Home Artikel Islami
Edisi Terbaru
Kaki di Bumi Asa di Langit
administrator / Ahad, 02 Agustus 2015 13:28

cover elfata agustus 2015_elmajalah elfata edisi terbaru, edisi juni 2015, majalah remaja islam, majalah gaul syar'i,majalah remaja salaf, majalah remaja islami, alquran di dadaku, majalah elfata edisi 06 vol 15 tahun 2015

Alhamdulillah, ucapan pujian  yang paling layak untuk selalu diucapkan. Karena dengan pertolongan-Nya semata, segala bentuk kebaikan bisa diraih dengan sempurna. Termasuk diantaranya, elfata bisa kembali hadir mengunjungimu setiap bulannya, sobat muda. Bila Allah tak memudahkan tentu majalah ini tak bakalan bisa hadir di hadapanmu.
Setiap muslim sebenarnya dituntut untuk menjadi pribadi yang 'tak biasa'. Seorang muslim mesti menjadi pribadi yang istimewa. Benar, ia istimewa karena menjadi hamba Allah yang taat kepada-Nya. Berbeda dengan kebanyakan manusia di muka bumi yang enggan beribadah pada Allah, bahkan menyekutukan-Nya. Yah, inilah puncaknya keistimewaan. Di saat banyak manusia lalai dari tujuan hidupnya, ia tampil beda. Dengan tekun ia terus menapak jalan ibadah, dan tetap konsisten dengan tujuan kehidupannya. Seorang muslim pun paling istimewa karena memiliki cita-cita paling tinggi. Padahal kebanyakan manusia hanya memilih cita-cita sebatas dunia atau bercita rendahan bahkan banyak pula yang tak mempunyai cita-cita sama sekali. Yah, ridha Allah dan meraih surga-Nya adalah cita-cita tinggi yang melampui langit dunia manapun. Cita-cita mana lagi yang lebih tinggi dibandingkan cita-cita untuk meraih ridha Allah? Cita-cita tertinggi tersebut mempengaruhi seluruh kehidupan, gerak dan aktivitas seorang pribadi muslim. Ia akan hidup di dunia dengan senantiasa berorientasi akhirat. Di antara langkah yang ia tempuh adalah berusaha menjadi pribadi yang banyak memberikan manfaat pada orang lain. Baik dengan ilmunya, tenaga, kedudukan maupun hartanya. Muslim dengan cita tertinggi, dengan aktivitas paling bermanfaat inilah yang mestinya diwujudkan oleh setiap kita. Oleh karena itu, bahasan seputar cita dan asa seorang muslim ini yang akan diangkat oleh elfata edisi kali ini. Jangan lupakan untuk membaca pula rubrik-rubrik penting dan menarik yang lain. Selamat membaca.

 
Seluas Maafmu Selapang Hatimu
administrator / Kamis, 02 Juli 2015 08:13

cover elfata juli 2015_elAlhamdulillah. Segala pujian hanya milik Allah Ta'ala. Kalimat ini terasa begitu terkesan ketika setiap kita menyadari kekurangan dan kelemahan kita. Padahal di sisi lain, Allah terus saja melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada kita. Sehingga semata karena pertolongan-Nya semua kebaikan bisa kita raih hingga sempurna.
Hidup bersama orang lain, tak akan pernah sepi dari konflik dan gesekan. Sudah jamak hal itu terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berteman dan berkomunitas. Seminimal apa pun kita bergaul dengan orang tetap ada saja persoalan yang muncul. Menghindarkan secara totalitas tampaknya merupakan hal yang dikatakan mustahil. Namun meminimalkan gesekan dan konflik mungkin saja bisa diusahakan. Bila gesekan dan konflik telah terjadi, mestinya harus segera dipadamkan. Tidak sebaliknya, malah ditiup apalagi dibesar-besarkan apinya. Sebagai manusia pastinya kita pernah berbuat salah pada orang lain, bahkan boleh jadi sampai pada tingkat menzaliminya. Padahal semua kezaliman pasti akan dibalas dengan minusnya amalan kebaikan kita kelak di akhirat. Oleh karena itu, meminta maaf dan penghalalan dari orang yang kita zalimi mesti segera dilakukan sebelum habis waktu tinggal di dunia. Di sisi yang lain, orang yang terzalimi pun tak boleh jadi orang yang tinggi hati atau enggan memberi maaf. Orang lain pernah salah, demikian pula dirinya sendiri. Faktor lupa, tergesa, belum tahu, tidak sengaja mungkin bisa menjadi udzur yang menjadikan kita mudah memaafkan orang lain. Oke, bahasan seputar memberi dan meminta maaf dan berbagai seluk beluknya yang akan diangkat oleh Elfata di edisi kali ini. Jangan lupa, baca juga rubrik-rubrik lain yang tak kalah menariknya.

 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

MulaiPrev12345NextEnd »