku sungguh telah mendengar Rasulullah berdoa dengannya. Dan aku senang bila mengikuti sunnahnya.”

Diantara doa yang bermanfaat di kesempatan ini adalah yang disebutkan di dalam hadits berikut.  Diriwayatkan dari at-tirmidzi dari Abu Hurairah, dia berkata, ‘dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa berdoa mengucapkan,

اللَّهُمَّ مَتِّعْنِي بِسَمْعِي وَبَصَرِي وَاجْعَلْهُمَا الوَارِثَ مِنِّي، وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ يَظْلِمُنِي، وَخُذْ مِنْهُ بِثَأْرِي  (واجعلهما الوارث مني

Ya Allah berikanlah kenikmatan kepadaku dengan pendengaran dan penglihatanku, dan jadikanlah keduanya sebagai pewarisku, dan tolonglah aku dari orang yang menzhalimiku dan perlihatkan padaku balasanku.

Yaitu jadikan keduanya terus sehat selamat hingga aku mati.

Ahmad (13004) Abu Dawud (1554), an-Nasa’i (5493) meriwayatkan dari Anas, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ  .

“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila dan kusta serta semua penyakit yang buruk.”

Demikian pula Ahmad (528) meriwayatkan, Abu Dawud (5088), dan at-Tirmidzi (3088), dan Ibnu Majah (3869) dari Utsman bin Affan, dia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ، فِي الْأَرْضِ، وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan Nama Allah yang tidak ada yang bisa mencelakai apapun dengan nama-Nya baik di bumi maupun di langit. Dan Dia yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Sebanyak tiga kali di sore hari, niscaya tidak akan menimpanya musibah yang mendadak hingga pagi tiba. Dan barangsiapa yang mengucapkannya ketika pagi tiga kali maka tidak akan menimpanya musibah yang mendadak hingga sore hari.

  1. Adapun menempuh sebab-sebab seperti karantina kesehatan, berobat maka sunnah Nabi kita telah menunjukkan anjuran untuk berobat, dan isyarat untuk menjaga kesehatan, dan agar yang sakit tidak menularkan pada orang sehat, serta anjuran agar tidak pergi ke negri yang tengah terjadi wabah.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata,

تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ ، الْهَرَمُ

“Berobatlah, karena sesungguhnya Allah tidak meletakkan suatu penyakit kecuali Allah letakkan obatnya, kecuali satu penyakit yaitu tua.” Diriwayatkan oleh Ahmad (17726), ash-habus sunan, Abu Dawud (3855), at-Tirmidzi (2038), Ibnu Majah (3436). Syaikh al-Albani menilainya shahih di dalam shahih Abu Dawud.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

:  مَنْ تَصَبَّحَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ اليَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

“barangsiapa yang di pagi hari mengonsumsi tujuh kurma ajwah, maka tidak akan membahayakannya racun dan sihir di hari itu.”

Diriwayatkan oleh al-Bukhari (5769) dan Muslim (2057)

Dan diriwayatkan dari al-Bukhari (5771) dan Muslim (2221) dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata ‘Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda

لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ

”Jangan Memasukkan (Unta) sakit ke (unta) yang sehat).”

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا

“Jika kalian mendengar ada wabah berjangkit di suatu daerah, maka jangan kamu masuk ke dalamnya. Dan jika wabah itu berjangkit di suatu daerah sementara kamu semua berada di dalamnya, maka jangan keluar darinya.”(HR al-Bukhari (5728) dan Muslim (2218)

Kita memohon pada Allah agar Dia segera mengangkat bencana dan wabah ini dari kita. (Selesai)

Related posts

Leave a Comment