Aku Bukan Orang Lemah

aku bukan orang lemah

aku bukan orang lemahAku Bukan Orang Lemah-Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarakatuh..
Kaifa haluk, Kak Yasmine? Ini pertama kalinya saya mengirim email kepada Kakak.

Kak, saya mau curhat sekaligus minta solusinya. Begini Kak, saya terlahir dalam keluarga yang didikannya keras. Ayah saya pun besar di daerah Papua yang mayoratisnya non muslim. Saya sebenarnya tidak suka dibentak ataupun dimarahi ketika saya berbuat kesalahan. Ketika itu terjadi, dimarahi sedikit saja, saya sudah menangis.

Orang tua, saudara dan teman-teman mengatakan kalau saya adalah orang yang cengeng, bahkan orang yang sangat lemah, dan itu terus terjadi hingga saya kuliah. Ketika saya dituduh orang tua, ataupun kakak perempuan saya berlaku kasar kepada saya, kadang saya membela diri tapi kemudian mereka mengatakan saya orang yang suka menjawab dan ketus, padahal mereka duluan yang memulainya dengan amarah.

Kadang pun walaupun mereka menyalahkan diri saya, saya tetap diam dan hanya bisa menangis. Perlakuan, serta kata kasar selalu terjadi pada saya, padahal yang saya inginkan hanyalah sifat pengertian mereka terhadap saya.

Kak, saya harus bagaimana dengan sifat sensitif saya, karena orang-orang terdekat saya pun tak pernah mau memahami diri saya, saya sudah berusaha agar tidak terlalu memasukan setiap kata-kata kasar mereka tapi itu sulit untuk saya.

Mohon solusinya, Kak. Jazakillah.. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Rissa via email

Aku Bukan Orang Lemah

Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh

Dear Rissa, tidak dapat dipungkiri bahwa orang dengan perangai keras dan kasar itu memang ada dan mungkin banyak di sekitar kita. Penyebabnya, bisa jadi faktor didikan orang tua yang juga sama kerasnya, budaya masyarakat setempat, tekanan hidup dan lain sebagainya.

Untuk mengubah orang dengan karakter seperti ini apalagi yang sudah terbentuk menjadi kepribadian, tidaklah mudah, membutuhkan kesadaran dan usaha dari orang itu sendiri terlebih dahulu.

Sebaliknya, akan lebih mudah bagi kita untuk mengubah diri sendiri menjadi apa yang kita mau dengan kesadaran diri dan kemauan tentunya. Salah satunya adalah bagaimana kita mengatasi masalah yang sama dengan sudut pandang yang berbeda dan memberikan  respon yang lebih positif.

Untuk menjadi pribadi yang kuat dan mampu mengendalikan emosi, beberapa hal di bawah dapat kamu coba;

–    Saat mengalami tekanan dan hampir tak mampu membendung air mata,  tariklah nafas dalam/panjang dari hidung dan hembuskan perlahan-lahan pelan dari mulut, beberapa kali. Ini akan memberikan efek relaks pada tenggorokan, sekaligus memberikan efek menenangkan pada pikiran dan emosimu.

Minumlah air hangat (bila ada) untuk melepaskan tekanan dalam tenggorokan karena menahan tangis. Ini berfungsi mengendurkan otot tenggorokan dan juga menenangkan syaraf. Kemudian, gerakkan mata seperti berkedip untuk membantu mencegah air mata jatuh.

Segera setelah itu alihkan dengan aktivitas fisik seperti misalnya meremas kedua tangan  dengan tekanan yang cukup kuat sehingga dapat membantu mengalihkan perhatian dari hal yang membuat ingin menangis.

–    Segera alihkan pikiran pada hal yang membuatmu senang dan bahagia, misalnya membayangkan tempat yang membuatmu sangat nyaman.

–    Adakalanya orang tak menyadari penyebab terlukanya hati salah satunya disebabkan oleh kata-kata negatif diri sendiri yang diucapkan dalam pikiran sendiri, bahkan tidak diucapkan oleh pelaku. Akibatnya, kita memberikan respon berlebihan terhadap kejadian yang dialami.

Jika ini terjadi, berhentilah mendengarkan kata-kata negatif dari dalam pikiranmu sendiri yang hanya membuat tangismu semakin jatuh. Bukan berarti kita menampikkan apabila kata kata orang tersebut benar-benar kasar. Di sini kita belajar untuk bersikap objektif dan lebih berpikir pada solusi.

–    Segeralah melakukan aktifivas fisik yang dapat mengalihkan kamu dari perkataan yang melukai tersebut.

–    Hindarilah menyendiri. Berbaurlah dengan orang lain di keramaian. Ini dapat  membantumu mengendalikan air mata dan mengelola emosimu. Sebisa mungkin lakukan kontak dengan orang lain terutama yang berhubungan dengan hal hal positif yang kamu sukai.

–    Ingatkan dirimu sendiri bahwa mulai sekarang kamu adalah pribadi yang kuat. Katakan bahwa kamu boleh sedih, tetapi kini kamu harus kuat karena kamu bisa jadi orang hebat. Terus penuhi kata-kata positif yang memiliki banyak manfaat. Ini akan memudahkanmu menekan pikiran negatif dan  tekanan batin.

–    Beberapa orang terluka dan menangis karena tak mampu mengungkapkan apa yang ia rasakan kepada yang bersangkutan. Pada waktu amarah mereka mereda cobalah mengungkapkan pada pelaku bahwa kamu tersakiti dengan perlakuan mereka. Jika tak sanggup dengan kata-kata, tuliskan melalui chat.

Adakalanya orang tak menyadari telah menyakiti orang lain (mungkin karena sudah menjadi kebiasaan) hingga ada orang lain yang menyadarkannya. Semoga dengan belajar asertif seperti ini mereka bisa menyadari dan mau memperbaiki.

 

Demikian ya Rissa semoga Allah memberi kemudahan mengatasi masalahmu dan memberikan kekuatan..

Related posts

Leave a Comment