Smart Phone Ketinggalan

Sehari ini tak ada bunyi dering dari balik sakuku. Tidak “blep” “kring”, “plup”, atau bunyi-bunyian lain yang tak asing terdengar di telinga. Tanganku tak selincah hari-hari biasa yang setiap menit sekali  merogok saku untuk mengambilnya. Yah benar, hari ini aku lagi puasa untuk memakai HP. Ketinggalan di rumah sih.

Bagi mereka yang tinggal di pondok, nggak terlalu risih untuk berjauh-jauhan dari HP. Karena memang HP termasuk barang yang ‘diharamkan’ untuk dipakai para santri di beberapa ma’had. Sudah sering terjadi kasus santri yang dihukum gara-gara membawa smart phone ke pondok. Tapi  bagaimana nasibnya dengan para pelajar atau mahasiswa yang jauh dari pondok? Realitanya berkebalikan 180 derajat dengan di ma’had. Smartphone seolah menjadi kebutuhan primer yang selalu melekat dalam hidup orang sekarang.

Kamu, Smartphone dan Al Quran

Bangun tidur langsung pegang hp, jalan bawa hp, tidur-tiduran sambil bawa hp, mau tidur lihat hp, ngobrol sambil lihat hp. Ngimpinya pun mungkin juga lagi mainan  hp. Hp selalu dibawa kemana-mana. Seolah menjadi hal yang terpisahkan dari kehidupan. Nggak perlu diomongin siapa-siapa,  sebenarnya semua juga tahu kalau terlalu sayang dengan hp bukan aktivitas yang bagus. Nah, coba saja gantikan Hp di sakumu dengan Al Quran. Buatlah posisinya sangat kamu perhatikan sebagaimana yang kamu lakukan pada hp-mu hari ini.  Hmm, padahal al-Quran kan mestinya diposisikan lebih dan lebih dibandingkan yang lain-lain. Jangan mau jadi generasi yang diadukan oleh Nabi Muhammad pada Allah Ta’ala

“Dari Rasul berkata, ‘Duhai Rabbku, sungguh kaumku telah menjadikan Al Quran menjadi sesuatu yang ditinggalkan..” (Al-Furqan: 30)

Meninggalkan al-Quran berarti meninggalkan untuk membaca, mendengarkan, memahami, merenungkan makna dan mengamalkannya.  Sebelum handphone sekeren hari ini, sebenarnya sudah ada banyak hal yang melalaikan manusia dari membaca Al-Quran. Tentara kekafiran pun sudah sejak dahulu memasang target untuk melalaikan orang dari membaca Al-Quran.

“Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka”. (Fushilat: 26)

Wow, begitu rupanya. Kalau udah nggak mau membaca, bagaimana bisa memahami dan mengamalkannya. Selanjutnya mudah ditebak, orang bakalan dengan mudah dikuasai dan dipermainkan oleh iblis dan anak buahnya.

Jangan Gantikan

Kesibukan orang menggunakan smartphone jaman now jauh lebih banyak lho dibanding membaca Al Quran dan hadits Nabi. Tak hanya orang awam bahkan sebagian aktivis dakwah pun ikut-ikutan fokus pada benda tersebut setiap saat. Bahaya bukan? Nah, biar nggak pada kebablasan coba beberapa saran di bawah berikut.

Pertama, coba tata ulang jadwal-jadwalmu. Jadikan membaca Al Quran dan mempelajarinya sebagai prioritas agenda harian yang selalu kamu lakukan. Tak salah bila kamu membawa mushaf saat bepergian, agar setiap punya waktu longgar kamu bisa menambah bacaanmu. Lah, bagaimana dengan membaca Al Quran yang ada di smartphone, kan udah diinstall. Nggak masalah, yang penting buatlah sedisiplin mungkin dengan tidak berpindah ke chatt, sms, nelphon atau menggunakan aplikasi lain saat kamu membaca Al Quran. Buatlah target membaca Al Quran dalam sehari sebanyak mungkin. Sehingga waktumu tidak terkuras untuk aktivitas-aktivitas yang lain.  Berikutnya, jadwalkan berapa kali saja dalam sehari untuk bercengkrama dengan smartphonemu, entah untuk membalas chatt teman, komen di group atau yang lain-lain.

Kedua, bergabunglah di group secukupnya saja. Jangan terlalu banyak mengikuti group ini dan itu apalagi yang sedikit manfaatnya. Pilih saja group-group kajian keislaman yang bagus, itu pun tetap perlu dibatasi jangan terlalu banyak. Karena mungkin malahan kamu tidak sempat untuk membacanya. Terlalu banyak group membuatmu akan bolak-balik melihat HP dan memberikan komentar, sehingga waktumu malah jadi habis dengan itu semua. Grup yang tidak terlalu urgen sekali untuk berkomunikasi bisa kamu silent (mode diam) sehingga pesan-pesannya hanya kamu baca pada jam tertentu saja.

Ketiga, Saat keinginan lihat-lihat HP muncul bukan, palingkanlah dengan membuka yang lebih bermanfaat. Buka Al Quran digital di smartphone-mu dan bacalah. Bila sendirian kamu bisa mengeraskan suaramu, tapi bila ada banyak orang di sekitarmu maka kamu bisa melirihkan bacaan. Yakin deh, dengan cara seperti itu kamu akan lebih mudah mengkhatamkan Al-Quran dan waktumu nggak terlalu tersita untuk sekadar bermain HP atau berchat ria yang kurang manfaatnya. (**)

Related posts

Leave a Comment