Capek, Tidak dipercaya Lagi…!

capek tidak dipercaya lagi

Assalamu’alaikum Kak Yulia, gimana kabarnya? Semoga selalu dalam lindungan Allah yah Kak.

Kak langsung saja ya, saya mau curhat tentang masalah yang sudah menjadi beban saya selama kurang lebih tiga tahun. Semenjak kecil orang tua saya sudah mendidik saya tentang agama apalagi masalah pacaran, namun sewaktu saya memasuki usia 13 tahun saya mulai mengenal yang namanya cinta, hingga saya memberanikan diri untuk pacaran. Saya tidak pernah berpikir tentang risiko yang akan saya dapatkan ke depannya. Yang  saya tahu,  intinya saya bahagia bersamanya.

Namun menjelang usia 14 tahun, akhirnya semua terbongkar. Orangtua saya sungguh marah besar, hingga ia melarang saya berteman dengan lawan jenis. Bahkan di HP saya, tidak boleh ada kontak laki laki, siapapun itu. Semenjak kejadian itu, orangtua saya selalu curiga jika saya main HP. Sedikit- sedikit mereka memeriksa HP saya.  Saya pasang status tentang cinta, mereka curiga lagi, bahkan marah. Saya sangat capek, Kak, dengan keadaan seperti ini. Saya merasa sudah tidak dipercaya lagi, namun saya sebagai remaja yang sekarang telah berusia 15 tahun ingin juga merasakan kebebasan dalam berteman. Semenjak peristiwa itu, saya juga sudah berjanji untuk tidak pacaran. Saya juga menyesal, tapi bagaimana Kak dengan berteman lawan jenis? Saya sangat tidak suka dibatasi seperti itu.

Mohon solusinya ya, Kak, dan sebelumnya saya mengucapkan terima kasih.

Zahra
Via email

Wa’alaikumussalam wa rahmtullahi wa barakatuh

Hai Zahra, terima kasih doanya, semoga Zahra pun selalu mendapat lindungan Allah. Zahra yang baik…di usiamu sekarang ini, sangat wajar jika kamu mendambakan kebebasan. Sangat wajar pula merasakan getar getar suka dengan lawan jenis karena ini adalah bagian dalam perkembangan hidup.

Setiap orang tentu menginginkan kebebasannya dengan caranya sendiri sendiri sehingga sangat wajar bila merasa terganggu bila dikekang /diberi aturan yang mengekang kebebasan tersebut.

Sekarang Zahra sudah berumur lima belas tahun. Itu artinya, Zahra diharapkan mulai berpikir dewasa dan bijak. Ada baiknya, Zahra belajar melihat dari sudut pandang orang tua terlebih dahulu. Sebagai orang tua zaman sekarang, tanggung jawab menjaga anak gadisnya jauh lebih berat dibandingkan tanggung jawab orang tua zaman dahulu.

Mengapa demikian? Karena zaman sekarang pengaruh pergaulan bebas, perkembangan teknologi yang meluas membuat segala hal menjadi lebih mudah namun sulit dikendalikan. Oleh karena itu, banyak orang tua saat ini menjadi ‘overprotective’ terhadap anaknya.

Tujuannya apa? Semata mata agar anaknya terjaga, terlindungi kehormatannya, dan terhindar dari pengaruh buruk. Saat ini, kebanyakan orang tua memang sulit  melarang anak memiliki gadget karena di satu sisi memang dibutuhkan untuk kemudahan  komunikasi dan teknologi. Yang dapat dilakukan orang tua adalah mengontrol pemakaian gadget tersebut agar terarah, terkendali, dan tidak menyimpang.

Itu tetap hak orang tua terhadap anaknya. Itulah sebabnya, banyak orang tua yang memberikan fasilitas gadget dengan tetap memberikan pengawasan terhadap content gadget tersebut untuk kebaikan anak sendiri.

Dari segi pendidikan, Kakak salut pada orang tua Zahra yang telah mengajarkan pendidikan agama lebih dini kepada Zahra, termasuk tentang larangan berpacaran sebelum menikah. Lihatlah, banyak orang tua di luar sana yang justru membiarkan dan mengizinkan anaknya untuk berpacaran dan akhirnya menyesal karena sang anak akhirnya melampaui batas.

Zahra, lihatlah dahulu bagaimana usaha keras orang tuamu mendidikmu tentang agama termasuk bagaimana hukum berpacaran. Sangat wajar bila setelah sekian lama mendidikmu dan akhirnya kamu melanggar kepercayaan, mereka menjadi marah,  kecewa, dan terluka.

Apalagi Zahra menyembuyikan dari mereka selama hampir setahun yang artinya sebagai orang tua mereka merasa kecolongan karena merasa telah dibohongi  oleh putri kesayangan mereka sendiri. Itulah sebabnya mereka menjadi over protective semata mata karena mereka takut kehilanganmu.

Sebagai anak muda tentu kamu merasa capek dengan sikap orang tua seperti ini karena duniamu berbeda dan zahra merasa sudah mampu menjaga diri. Oleh karena itu saran dari kakak:

  • Syukurilah lebih dahulu bahwa kamu punya orang tua yang sangat peduli dan menjagamu dengan memberikan pendidikan agama walaupun kamu tidak cocok dengan aturan mereka. Toh, aturan mereka demi kebaikanmu sendiri.
  • Cobalah mengambil kembali kepercayaan mereka dengan prestasimu agar orang tua lebih fokus pada kelebihanmu dan mulai hilang kekhawatirannya terhadapmu.
  • Tunjukkan sikap dewasa dengan menyikapi dengan bijak dan hormat saat orang tua berbicara denganmu sehingga dengan demikian mereka siap mendengar pendapatmu dan mempercayaimu lagi. Sehingga ketika kamu berteman dengan lawan jenis mereka yakin kamu bisa menjaganya dan mereka bisa percaya lagi padamu.

Walau bagaimana pun apa yang dilakukan orang tua semata mata demi kebaikanmu. Alangkah baiknya jika kamu juga belajar tentang agama itu sendiri sehingga dalam pengamalan bukan lagi dari arahan orang lain.

Demikian ya Zahra..semoga dapat membantu..

Related posts

Leave a Comment