Meninggal di WC Su’ul Khatimah?

Tanya: Bagaimanakah hukum agama terhadap orang yang meninggalnya di kamar mandi (WC) dan dia meninggal di bulan Ramadhan?

Jawab:

Alhamdulillah. Bila seseorang meninggal dalam kondisi seperti yang disebutkan maka hal ini tidak ada hubungannya dengan pujian atau celaan. Begitu pula tidak terkait dengan hukum syariat. Hukum syariat hanyalah berkaitan dengan “perbuatan para mukallaf”. Sedangkan wafat di tempat tertentu, waktu tertentu dan keadaan tertentu:  hal itu tidak terkait dengan perbuatannya, dan di luar kemampuannya, maka hal ini tidak berhubungan dengan hukum secara tersendiri.

Adapun meninggal dunia dalam keadaan sedang berpuasa maka kondisi yang demikian ada riwayat yang menyebutkan tentang keutamaannya. Bukan berarti kematiannya di sini berada dalam kemampuannya, akan tetapi dikarenakan dia meninggal dunia ketika sedang beramal shalih, dan hidupnya ditutup dengan amalan tersebut. Sedangkan amalan sholih termasuk perkara yang dia mampu lakukan, dan terkait dengan hukum Allah. Orang wafat dalam kondisi beramal shalih merupakan keutamaan dari Allah pada hambaNya. Dan dianjurkan untuk menekuni  amalan seperti ini dengan harapan agar diwafatkan dalam kondisi sedang melaksanakannya. Dari Hudzaifah radhiyallahu anhu dia berkata, ‘Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barangsiapa yang berpuasa satu hari karena mengharap wajah Allah dan ditutup hidupnya dengan amalan itu maka ia akan masuk surga.” (Riwayat Ahmad no 22235, Syaikh al-Arnauth berkata: shahih lighairihi.)

Diriwayatkan dari al Bazzar di dalam musnadnya (1/436) dengan lafal hadits,

من خُتم له بصيام يوم دخل الجنة

 “Barangsiapa yang hidupnya ditututup dalam kondisi berpuasa satu hari maka masuk ke dalam surga.” (Dishahihkan oleh Asy Syaikh al-Bani rahimahullah).  Al-Munawi rahimahullah berkata: sabda Nabi:

من ختم له بصيام يوم

Maksudnya barangsiapa yang di akhir usianya berpuasa satu hari, meninggal dalam kondisi ia berpuasa, atau meninggal setelah berbuka puasa.

Sabda Nabi:

دَخَلَ الْجَنَّة

Yaitu masuk surga bersama as-saabiqun al awwalun. Atau masuk surga tanpa mendapat azab sebelumnya. “ selesai dinukil dari Faidul Qadiir syarh Al Jami’ as Shaghir 6/160. Imam Muslim meriwayatkan di dalam shahihnya (5126) dari Jabir, ia berkata, “Aku pernah mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْه

“Setiap hamba dibangkitkan sesuai kondisi ketika ia meninggal dunia.”

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “….Apabila manusia meninggal pada suatu keadaan, maka berarti usianya ditutup dengan itu, dan dengan hal itu ia dibangkitkan.” Selesai penukilan dari “Kasyful Musykil min hadits ash-shahihain” (1/751)

Wallahu a’lam

www.islamqa.com

Related posts

Leave a Comment