Waktu Orang Lain, Bro!

Hargai waktu orang lain. Secara tersurat syariat Islam memerintahkan hal itu.

Diantaranya, disebutkan dalam sebuah  hadits bahwa meminta ijin bertamu ke rumah orang dilakukan 3 kali. Diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy’ari. Rasulullah bersabda,

إِذَا اسْتَأذَنَ أَحدُكُمْ ثَلَاثاً فلمْ يؤذن لَهُ فَلْيَرْجِع

“Apabila salah seorang dari kalian meminta ijin sebanyak 3 kali namun tidak diijinkan maka hendaknya dia pulang (kembali)” (Al-Bukhari no 6245 dan Muslim 2154)

Menghargai kesibukan orang lain dengan amalan-amalan yang khusus bagi dirinya sendiri seperti berdzikir, membaca al-Qur’an termasuk bentuk memperhatikan waktu-waktu mereka. Berbeda dengan sikap sebagian orang yang dengan mudah memutus kesibukan orang lain dalam berdzikir, membaca Al Quran atau yang lain.

Memenuhi Janji Tepat Waktu

Termasuk bentuk penghormatan terhadap waktu orang lain adalah menghargai janji yang dibuat dengan memenuhinya tepat waktu. Dan meminta ijin bila adalah halangan yang mendadak.

Menghormati waktu orang lain bisa juga dalam bentuk segera minta  pamit setelah selesai urusan dan kepentingannya. Karena terkadang ada orang yang merasa berat atau sungkan meminta tamunya untuk pergi saat urusan telah selesai. Tidak kalah pentingnya juga adalah menimbang-nimbang apakah perkara yang kamu anggap penting untuk mengambil waktu orang lain tersebut benar-benar penting atau tidak. Karena ada sebagian orang yang begitu saja meminta waktu pada orang lain dalam hal-hal yang kurang bermanfaat.  (**)

Related posts

Leave a Comment