Sudah dipakai Belum dibayar Bolehkah?

sudah dipakai belum dibayar bolehkah

sudah dipakai belum dibayar bolehkahSudah dipakai Belum dibayar Bolehkah?-Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Afwan ustadz ana mau nanya. Ana masih bingung tentang hukum memakai barang yang dibeli tapi belum dibayar, Boleh atau tidak? Mohon penjelasannya ustadz, jazakumullah khoir.

SUHAIL _ AL

Sudah dipakai Belum dibayar Bolehkah?

Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakaatuh

Permasalahan jual-beli adalah permasalahan penting yang harus diketahui oleh seorang muslim. Jangan sampai kita melakukan transaksi jual-beli namun terjatuh di dalam keharaman. Oleh karena itu Umar bin al-Khattab z berkata,

لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا
“Janganlah seseorang berjual-beli di pasar kami kecuali dia memahami mengenai seluk beluk riba.” (Mughnil Muhtaj, 2: 364 (Maktabah Syamilah)).

Definisi jual beli adalah,

مبادلة مال بمال لغرض التملك
“Saling tukar-menukar harta dengan tujuan kepemilikan”

Hukum asal jual-beli adalah mubah (boleh). Allah l berfirman,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
“Padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah: 275)

Rasulullah n bersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
“Orang yang bertransaksi jual-beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual-beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual-beli antara keduanya akan hilang” (Muttafaqun ‘alaih)

Nah ditinjau dari sisi waktu serah-terima, jual-beli dibagi menjadi 4 bentuk:

  1. Barang dan uang serah-terima dengan car tunai. Ini bentuk asal jual-beli
  2. Uang dibayar dimuka dan barang menyusul pada waktu yang disepakati, ini dinamakan jual-beli salam dan ini disepakati ulama kebolehannya.
  3. Barang diterima dimuka dan uang menyusul, disebut juga dengan bai’ ajal (jual-beli tidak tunai). Misalnya: Jual-beli kredit.
  4. Barang dan uang tidak tunai, disebut juga bai’ dain bi dain (jual-beli hutang dengan hutang). Ini adalah jual-beli terlarang menurut kesepakatan ulama.

Dari pertanyaan akhi, maka itu adalah bentuk jual-beli tidak tunai.

Jaul Beli Tidak Tunai

Jual-beli tidak tunai dan jual-beli kredit yang langsung dilakukan oleh pemilik barang dan pembeli adalah transaksi yang dibolehkan syariat ditinjau dari beberapa dalil, firman Allah Ta’ala

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menulisnya.” (QS. al-Baqarah: 282)

Disebutkan dalam hadits  Aisyah radhiyallahu ‘anha,

اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ، وَرَهَنَهُ دِرْعَهُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membeli sebagian bahan makanan dari seorang yahudi dengan pembayaran dihutang, dan beliau menggadaikan perisai beliau kepadanya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dari hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membeli bahan makanan dari seorang yahudi dengan pembayaran dihutang, dan sebagai jaminannya, beliau menggadaikan perisainya. Dengan demikian, ini menjadi dasar dibolehkannya jual-beli dengan pembayaran dihutang.

Kemudian pertanyaan Akhi, yaitu hukum memakai barang yang dibeli tapi belum dibayar apakah boleh? Kembali kepada pengertian jual-beli di atas

مبادلة مال بمال لغرض التملك
“Saling tukar-menukar harta dengan tujuan kepemilikan”

Ini menunjukkan bahwa barang itu sudah dimiliki oleh akhi maka tentunya akhi boleh menggunakan sesuai dengan kehendak akhi. Wallahu a’lam.

Related posts

Leave a Comment