Pilih Nangis atau Marah

Kadang beberapa masalah memantik amarah kita. Atau kadang membuat kita bersedih. Inilah wajah dunia kita. Negri ujian.

yang seperti berikut sering membuat uring-uringan. Pintu rumah yang tiba-tiba macet. Bus yang kita tumpangi bergerak seperti semut. Suara kucing berantem di luar rumah yang membuat tidur terganggu, Hingga harga-harga melonjak naik tak mau turun. Tak jarang ada juga orang yang tiba-tiba membuat hati menjadi gusar. Misalnya ketika kamu lagi enak-enak berkendara, tiba-tiba muncul dari arah depan remaja yang mengendarai motor secara ugal-ugalan hingga hampir menabrakmu. Pasti rasa geram akan muncul di hatimu. Melampiaskan kemarahan dengan uring-uringan pastinya paling mudah untuk dilakukan. Mengumpat-umpat benda atau orang yang bikin jengkel juga gampang diucapkan. Tapi tentu saja masalah tak akan selesai dengan omelanmu. Bus yang lambat bergerak tetap saja merayap seperti semut, karena antrian panjang kendaraan sedang mengular. Pintu yang macet tak akan sim salabim jadi beres. Remaja yang ngebut tetap saja akan berlalu menjauh. Bila kamu nekat mengejarnya, pasti kamu akan ikut ugal-ugalan dalam berkendara. Oleh karena itu, sebelum kamu putuskan untuk uring-uringan pikirkan dulu dampaknya bagimu, adakah keuntungannya?

Dunia negri ujian

Agar rasa geram dan amarah tak meledak, renungkanlah kembali bahwa dunia yang kita tinggali ini hanyalah negri ujian. Manusia diuji dengan perkara yang menyenangkan dan menyusahkan.

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan(yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al Anbiya’:35)

Bila kesenangan yang diterima, maka manusia akan bergembira. Tapi bila kesulitan dan musibah yang diberikan maka manusia akan merasa sedih, kecewa. Orang dalam mengekspresikan kesedihannya berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Ada yang sedih tapi tetap memilih untuk bersabar, diam tak mengeluh. Sebagian ada yang memilih untuk banyak menangis. Menangis bukan sesuatu yang terlarang, bila tak berlebihan. Ada pula yang tak mau sabar, bahkan menyalahkan sana sini atau marah-marah.  Padahal siapa pun yang hidup di dunia pasti akan merasakan kesulitan, musibah dan ujian. Karena memang dunia adalah negri ujian. Jadi kenapa mesti marah dalam menghadapi berbagai kesulitan yang ada? Bersabar, tak perlu marah-marah.

“Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis” (An-Najm:43)

Bila harus menangis saat menghadapi kesulitan atau perkara yang mengecewakanmu, menangislah secukupnya. Bahkan Nabi pun sempat berlinang air mata dengan kepergian sang cucu tercinta.

Lebih-lebih, tumpahkan keluh kesahmu pada Allah Yang tak akan menyia-nyiakan segala pengaduan para hamba. Jangan anggap itu hina, karena seorang yang jauh lebih mulia dari kita pun melakukannya.

“Ya’qub menjawab:”Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya”. (Yusuf:86)

Related posts

Leave a Comment