Home
media muslim muda
13Okt2010
Kiat Menjadi Pengusaha Muslim Sejati
administrator

Berdagang pada dasarnya merupakan salah satu pekerjaan yang sangat mulia, bahkan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dan sebagian shahabat beliau adalah para pedagang profesional. Namun di sisi lain Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga memperingatkan kita semua, bahwa tempat terburuk yang dibenci Allah adalah pasar.

Tentu bukanlah pasarnya yang salah, namun penghuninya, penjual dan pembelinya. Berapa banyak pedagang yang sibuk dengan dagangannya sehingga meninggalkan shalat dan dzikrullah, berapa banyak kecurangan, penipuan, riba dan berbagai kejahatan terjadi di pasar. Dan tentunya masih banyak lagi pola dan sistim pasar yang bertabrakan dengan syariat dipraktekkan di sana, yang penting dapat uang bagaimanapun caranya.

Baca selengkapnya...
 
02Agu2015
Kaki di Bumi Asa di Langit
administrator

cover elfata agustus 2015_elmajalah elfata edisi terbaru, edisi juni 2015, majalah remaja islam, majalah gaul syar'i,majalah remaja salaf, majalah remaja islami, alquran di dadaku, majalah elfata edisi 06 vol 15 tahun 2015

Alhamdulillah, ucapan pujian  yang paling layak untuk selalu diucapkan. Karena dengan pertolongan-Nya semata, segala bentuk kebaikan bisa diraih dengan sempurna. Termasuk diantaranya, elfata bisa kembali hadir mengunjungimu setiap bulannya, sobat muda. Bila Allah tak memudahkan tentu majalah ini tak bakalan bisa hadir di hadapanmu.
Setiap muslim sebenarnya dituntut untuk menjadi pribadi yang 'tak biasa'. Seorang muslim mesti menjadi pribadi yang istimewa. Benar, ia istimewa karena menjadi hamba Allah yang taat kepada-Nya. Berbeda dengan kebanyakan manusia di muka bumi yang enggan beribadah pada Allah, bahkan menyekutukan-Nya. Yah, inilah puncaknya keistimewaan. Di saat banyak manusia lalai dari tujuan hidupnya, ia tampil beda. Dengan tekun ia terus menapak jalan ibadah, dan tetap konsisten dengan tujuan kehidupannya. Seorang muslim pun paling istimewa karena memiliki cita-cita paling tinggi. Padahal kebanyakan manusia hanya memilih cita-cita sebatas dunia atau bercita rendahan bahkan banyak pula yang tak mempunyai cita-cita sama sekali. Yah, ridha Allah dan meraih surga-Nya adalah cita-cita tinggi yang melampui langit dunia manapun. Cita-cita mana lagi yang lebih tinggi dibandingkan cita-cita untuk meraih ridha Allah? Cita-cita tertinggi tersebut mempengaruhi seluruh kehidupan, gerak dan aktivitas seorang pribadi muslim. Ia akan hidup di dunia dengan senantiasa berorientasi akhirat. Di antara langkah yang ia tempuh adalah berusaha menjadi pribadi yang banyak memberikan manfaat pada orang lain. Baik dengan ilmunya, tenaga, kedudukan maupun hartanya. Muslim dengan cita tertinggi, dengan aktivitas paling bermanfaat inilah yang mestinya diwujudkan oleh setiap kita. Oleh karena itu, bahasan seputar cita dan asa seorang muslim ini yang akan diangkat oleh elfata edisi kali ini. Jangan lupakan untuk membaca pula rubrik-rubrik penting dan menarik yang lain. Selamat membaca.

 
03Jun2015
Al-Qur'an di Dadaku
administrator

cover elfata juni 2015_elmajalah elfata edisi terbaru, edisi juni 2015, majalah remaja islam, majalah gaul syar'i,majalah remaja salaf, majalah remaja islami, alquran di dadaku, majalah elfata edisi 06 vol 15 tahun 2015

Alhamdulillah, pujian dan syukur hanya layak dipanjatkan pada Allah semata. Karena pertolongan-Nya saja, segala nikmat bisa kita peroleh dengan sempurna. Saat manusia mau bersyukur, Allah menjanjikan akan menambahkan nikmat-Nya.
Sobat muda, bulan Ramadhan telah ada di hadapan mata. Kesempatan bisa bertemu bulan Ramadhan merupakan sebuah nikmat besar yang Allah karuniakan pada kita. Peluang untuk berbuat baik, menambah pahala, dan meraih banyak ampunan dari Allah. Bulan Ramadhan disebut juga syahrul Quran, karena Al Quran mula pertama turun di bulan tersebut. Al-Quran merupakan kitab yang Allah berikan keistimewaan yang lebih dibandingkan kitab-kitab sebelumnya. Diantaranya karena Allah berjanji akan menjaganya. Berbeda dengan kitab-kitab suci lain yang telah mengalami perubahan bahkan ada juga yang hilang tanpa jejak. Sebagai kitab hidayah, al-Quran menunjukkan jalan yang terang benderang bagi umat untuk meraih kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Kejayaan dan kesuksesan umat Islam hanya bisa diperoleh dengan berpedoman pada kitab suci al-Quran. Bila kondisi umat masih terpuruk dan tak juga meraih kejayaan maka pertanyaan singkat bisa diajukan untuk mengoreksinya. Sejauh manakah interaksi umat ini dengan al-Quran? Apakah kaum muslimin secara mayoritas telah berdekat-dekat dengan al-Quran, membaca, memahami dan mengamalkannya? Oh, ternyata masih lebih banyak kaum muslimin yang belum bisa membaca al-Quran. Yang sudah bisa membacanya, banyak yang belum paham maknanya. Orang yang sudah paham pun masih sedikit yang mengamalkannya. So, umat ini sangat perlu untuk kembali kepada al-Quran, demikian pula kepada hadits Nabi sebagai penjelas dari Al-Quran. Al-Quran di dadaku inilah tema yang diangkat elfata di edisi kali ini. Selamat membaca.

 
02Jul2015
Seluas Maafmu Selapang Hatimu
administrator

cover elfata juli 2015_elAlhamdulillah. Segala pujian hanya milik Allah Ta'ala. Kalimat ini terasa begitu terkesan ketika setiap kita menyadari kekurangan dan kelemahan kita. Padahal di sisi lain, Allah terus saja melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada kita. Sehingga semata karena pertolongan-Nya semua kebaikan bisa kita raih hingga sempurna.
Hidup bersama orang lain, tak akan pernah sepi dari konflik dan gesekan. Sudah jamak hal itu terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berteman dan berkomunitas. Seminimal apa pun kita bergaul dengan orang tetap ada saja persoalan yang muncul. Menghindarkan secara totalitas tampaknya merupakan hal yang dikatakan mustahil. Namun meminimalkan gesekan dan konflik mungkin saja bisa diusahakan. Bila gesekan dan konflik telah terjadi, mestinya harus segera dipadamkan. Tidak sebaliknya, malah ditiup apalagi dibesar-besarkan apinya. Sebagai manusia pastinya kita pernah berbuat salah pada orang lain, bahkan boleh jadi sampai pada tingkat menzaliminya. Padahal semua kezaliman pasti akan dibalas dengan minusnya amalan kebaikan kita kelak di akhirat. Oleh karena itu, meminta maaf dan penghalalan dari orang yang kita zalimi mesti segera dilakukan sebelum habis waktu tinggal di dunia. Di sisi yang lain, orang yang terzalimi pun tak boleh jadi orang yang tinggi hati atau enggan memberi maaf. Orang lain pernah salah, demikian pula dirinya sendiri. Faktor lupa, tergesa, belum tahu, tidak sengaja mungkin bisa menjadi udzur yang menjadikan kita mudah memaafkan orang lain. Oke, bahasan seputar memberi dan meminta maaf dan berbagai seluk beluknya yang akan diangkat oleh Elfata di edisi kali ini. Jangan lupa, baca juga rubrik-rubrik lain yang tak kalah menariknya.

 
01Mei2015
Jazirah Para Pecinta
administrator

cover elfata mei 2015_elmajalah elfata edisi terbaru, edisi mei 2015, majalah remaja islam, majalah gaul syar'i,majalah remaja salaf, majalah remaja islami, cinta, majalah elfata edisi 05 vol 15 tahun 2015.

Alhamdulillah, pujian dan syukur sejak awal hanya milik Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Nabi Muhammad #n, keluarga, shahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Sobat fata, semoga Allah senantiasa menjaga dan merahmatimu. Rasa cinta bukanlah perkara yang minus perjuangan dan pengorbanan. Cinta yang benar selalu saja menuntut pengorbanan dan pembuktian dari pencintanya. Bila enggan berkorban berarti kebenaran cintamu masih perlu dipertanyakan. Benarkah atau bohong-bohongan. Demikian halnya kecintaan seseorang pada Islam. Butuh pada pembuktian. Sekadar mengucapkan cinta saja belum bisa dijadikan patokan kebenaran. Bukti kebenaran klaim cintamu pada Islam dibuktikan diantaranya dengan ketaatanmu terhadap syariatnya, siap menerima hukum-hukumnya dan berakhlak dengan tuntunannya. Saat engkau mengaku cinta maka akan muncul juga berbagai ujian yang menguji kecintaanmu.
Inilah yang dirasakan oleh kaum muslimin di awal perjuangan Islam. Berbagai macam ujian dalam bentuk fisik dan psikis mereka dapatkan dari orang-orang yang memusuhi dakwah Islam. Kaum musyrikin Qurays,  Yahudi di Yatsrib, dan munafikin berusaha memadamkan cahaya Islam dengan caranya masing-masing. Tipu daya, muslihat, cemoohan, putar balik fakta digunakan untuk mematikan dakwah yang bersemi di Madinah. Seluruh makar itu gagal, karena cinta para shahabat terhadap Islam benar-benar murni. Kaum muslimin telah membuktikan kecintaan mereka terhadap Islam. Harta, keluarga, bahkan jiwa rela mereka korbankan untuk membuktikan kecintaan tadi. Ujian dalam berislam tak hanya akan didapatkan oleh para shahabat Nabi saja, namun akan dirasakan oleh semua yang mengaku cinta pada Islam. Nah, hari ini giliranmu membuktikan cintamu yang sebenarnya pada Islam. Bahasan tentang mencintai ajaran Islam yang akan diangkat pada edisi elfata kali ini. Jangan lupa baca juga bahasan-bahasan lain yang tak kalah menariknya. Selamat membaca.

 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

MulaiPrev12345NextEnd »