Kapan Wabah Covid-19 Berakhir? (1)

Wallahu a’lam. Sebuah pertanyaan yang tak diketahui jawabannya. Paling tidak hingga kini. Saat Ramadhan tahun 1441 H ada di hadapan. Para ahli hanya sanggup memprediksi. Mengira-ira kapan wabah akan berhenti. Dalam menghadapi wabah yang menyebar ke seantero dunia, para ulama Islam memberikan nasehatnya. Salah satunya seperti yang dituliskan dalam Islam-QA.com. Sebuah situs dakwah yang dibimbing oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid.  Berikut diantara isi nasihatnya:

Bila bencana dan wabah turun maka solusinya adalah bertaubat pada Allah dan berdoa merendahkan diri padaNya. Berhenti dari kezaliman. Disertai memperbanyak istighfar, bertasbih serta bershalawat pada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Memohon keselamatan pada Allah. Serta menempuh sebab-sebab preventif dan kuratif, seperti melakukan karantina kesehatan, mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengatasi penyakit tersebut, jika telah ditemukan.

  1. Taubat dan merendahkan diri pada Allah.

Allah telah berfirman yang artinya,

ولَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَى أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُم بِالْبَأْسَآءِ وَالضَرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ {42} فَلَوْلاَ إِذَاجَآءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ {43}

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. (Al-An’am: 42, 43)

Ibnu Katsir mengatakan berkenaan ayat:

 وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَى أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُم بِالْبَأْسَآءِ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan…..”

Yang dimaksud adalah kemelaratan, kesempitan hidup, dan kesengsaraan berupa penyakit-penyakit. Agar mereka tadharru’ yaitu berdoa pada Allah, tunduk padaNya dan khusyu’.

Allah berfirman,

فَلَوْلاَ إِذَاجَآءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا

“Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka…”

Artinya, ketika Kami berikan musibah mestinya mereka menundukkan diri pada Kami dan berpegang teguh pada Kami. Sayangnya, hati mereka telah mengeras- tidak lunak, tidak khusyu’-. Setan menghiasi indah perbuatan buruk yang mereka amalkan berupa kesyirikan dan maksiat.

Allah berfirman,

أَوَلاَ يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لاَيَتُوبُونَ وَلاَهُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (At-Taubah:126)

Musibah tidak turun kecuali karena perbuatan dosa. Dan tidak akan diangkat kecuali dengan taubat. Sebagaimana perkataan Abbas bin Abdul Muthalib dalam doanya ketika istisqa’ (meminta hujan pada Allah). Ibnu Hajar menyebutkan dalam kitab Fathul Bari (2/497): Zubair bin Bakkar menjelaskan dalam ‘Al-Ansaab” tentang sifat doa ibnu Abbas pada peristiwa itu, dan kejadian tersebut. Ia menyebutkan dengan sanadnya bahwa Abbas berkata ketika Umar memintanya berdoa memohon hujan pada Allah, “Ya Allah, sungguh tidaklah turun musibah kecuali karena dosa dan tidaklah bencana tersingkap kecuali dengan taubat…”

2. Istighfar merupakan salah satu sebab untuk meraih kesehatan, kekuatan, dan kehidupan yang bahagia. Allah berfirman yang artinya,

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” (Hud:3)

Allah berfirman,

وَيَاقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلاَتَتَوَلُّوا مُجْرِمِينَ

“Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu tobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. (Hud: 52)

Related posts

Leave a Comment