Jodohku Terlambat Datang

Tanya: Terkadang saya merasa iri dan sedih ketika menerima undangan pernikahan seorang teman  atau mendengar mereka telah dipinang (khitbah) oleh seorang pria.Sementara aku merasa lambat dalam mendapatkan nikmat itu.  Apa yang mesti kulakukan?

Er di kota S

Jawab:

Adik Er di kota S, semoga Allah merahmatimu. Terkait pertanyaanmu, ada sebuah jawaban dari Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid ketika memperoleh pertanyaan yang hampir serupa. Beliau mengatakan, “Jika seorang muslim mentadabburi firman Allah –Ta’ala-:

 نحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ

“Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat”. (QS. Az Zukhruf: 32)

Sudah maklum bahwa manusia ada yang kaya dan miskin, kuat dan lemah, sehat dan sakit, menikah dan tidak menikah, ada yang dikaruniai anak dan ada yang tidak, begitu seterusnya. Sudah diketahui juga bahwa pembagian tersebut berasal dari Allah –Ta’ala-, bukan dari manusia. Bila seseorang mengingat hal tersebut maka hatinya akan merasa tenang, tidak ada iri di hatinya kepada orang yang telah Allah berikan nikmat kepadanya. Tidak pula hinggap di dalam hatinya kegalauan dan kesedihan disebabkan perasaan tidak mendapatkan nikmat seperti yang diperoleh orang lain.  Karena ia mengetahui bahwa semua itu datangnya dari Allah dan sesuai dengan kehendak-Nya. Apa yang Allah kehendaki maka akan terjadi, dan apa yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.

Jika seorang muslim telah mengilmui seluruhnya tadi  maka ia tidak akan galau dalam menghadapi masa depan. Bahkan ia tahu bahwa yang ia mesti lakukan adalah berusaha istiqamah di jalan Allah, dan seluruh kehidupannya hanya untuk Allah dan bersama Allah. Kemudian setelah itu Allah membagi rizeki-Nya sesuai dengan kehendak-Nya, dan Allah akan memberikan kepadanya rasa ridho dan qana’ah rizeki-Nya.

Rezeki seseorang itu tertentu hanya berlaku untuknya saja. Oleh karena itu, rezeki akan datang padanya sesuai dengan yang telah Allah tentukan baginya tanpa tambahan dan pengurangan, Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

  لَنْ تَمُوتَ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَقْصَى رِزْقَهَا وأجَلَهَا ، فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ

 “Seseorang itu tidak akan mati sampai sempurna puncak dan besaran rizekinya, maka bertakwalah kalian kepada Allah dan baik-baiklah dalam mencarinya”. (Telah dinyatakan shahih oleh Albani di dalam Silsilah Ahadits Shahihah: 6/865)

Maksudnya, rezeki manusia itu pasti akan datang kepadanya. Adapun yang menjadi kewajiban manusia adalah: “Bertakwa kepada Allah dan istiqamah di jalan-Nya. Berlaku baik dalam mencari rezeki, maksudnya adalah  ia tidak mencari rezeki kecuali dari jalur yang halal. Karena meskipun ia berusaha keras maka tidak akan mampu mengambil sesuatu yang tidak ditetapkan oleh Allah baginya.

Allah -lah yang akan mendatangkan bagimu rezeki pernikahan

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ

“Maka bertakwalah kepada Allah dan baik-baiklah di dalam mencarinya”.

Jangan kau sibukkan dirimu dengan misteri masa depan yang terus ditiupkan setan ke dalam hatimu untuk menghalangimu dari jalan Allah. Akan tetapi sibukkan dirimu dengan yang Allah inginkan kepadamu pada waktu-waktu yang telah ditetapkan. Istiqamahlah di jalan Allah, maka akan datang kepadamu rezeki yang telah ditakdirkan kepadamu, itu sudah pasti.”

Wallahu a’lam

Related posts

Leave a Comment