Ragu Menggapai Tujuan

Ragu Menggapai Tujuan-Assalamualaikum Kak Yulia. Saya ingin curhat dan minta saran dari Kakak. Saya sekarang kelas 1 SMA, di salah satu pesantren yang ada di Aceh.

Sebagai seorang anak yang baru saja masuk SMA, tentu saja, banyak hal-hal yang ingin saya lakukan. Saya sudah membuat beberapa planning  untuk ke depannya, tetapi setiap planning yang saya buat, selalu saja ada ketidakyakinan, apakah saya bisa menggapai hal yang sudah saya tulis sebagai goals saya? Tentu, saya akan berusaha untuk selalu ikhtiar, berdoa, dan tawakkal, tetapi tetap saja ada ketidakyakinan.

Dari sisi orang tua, sebenarnya orang tua saya sangat mendukung atas hal-hal yang saya lakukan, tetapi, saya mempunyai seorang ayah yang sedikit keras, sehingga, sering kali saya ragu ketika ingin menyampaikan hal yang sudah saya rencanakan, selalu saja saya segan, sedikit takut, dan tak yakin, dengan hal-hal yang ingin saya sampaikan kepada ayah saya.

Tolong beri saya saran ya, Kak. Syukran telah berkenan membaca dan memberi balasan dari email saya.
Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuuh.

Asmi
Via  email

Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh

Dear Asmi yang baik, Kakak salut dengan kamu. Sangat sedikit remaja zaman sekarang yang mempunyai planning atau perencanaan untuk masa depannya.

Asmi, hidup memang harus mempunyai tujuan. Tujuan hidup di masa depan akan tercapai bila kita jauh-jauh hari sudah mempersiapkannya. Karena itu, Kakak sangat mendukung semangat kamu untuk menggapai semua tujuan/ goal kamu dalam perencanaan-perencanan yang matang.

Hanya saja kurangnya keyakinan dalam dirimu untuk mewujudkan tujuan  tersebut membuat planning tersebut belum membuahkan hasil. Itulah sebabnya kamu perlu membangun keyakinan dalam meraih tujuan tersebut.

Solusinya??

Untuk membangun keyakinan tersebut agat tak Ragu Menggapai Tujuan, Kakak sarankan:

1. Awalilah dengan tujuan yang positif dan realistis

Tujuan positif  dalam hal ini artinya memberikan banyak manfaat bagi dirimu dan sedapat mungkin  tidak bertentangan dengan nilai Islam. Kemudian pikirkan apakah goal yang ingin kamu capai tersebut realistis atau tidak. Ukurlah sesuai dengan  kemampuan dan sumber daya yang kamu miliki. Jika keduanya terpenuhi, keyakinan dirimu akan bertambah.

 

2. Berpikir positif

Keyakinan akan membuahkan kesuksesan. Sebaliknya, keraguan hanya akan menunda kesuksesan tersebut. Jika saat ini, ketakutan karena tidak mendapat dukungan ayah membuatmu ragu untuk melangkah, pikirkanlah, apakah kamu akan berhenti meraih tujuanmu dan menyerah?

Sekeras apapun seorang  ayah, dalam hatinya ada kelembutan. Oleh karena itu, berpikirlah positif bahwa ayah akan memberikan dukungan akan tujuanmu  yang positif tersebut. Sampaikan dengan cara yang baik dan sopan  dengan mengambil waktu yang tepat (saat ayah tenang).

Mintalah dukungan kepada ibu untuk membantu menyampaikan apabila  kamu mengalami kesulitan saat menyampaikan sendiri. Selama ini mungkin kamu kurang dekat secara emosional dengan ayah sehingga muncul keraguan untuk menyampaikan kepada ayah.

Jika memang merasa kurang dekat, mulai sekarang cobalah mendekat kepada ayah. Walaupun sedikit keras, Kakak yakin tujuan beliau adalah untuk mendisiplinkan anak, jadi jangan takut untuk mendekat kepada beliau. Kakak yakin, beliau akan sangat senang bila putrinya mau dekat dengan beliau.

Mulailah dengan memberikan perhatian-perhatian kecil kepada beliau. Saat ayah merasa dekat denganmu dan kamu merasa dekat dengan ayah, maka kamu akan merasa lebih rileks untuk menyampaikan planning kamu dan ayah sendiri juga senang saat kamu berani menyampaikan tujuanmu.

Apabila ternyata setelah menyampaikan ayah kurang mendukung,. Cobalah untuk tenang, tidak perlu emosi. Kamu harus belajar menerima dengan lapang dada. Bisa jadi pemaparan ayah mengapa menolak planning yang kamu rencanakan memang masuk akal.

Berdiskusilah dengan beliau, mintalah penjelasan dan solusi agar mendapatkan alternatif tujuan penggantinya. Mungkin dengan pengalaman, beliau dapat membantu memberikan arahan.

Yang terpenting di sini adalah, membangun keberanian untuk berpendapat. Di sini kamu belajar mengungkapkan kepada ayah dan harus berani menghadapi perasaan ‘ditolak’. Dalam dunia kerja semakin banyak  tantangan yang akan kamu hadapi.

Oleh karena itu, kuatkan diri dan beranikan diri untuk mengungkapkan, apapun hasilnya, kita ikuti nanti. Beranikan diri untuk mengambil risiko. Jika kamu  hanya melihat rintangan sebelum mencoba, maka  hanya akan menimbulkan keraguan.

Jika memiliki keragu-raguan bahwa kamu  tidak akan berhasil, maka kamu tidak akan berhasil. So, berpikirlah positif.  Percayalah pada diri sendiri dan apa yang kamu mampu. Saat keinginanmu  untuk berhasil lebih kuat daripada rasa ragu, sakit,  takut,  maupun rasa gagal, maka tindakan (action) akan datang.

 

3. Lakukan action

Bertindaklah dengan percaya diri. Lakukan step by step dari tujuan yang paling dekat.Lakukan dengan sungguh –sungguh dan buktikan bahwa goal yang sudah kamu rencanakan dapat membuahkan hasil bagimu  dan membanggakan orangtuamu.

Demikian ya Asmi..semoga dapat membantu ya..

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Related posts

Leave a Comment