Perjalanan Kehidupan

Seluruh perjalanan hidup dunia dan akhirat kita ada permulaan dan ujungnya. Permulaan jalannya adalah kehidupan ini sendiri. Seorang mukmin senantiasa berjalan di jalanan kehidupan ini dari satu kedudukan kepada kedudukan yang lain. Menapak dari satu peribadahan kepada peribadahan yang lain. Ia melalui satu ketaatan menuju pada ketaatan yang lain hingga datangnya ajal dan hadirnya kematian.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” Al-Hijr:99))

Ujung jalan ini adalah surga “Yang lebarnya seluas langit dan bumi, disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”

Sebuah terminal akhir perjalanan yang penuh kenikmatan. Tempat sejati untuk beristirahat total dengan fasilitas kesenangan. Kenikmatan yang belum pernah terlihat oleh mata, terbayang dalam hati dan terdengar oleh telinga.Mereka pun masih mendapatkan puncaknya kenikmatan di dalam surga. Ketika penduduk surga telah memasuki surga maka Allah berfirman kepada mereka,  “Kalian menginginkan sesuatu yang Aku akan berikan pada kalian.” Penduduk surga menjawab, “Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami. Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka?” 

Rasulullah bersabda, “Allah kemudian menyingkap hijab. Maka tidak ada sesuatu pun pemberian yang lebih mereka cintai  dibandingkan melihat kepada Rabb Azza wa Jalla.”  (Riwayat Muslim)

Related posts

Leave a Comment