Tanda Kiamat Besar?

tanda kiamat besar

tanda kiamat besarAssalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Ustadz, ana mau bertanya, Apa saja tanda-tanda Kiamat Besar (kubra)? Mohon jawabannya Ustadz dan syukron atas jawabannya. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sarah-di- Salatiga

Jawaban:

Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,

Tanda adalah tanda-tanda sebelum terjadinya hari Kiamat yang menunjukkan dekatnya hari Kiamat.  Kiamat tersendiri terbagi menjadi:

Kiamat Kecil: yaitu kematian seorang manusia. Siapa yang meninggal, maka telah ditegakkan kiamatnya, karena dia telah masuk ke alam akhirat.

Kiamat Pertengahan: yaitu kematian satu generasi

Kiamat Besar: yaitu kebangkitan manusia dari alam kubur untuk dilaksanakan hisab (perhitungan) dan pembalasan.

Jika disebutkan Kiamat di dalam al-Quran maka yang dimaksud adalah Kiamat Besar. Seperti firman Allah #l,

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Al-Ahzab: 63)

Maksudnya adalah tentang Kiamat (Besar)

Juga firman Allah l,

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

“Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.” (Al-Qomar: 1)

Maknanya adalah telah dekat Kiamat

Sedangkan tanda Kiamat terbagi menjadi 2:

Tanda Kiamat Kecil

Tanda Kiamat Kecil: yaitu tanda-tanda yang mendahului Kiamat dalam waktu yang masih jauh dan kejadiannya adalah hal yang biasa. Seperti; diangkatnya ilmu, banyaknya kebodohan, meminum minuman keras, berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan, dan yang sejenisnya.

Para ulama membagi tanda Kiamat kecil menjadi dua: bagian yang sudah muncul dan tidak akan terulang kembali seperti terbelahnya bulan dan bagian yang telah muncul dan akan terus muncul seperti berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan.

Di antara dalil-dalil tanda Kiamat kecil, Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلاَثِينَ، كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللهِ

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga dibangkitkan ‘dajjal-dajjal’ (para pendusta) yang jumlahnya mendekati tiga puluh, semuanya mengaku bahwa mereka adalah utusan Allah.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ

“Di antara tanda-tanda Kiamat adalah hilangnya ilmu dan tersebarnya kebodohan.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ…:وَيَظْهَرَ الزِّنَا

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda Kiamat adalah…dan merebaknya perzinaan.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda,

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ

“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga zaman berdekatan, setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan sehari, sehari bagaikan sejam dan sejam bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma.” (Riwayat Ahmad)

Tanda Kiamat Besar

Tanda Kiamat Besar: yaitu perkara-perkara besar yang terjadi mendekati hari Kiamat dan kejadiannya adalah hal yang luar biasa, seperti; Munculnya Dajjal, munculnya imam Mahdi, Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, Terbitnya Matahari dari Barat, turunnya Isa, Binatang yang bisa bicara, dan yang sejenisnya.

Di antara dalil-dalil tentang tanda Kiamat besar, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

“Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi sampai kalian melihat sebelumnya sepuluh tanda, Beliau pun menyebutkan: “Adanya Dukhan (asap), Dajjal, Dabbah (binatang melata), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa putera Maryam, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, adanya tiga khasf (penenggelaman bumi) di timur, barat dan di jazirah Arab, dan yang terakhir dari semua itu adalah adanya api yang keluar dari Yaman menggiring manusia ke tempat berkumpulnya.” (Riwayat Muslim)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

بَادِرُوْا بِاْلأَعْمَالِ سِتًّا: اَلدَّجَّالَ، وَالدُّخَـانَ، وَدَابَّةَ اْلأَرْضِ، وَطُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَأَمْرَ الْعَامَّةِ، وَخُوَيْصَةَ أَحَدِكُمْ

“Bersegeralah kalian dalam beramal (sebelum datang) enam hal: Dajjal, asap, binatang bumi, terbitnya matahari dari barat, masalah yang umum (hari Kiamat), dan sesuatu yang khusus untuk kalian (kematian).” (Riwayat Muslim)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ اْلآيَاتِ خُرُوْجًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوْجُ الدَّابَّةِ عَلَى النَّاسِ ضُحَى، وَأَيُّهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا؛ فَاْلأُخْرَى عَلَى إِثْرِهَا قَرِيْبًا.

“Sesungguhnya tanda (Kiamat) yang pertama kali keluar adalah terbitnya matahari dari arah barat, lalu keluarnya binatang (dari dalam bumi) kepada manusia pada waktu dhuha. Dan mana saja di antara keduanya yang terlebih dahulu keluar, maka yang lainnya terjadi setelahnya dalam waktu yang dekat.” (Riwayat Muslim)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda tentang keluarnya Imam Mahdi,

لَتُمْلَأَنَّ الْأَرْضُ جُوْرًا وَ ظُلْمًا فَإِذَا مُلِئَتْ جُوْرًا وَ ظُلْمًا يَبْعَثُ اللهُ رَجُلاً مِنِّي اسْمُهُ اسْمِيْ وَ اسْمُ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِي فَيَمْلَؤُهَا عَدْلاً وَقِسْطًا كَمَا مُلِئَتْ جُوْرًا وَ ظُلْمًا فَلاَ تَمْنَعُ السَّمَاءُ شَيْئًا مِنْ قَطْرِهَا وَ لاَ الْأَرْضُ شَيْئًا مِنْ نَبَاتِهَا يَمْكُثُ فِيْكُمْ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا فَإِنْ أَكْثَرُ فَتِسْعًا

“Sungguh, bumi ini akan dipenuhi dengan ketidakadilan dan kezaliman. Jika ia telah dipenuhi dengan ketidakadilan dan kezaliman, maka Allah akan membangkitkan seorang laki-laki dari keturunanku, namanya seperti namaku, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya dipenuhi ketidakadilan dan kezaliman. Sehingga langit pun tidak menahan airnya, bumi pun tidak menahan tumbuhannya. Dia akan tinggal di tengah-tengah kalian tujuh atau delapan tahun, jika lebih bisa sembilan tahun.” (Riwayat Al-Bazzar dan Thabrani, dishahihkan oleh al-Albani)

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ust Arif Ardiyansyah, Lc  (Pengajar di Pondok pesantren Al Irsyad Salatiga)

Related posts

Leave a Comment