Terlambat

Bel masuk sekolah telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Fairuz dengan tenang mengetuk pintu kelas lalu masuk ke dalam dengan pedenya. “Huuu…” sorak teman-temannya begitu melihat wajah Fairuz muncul dari balik pintu. Ia hanya tersenyum, lalu berjalan menuju kursi kebesarannya di pojok paling belakang. Anak-anak kelas dua belas A tidak kaget Fairuz datang terlambat. Justru mereka akan merasa aneh kalau Fairuz datang awal.

Terlambat. Kata yang terlalu biasa kita dengar. Kadang kita pun mengalaminya. Sstt, ada juga orang yang ‘langganan’ mengalaminya. Banyak kata yang bisa dirangkaikan dengan kata terlambat. Pada umumnya maknanya cenderung negative. “Terlambat shalat” “terlambat makan,” terlambat masuk sekolah, mengumpulkan tugas, terlambat lulus kuliah hingga terlambat nikah. Masih ada lagi kata lain yang bergandengan dengan kata terlambat. Tapi, terlambat beriman dan beramal shalih bisa berat risikonya.  Sial sungguhan lagi mengenaskan.

Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (As-Sajdah: 12)

Related posts

Leave a Comment