Kebaikan Mereka Ditolak

Ada orang yang diterima amalan kebaikannya. Alhamdulillah. Namun ada juga yang ditolak. Nggak diterima sama Allah Ta’ala. Rugi. Ngeri juga. Sudah capek dan berat beramal tapi sia-sia. Apa penyebab amalan tidak bermanfaat di akhirat?

Pertama, orang tersebut tidak beriman pada Allah. Ia tidak beriman dengan janji dan ancaman-Nya. Atau orang itu musyrik atau murtad dari agamanya. Meski shalat, puasa, bersedekah, gemar menolong orang lain  tapi musyrik dengan syirik akbar maka terbang semua pahalanya. Amalan kebaikan tersebut tidak aka memberikan manfaat baginya di sisi Allah. Sayang banget kan?

Kedua, yang membuat amalan seseorang tak bermanfaat adalah bila ia ingin balasan dunia saja amalan kebaikannya. Yang demikian banyak terjadi pada orang-orangyang berbuat riya’ dalam beribadah. Ia ingin ketenaran, jabatan, kedudukan, harta atau bagian dari dunia yang fana dengan amalannya. Nah, bagi mereka ini tidak ada bagian lagi di akhirat. Allah berfirman,

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (Huud:15)

Para ulama memasukkan juga orang yang beramal dengan ikhlas karena Allah, tapi ia berharap dengan kebaikan dan meninggalkan maksiat balasan dunia saja. Misalnya agar harta dan keluarganya diberkahi serta dijauhkan dari musibah. Sementara balasan akhirat ia tidak terbetik dalam keinginannya. Nah, ini pun gawat karena kebaikan kita bisa lenyap di akhirat. Berbeda kondisinya dengan orang yang berharap akhirat dengan amalan kebaikannya, namun juga berharap agar mendapat keberkahan di dunia. Maka orang yang demikian amalannya tidak gugur.

Amalan ibadah yang bertentangan dengan petunjuk Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menjadi giliran berikutnya yang tak membawa manfaat bagi pelakunya di akhirat. Nabi shallallahu alaihi wa sallam secara tegas mengatakan,

“Barangsiapa yang beramal dengan sebuah amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka tertolak.” (Riwayat Muslim)

Related posts

Leave a Comment