Kuliah di Nancy Perancis

kuliah di nancy perancis

Kuliah Di Nancy Perancis -Alhamdulillah aku pernah melanjutkan kuliah S2 di Nancy, Perancis selama 1 tahun pada tahun 2015 lalu. Sebenarnya ini adalah program double degree dari kampusku. Jadi aku setahun kuliah S2 di Indonesia, setahun S2 di Perancis.

Awalnya sebelum berangkat ke sana aku sudah mulai cari-cari info tentang Perancis. Sejujurnya awalnya aku merasa takut karena aku memakai kerudung dan saat itu baru saja ada kejadian bom di luar Indonesia dan pelakunya adalah ISIS.

Menurut rumor yang beredar, foto paspor tidak boleh memakai kerudung dan ketika di bandara juga tidak boleh memakai kerudung. Tapi ternyata ketika dijalani tak seseram itu. Aku tetap foto paspor pakai kerudung dan aku tetap bisa lolos melewati gate imigrasi di Perancis.

Aku udah dikasih tau oleh senior sebelumnya kalau Perancis itu Negara sekuler, membahas agama di Negara itu benar-benar topik  yang sensitive. Bahkan pada kartu identitas pun benar-benar tidak ada keterangan agama. Semua siswa di sekolah juga dilarang menunjukkan simbolis agama, bukan hanya agama Islam ya, tapi semua agama.

Contohnya dilarang pakai kerudung maupun kalung salib. Katanya sih di sana itu kebanyakan Ateis. Tapi Perancis itu Negara yang jumlah muslimnya terbanyak di Eropa.  Jadi ya aku mikirnya yaudah kaya “agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku”.

Sebelum berangkat kesanapun kita sudah memastikan universitas kita kalau tidak ada larangan memakai kerudung. Dan Alhamdulillah tidak ada larangan seperti itu, jadi ya aku udah gak begitu cemas, karna mikirnya yang penting boleh pakai kerudung.

Aku berangkat kesana bertiga dengan teman-temanku dan kami semua muslim yang memakai kerudung. Ketika sampai bandara Charles de Gaulle, aku gak sampe mikir “Ih cuma kita yang pake kerudung”. Paling cuma mikir “Ih bule semua”.

Temen-temenku sih pada bilang banyak yang liatin kita, tapi aku kok gak merasa gitu ya. Jujur sih aku orangnya santai dan kadang bodo amat sama omongan orang yang gak aku kenal.

Pilu Si Ibu

Surprisingly ketika sampai Paris dan Nancy, aku melihat banyak perempuan berkerudung. Kalo liat dari wajahnya seperti orang Maroko. Dan lama kelamaan pun aku baru sadar memang Alhamdulillah di Perancis banyak orang muslimnya. Mungkin karena banyak orang-orang imigran dari Maghreb Afrika, yaitu lima Negara Islam di Afrika Utara yang kebetulan berdekatan dengan Perancis.

Mungkin karena Perancis termasuk Negara Islam terbesar di Eropa jadi aku sering papasan sama orang yang berkerudung di jalan atau di dalam transportasi umum. Aku sih ngerasanya biasa aja ya. Cuma aku keinget banget sama seorang ibu berkerudung yang menyapaku di dalam tram (kereta kecil yang relnya di jalan raya).

Dia kerja di salah satu supermarket di Nancy dan dia cerita kalau dia adalah seorang muslim namun tidak memakai kerudung karena tidak boleh memakai kerudung di tempat kerjanya. Kalau aku pribadi gak mau ngejudge si Ibu itu atau gimana tapi ya ngedengernya sedih aja sih, dan bener-bener bersyukur gak pernah ada yang melarang aku memakai kerudung.

Tips Shalat

Untuk masalah ibadah, jujur aku gak pernah ke masjid di sana. Karena laki-lakipun ke masjid hanya untuk sholat jumat. Mungkin lebih tepatnya bukan masjid sih ya namanya tapi hanya bangunan garasi yang biasa dipakai sholat berjamaah (tapi kita anggap masjid). Sebisa mungkin juga aku solat di asrama. Kalaupun ada jam kuliah saat waktu zuhur dan ashar, aku numpang solat di asrama temenku yang dekat dari kampus.

Setelah magang di laboratorium, biasanya aku solat “sembunyi-sembunyi” di kampus, tepatnya di dalam ruanganku (ketika magang dikasih ruangan sendiri kaya ruang meeting), intinya sebisa mungkin gak keliatan orang. Karna sepertinya menunjukkan kegiatan agama adalah hal yang tabu.

Kalo lagi solat di lab, ya wudunya di westafel, naikin kaki ya di westafel (itupun tengok-tengok nunggu toilet bener-bener sepi). FYI (for your information) toiletnya gak ada semprotan airnya sama sekali. Semua toiletnya bener-bener kering jadi setelah buang air kecil & besar pun hanya di-lap dengan tissue.

Aplikasi waktu solat kaya muslim pro atau athanotifiy itu bener-bener nolong banget. Karena aku liat kiblat dan tahu waktu solat pun dari aplikasi itu, maklum ga pernah denger suara azan di sana hehe. Karna Perancis merupakan Negara 4 musim, jadi waktu solat saat winter, autumn, summer, dan spring pun beda-beda. Kalo winter jam 7 pagi aja masih waktu subuh karna masih gelap, jam 5 udah magrib.

Aku gak tau di Nancy ada komunitas Islam atau engga. Karna aku hanya ikut komunitas PPI (Persatuan Pelajar Indonesia). Agamanya pun campur ada yang Islam ada yang Kristen. Tapi kita pernah ngadain kegiatan ngaji bareng. Intinya PPI udah kaya keluarga kedua, karna kita sama-sama ngerasa anak rantau di sana.

Oleh: Nursinta A. R.

Leave a Comment