Home Artikel Islami
Edisi Terbaru
Seluas Maafmu Selapang Hatimu
administrator / Kamis, 02 Juli 2015 08:13

cover elfata juli 2015_elAlhamdulillah. Segala pujian hanya milik Allah Ta'ala. Kalimat ini terasa begitu terkesan ketika setiap kita menyadari kekurangan dan kelemahan kita. Padahal di sisi lain, Allah terus saja melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada kita. Sehingga semata karena pertolongan-Nya semua kebaikan bisa kita raih hingga sempurna.
Hidup bersama orang lain, tak akan pernah sepi dari konflik dan gesekan. Sudah jamak hal itu terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berteman dan berkomunitas. Seminimal apa pun kita bergaul dengan orang tetap ada saja persoalan yang muncul. Menghindarkan secara totalitas tampaknya merupakan hal yang dikatakan mustahil. Namun meminimalkan gesekan dan konflik mungkin saja bisa diusahakan. Bila gesekan dan konflik telah terjadi, mestinya harus segera dipadamkan. Tidak sebaliknya, malah ditiup apalagi dibesar-besarkan apinya. Sebagai manusia pastinya kita pernah berbuat salah pada orang lain, bahkan boleh jadi sampai pada tingkat menzaliminya. Padahal semua kezaliman pasti akan dibalas dengan minusnya amalan kebaikan kita kelak di akhirat. Oleh karena itu, meminta maaf dan penghalalan dari orang yang kita zalimi mesti segera dilakukan sebelum habis waktu tinggal di dunia. Di sisi yang lain, orang yang terzalimi pun tak boleh jadi orang yang tinggi hati atau enggan memberi maaf. Orang lain pernah salah, demikian pula dirinya sendiri. Faktor lupa, tergesa, belum tahu, tidak sengaja mungkin bisa menjadi udzur yang menjadikan kita mudah memaafkan orang lain. Oke, bahasan seputar memberi dan meminta maaf dan berbagai seluk beluknya yang akan diangkat oleh Elfata di edisi kali ini. Jangan lupa, baca juga rubrik-rubrik lain yang tak kalah menariknya.

 
Al-Qur'an di Dadaku
administrator / Rabu, 03 Juni 2015 13:20

cover elfata juni 2015_elmajalah elfata edisi terbaru, edisi juni 2015, majalah remaja islam, majalah gaul syar'i,majalah remaja salaf, majalah remaja islami, alquran di dadaku, majalah elfata edisi 06 vol 15 tahun 2015

Alhamdulillah, pujian dan syukur hanya layak dipanjatkan pada Allah semata. Karena pertolongan-Nya saja, segala nikmat bisa kita peroleh dengan sempurna. Saat manusia mau bersyukur, Allah menjanjikan akan menambahkan nikmat-Nya.
Sobat muda, bulan Ramadhan telah ada di hadapan mata. Kesempatan bisa bertemu bulan Ramadhan merupakan sebuah nikmat besar yang Allah karuniakan pada kita. Peluang untuk berbuat baik, menambah pahala, dan meraih banyak ampunan dari Allah. Bulan Ramadhan disebut juga syahrul Quran, karena Al Quran mula pertama turun di bulan tersebut. Al-Quran merupakan kitab yang Allah berikan keistimewaan yang lebih dibandingkan kitab-kitab sebelumnya. Diantaranya karena Allah berjanji akan menjaganya. Berbeda dengan kitab-kitab suci lain yang telah mengalami perubahan bahkan ada juga yang hilang tanpa jejak. Sebagai kitab hidayah, al-Quran menunjukkan jalan yang terang benderang bagi umat untuk meraih kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Kejayaan dan kesuksesan umat Islam hanya bisa diperoleh dengan berpedoman pada kitab suci al-Quran. Bila kondisi umat masih terpuruk dan tak juga meraih kejayaan maka pertanyaan singkat bisa diajukan untuk mengoreksinya. Sejauh manakah interaksi umat ini dengan al-Quran? Apakah kaum muslimin secara mayoritas telah berdekat-dekat dengan al-Quran, membaca, memahami dan mengamalkannya? Oh, ternyata masih lebih banyak kaum muslimin yang belum bisa membaca al-Quran. Yang sudah bisa membacanya, banyak yang belum paham maknanya. Orang yang sudah paham pun masih sedikit yang mengamalkannya. So, umat ini sangat perlu untuk kembali kepada al-Quran, demikian pula kepada hadits Nabi sebagai penjelas dari Al-Quran. Al-Quran di dadaku inilah tema yang diangkat elfata di edisi kali ini. Selamat membaca.

 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

MulaiPrev12345NextEnd »