Cingkrang Nggak Tabu Kok

Ucapan manusia boleh kita terima, sah juga kita tolak. Suka-suka kita. Kita terima kalau ucapannya baik. Sebaliknya bila ternyata buruk, ya tinggalin saja.  Tapi sob, kalau yang mengucapkan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beda kondisinya. Tak ada pilihan lain bagi kita kecuali sami’na wa atha’na.

Kita siap dengar, kita siap taat. Karena Beliau utusan Allah. Ucapan Nabi Muhammad di atas ucapan dan pendapat seluruh manusia. So, bila ada yang mengatakan sesuatu yang berlawanan dengan perintah Nabi maaf kita nggak bisa terima. Siapa pun orang itu. Hati-hati, biasa kuwalat hidup kita bila melawan perintah Nabi. Ibnu Umar berkata, “Aku melihat mereka akan binasa, aku menyampaikan kepada mereka “Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda demikian”, namun mereka berkata “Abu Bakar dan Umar melarang”.
Salah satu yang disampaikan Nabi adalah tentang memakai kain, sarung, atau celana di atas mata kaki. Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إزْرَةُ المُسْلِمِ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ ، وَلاَ حَرَجَ – أَوْ لاَ جُنَاحَ – فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الكَعْبَيْنِ ، فمَا كَانَ أسْفَلَ مِنَ الكَعْبَيْنِ فَهُوَ في النَّارِ ، وَمَنْ جَرَّ إزَارَهُ بَطَراً لَمْ يَنْظُرِ اللهُ إِلَيْهِ

Kain sarung seorang muslim adalah hingga pertengahan betis. Namun tak mengapa jika diturunkan antara setengah betis tadi dan mata kaki. Adapun kain yang turun dari mata kaki, maka tempatnya di neraka. Barangsiapa yang menjulurkan celana dalam keadaan sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud no. 4093 dan Ibnu Majah no. 3573. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Di suatu kesempatan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

مررتُ عَلَى رسولِ الله – صلى الله عليه وسلم – وفي إزَارِي استرخاءٌ ، فَقَالَ : (( يَا عَبدَ اللهِ ، ارْفَعْ إزَارَكَ )) فَرَفَعْتُهُ ثُمَّ قَالَ : (( زِدْ )) فَزِدْتُ ، فَمَا زِلْتُ أتَحَرَّاهَا بَعْدُ . فَقَالَ بَعْضُ القَوْم : إِلَى أينَ ؟ فَقَالَ : إِلَى أنْصَافِ السَّاقَيْنِ

Aku pernah melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pada kain sarungku ada bagian yang turun. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abdullah, naikkanlah kain sarungmu.” Maka aku akan menaikkannya, kemudian beliau berkata, “Naikkan lagi.” Lalu aku terus menaikkannya. Aku terus melakukannya, sampai sebagian orang berkata, “Sampai mana dinaikkan?” Maka ia berkata, “Sampai pertengahan betis.” (HR. Muslim no. 2086).

Jadi, memakai celana di atas mata kaki, alias cingkrang, itu nggak tabu kok. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyampaikannya. Ok? (**)

Related posts

Leave a Comment