Asma’ binti Abu Bakr Bercadar?

Cadar bukan hal baru dalam peradaban Islam. Di jaman Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, para sahabat wanita biasa memakainya. Asma’ putri Abu Bakr As-Sidiq menceritakan tentang kebiasaan tersebut.

كُنَّا نُغَطِّيَ وُجُوهَنَا مِنَ الرِّجَالِ ، وَكُنَّا نَتَمَشَّطُ قَبْلَ ذَلِكَ فِي الْإِحْرَامِ ” .

 “Kami biasa menutupi wajah kami dari pandangan laki-laki pada saat berihram dan sebelum menutupi wajah kami menyisir rambut.” (HR. Al-Hakim 1/624. Dikatakan oleh Al Hakim bahwa hadits ini shahih. Adz Dzahabi menyepakatinya)

Isteri Nabi pun memakai cadar. Abdullah bin ‘Umar pernah mengisahkan tentang Aisyah radhiyallahu ‘anha, isteri Nabi Muhammad.

لمَّا اجتلَى النَّبيُّ صلَّى اللهُ علَيهِ وسلَّمَ صفيَّةَ ، رأَى عائشةَ منتقِبةً وسطَ النَّاسِ ، فعرفَها

“Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperlihatkan Shofiyah kepada para shahabiyah, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Aisyah mengenakan cadar di kerumunan para wanita. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui kalau itu adalah Aisyah dari cadarnya.” (HR. Ibnu Sa’ad. Disebutkan dalam Jilbab Al Mar-ah Al Muslimah, hal. 108)

Jadi nggak perlu baper kalau ada muslimah yang menutup wajahnya dengan cadar. Karena isteri Nabi dan para shahabat wanita yang shalihah memakainya. Sejak masa kenabian. Dah, gitu dulu. (**)

Related posts

Leave a Comment