Words That Had Changed Me

Dulu, aku mendengar kata-kata itu dari seorang ibu bijak yang kukenal belum terlalu lama. Seorang ibu yang membaca al-Quran dengan terbata-bata. Beberapa huruf masih terlihat begitu sulit dia lafalkan. “Nak, tahukah kamu kalau aku mengalami kesulitan saat membaca beberapa kata dalam al-Quran, tapi aku mencintainya. I love the Quraan,” Ungkapnya. “Aku bahkan tidak bisa tidur bila belum membaca beberapa halaman Al Quranul Karim,” lanjutnya.  Saat berbicara ia mendekapkan Al Quran ke dadanya. Kata-kata itu benar-benar menghentak kesadaran dalam hatiku, membangunkanku dari tidur yang panjang. Aku ingin menangis, namun… Aku tak mampu melakukannya di depan wanita mulia ini.

Aku bertanya pada diriku sendiri, “Do I truly love Qur’an like her?[1]” Apakah aku benar-benar terus tidak peduli dan meninggalkan membaca Al-Quran yang diturunkan oleh Allah pada Rasul-Nya melalui Malaikat Jibril?

Aku kadang mengklaim diri ini cinta pada Al-Qur’an, dan aku tidak kesulitan untuk membacanya. Aku tak terlalu payah dalam membaca seperti ibu itu, tapi benarkah aku telah sungguh-sungguh untuk membacanya? Kemudian aku teringat dengan ayat ini,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ. كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat.  Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Ash-Shaf: 2, 3)

Tidak ragu lagi, dia memperoleh pahala yang lebih banyak dariku. Karena dia membacanya, sementara aku enggan membacanya.  Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah , bahwa Nabi #n bersabda

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya terbata-bata dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Dapatkah kamu mengatakan dari dasar hatimu “I love The Quraan” dengan memaknai seluruh perkataanmu itu?  Bukankah kita ingin menjadikan Al-Quran sebagai teman setia kita di alam kubur kelak? Sebelum engkau jawab “Ya”, apakah engkau sudah menjadikannya sebagai teman setia HARI INI?

Do you want the Quraan to take you to Jannah[2]? Sebelum menjawab ‘Ya’, sudahkah kamu membaca dan memahami ayat berikut ini?

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِين

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (Ali Imran:142)

Allah akan mengujimu tentang kebenaran perkataanmu.  Dengan tulus aku merasakan kejujuran ucapan sang wanita bijak tadi. Bagaimana lagi dengan Allah Ta’ala Maha Mengetahui tentang dirinya sebelum dia mengucapkannya.

Sebagian dari kita tak jarang terburu-buru ketika membaca Al Quran, padahal kita punya kemampuan untuk membacanya. Kamu pun akan mendapatkan seorang yang berpendidikan tinggi dan terpelajar namun ketika diminta belajar membaca kitabullah dengan mudah ia berkata, “Itu pekerjaan yang sulit dilakukan.”

Bagaimana kamu bisa mengatakan berat sementara kamu tidak mau mencobanya. Bagaimana kamu mengatakan itu berat jika kesempatan pertama datang kamu justru angkat tangan dan enggan mengambilnya?

Masih ada waktu untuk bertobat dan berusaha mempelajari Al Quran, dan biarkan ayat Al-Quran ini menjadi semboyan kita,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami

tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Ankabut:69)

Aku memohon kepada Allah Ta’ala agar menganugerahkan rasa cinta pada Al Quran ini ke dalam hati-hati kita. Serta menjadikan kita termasuk ahlul-Qur’an. Aamiin.  (**)

Seperti dikisahkan oleh Fawzia Abdul-Rahim Mohamed dalam Islamway.net

[1] Benarkah aku sudah menyintai Al-Quran seperti dia?

[2]Apakah kamu ingin Al-Qur’an membawamu ke surga?

Related posts

Leave a Comment